Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Arsitektur Kontemporer Pada Perancangan Cinema Center di Aceh Besar Fadillah, Muhammad Zairi; Haiqal, Muhammad; Ridwan, Nasrullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26440

Abstract

Aceh adalah provinsi dengan minat tinggi pada seni dan pertunjukan film, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berdiri gedung bioskop pada masa lalu di seputaran kota Banda Aceh dan kota lainnya di provinsi Aceh. Namun bioskop di Aceh telah berhenti beroperasi sejak bencana tsunami pada tahun 2004. Meskipun demikian, industri film di Aceh tetap berkembang dengan acara-acara seperti Aceh Film Festival dan Peukan Dokumenter, yang membuktikan minat aktif masyarakat dalam industri film. Studi literatur mengenai Arsitektur Kontemporer menjadi landasan dalam perancangan Cinema Center, yang menggabungkan berbagai aliran Arsitektur dan menunjukkan perkembangan teknologi. Cinema Center diharapkan memiliki bangunan yang kokoh dengan struktur rigid dan atap turss frame, serta massa bangunan yang ekspresif dan dinamis. Ruang dalam Cinema Center diharapkan terkesan terbuka dengan fasad transparan, dan ada harmonisasi antara ruang dalam dan ruang luar. Konsep Arsitektur Kontemporer dipilih untuk menciptakan keselarasan dengan era modern yang telah maju. Dengan adanya Cinema Center di Aceh, masyarakat dapat menikmati hiburan film tanpa harus keluar kota. Selain itu, Cinema Center diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas dalam industri film, yang dapat memunculkan berbagai komunitas. Perancangan Cinema Center ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan daya tarik serta kenyamanan bagi pengunjung yang datang untuk menonton film dan menikmati fasilitas lainnya.
Structural Logic of Umah Kantur Gayo Construction Elements Nursaniah, Cut; Fadillah, Muhammad Zairi; Djamaluddin, Masdar
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 21, No 1 (2023): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v21i1.68565

Abstract

Umah kantur in the Gayo highlands is located in the Bukit Barisan section which is crossed by the Sumatran fault line, making this area prone to earthquakes. These vernacular houses were designed by local people using natural materials found in their environment, forming a hazard-responsive system of wooden construction. However, the current generation tends to forget this knowledge from their ancestors, why this construction was used and what is the logic of the structure in the building. This qualitative research observes to identify the construction process of the elements and joint systems of the umah kantur in the Pegasing-Gayo area. The results of the study concluded that the home construction system contains sustainability to be applied to the current simple wooden house construction. The use of nails in the construction of walls, zinc material for roof, and cast concrete for bases, is still capable of producing a construction that is rigid elastic, lightweight, and able to reduce earthquake forces. Evidenced by the occurrence of uniform swaying movements of the legs, body and head construction during an earthquake, so that the house is still sturdy today.