Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hictorical Of Sufism In Recent Centuries Rahmat Lutfi Guefara; Ali Mu’tafi; Robingun Suyud El Syam
International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities Vol. 1 No. 3 (2023): August : International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Cultur
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/ijellacush.v1i3.857

Abstract

The emergence of research examining Islamic mysticism or Sufism in recent centuries, reaching its peak in the 20th century, indicates significant development of Sufism outside the Islamic world. This is evidenced by the presence of Muslim communities in the West who adhere to Sufi teachings. The aim of this article is to explore the development of Sufism in the West, focusing on two aspects: (1) Examining the theories and early studies on the introduction of Sufism to the West since the 17th century; (2) Investigating the models and patterns of Sufism that have emerged in the West, especially in the 20th century. This research employs a qualitative approach with methods of historical and philosophical analysis. The research findings include: (1) Western studies on Sufism began as early as the 17th century and reached their peak in the 19th/20th century, marked by numerous translations of Sufi texts. (2) In the 20th century, several models or patterns of understanding Sufism emerged in the Western world, namely hybrid, perennial, and transplant Sufism.
Islamic Education Holds Significant Importance In Reinforcing Moral And Ethical Values In The Context Of Globalization Rahmat Lutfi Guefara; Ali Mu’tafi; Robingun Suyud El Syam
International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities Vol. 1 No. 1 (2023): February : International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Cult
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/ijellacush.v1i1.858

Abstract

Currently, Islamic education is crucial for developing knowledge based on faith and piety. It creates behavioral patterns that reflect a balance between physical and spiritual aspects, resulting in morally upright individuals. The decline in moral behavior among Muslims is a serious issue that requires significant attention. Islamic education contributes to the enhancement of faith and piety, which in turn shapes morally upright individuals, especially amidst the era of globalization that alters various aspects of life, including mindset. This study aims to understand the process of Islamic education as a means to actualize religious teachings, thereby strengthening the moral character of Muslims in the face of globalization. The research employs a qualitative method with a library research approach. The findings indicate that to address moral and ethical deviations in the era of globalization, it is necessary to revitalize Islamic education to strengthen the moral character of Muslims. The necessary steps include: 1) implementing a holistic and morality-based learning model, 2) revitalizing moral education, 3) revitalizing social education, and 4) revitalizing the role of technology.
MENUAI HIKMAH MELALUI PENDERITAAN TIADA AKHIR DALAM KASUS ISTRI GALAK Robingun Suyud El Syam; Ahmad Guspul; Adi Suwondo; Ali Mu’tafi
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.051 KB) | DOI: 10.55606/concept.v1i4.77

Abstract

Laki- laki dan wanita memiliki peran dan fungsi berbeda, akan tetapi dalam aspek hak dan kewajiban keduanya setara. Seperti dalam perihal kepemimpinan, peran laki-laki lebih diutamakan daripada wanita. Dengan pendekatan teori, penelitian disimpulkan : istri galak merupakan berkah, dimana jodoh telah ditentukan Allah. Melalui sikap sabar maka akan tersingkap hikmah di dalamnya. Penelitian merekomendasikan dalam posisi suami yang mempunyai istri galak, jangan lari dari kenyataan, namun pahami dengan kacamata agama agar tersingkap hikmah didalamnya
Edukasi Islam Melalui Manajemen Strategik Entititas Setan Dalam Merusak Mahligai Rumah Tangga Robingun Suyud El Syam; Ali Mu’tafi
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i1.923

Abstract

Keluarga merupakan pondasi pendidikan bagi anak. Rusaknya bangunan rumah tangga berakibat buruk bagi pendidikannya. Tujuan penelitian mengungkap manajemen strategik entititas setan dalam merusak mahligai rumah tangga, untuk kemudian dicari langkah antisipasinya dalam konteks pendidikan Islam. Dengan pendekatan teoritik, disimpulkan, bahwa setan mempunyai entitas yang bertugas merusak keutuhan rumah tangga yang disebut divisi Dasim. Manajemen mereka terstruktur rapih dengan melibatkan agen konspirasi global dari unsur manusia, yakni tukang sihir, pelakor dan pebinor. Capain tertinggi dari progam ini adalah perceraian. Kejahatan terstuktur mereka dilancarkan melalui tiga segmen: pra nikah, rumah tangga dan pasca cerai. Solusi untuk mengatasi gangguan ini, dengan memahami hakikat pernikahan dan menjalani bahtera rumah tangga dengan semangat ibadah untuk memperoleh ridha Allah. Penelitian merekomendasikan agar manajemen ini menjadi solusi mempertahankan rumah tangga yang bahagia.
Edukasi Kebahagiaan Sejati dalam Penyelenggaraan Haji di Tengah Pandemi Ali Mu’tafi
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v1i1.1206

Abstract

The research intends to describe true happiness education in organizing Hajj in the midst of a pandemic. The article is the result of qualitative research from literature data, the results of the research show: that happiness is a concept that refers to the positive emotions felt by individuals and the positive activities they like. Even though the Covid-19 pandemic has overshadowed the implementation of the Hajj, everyone in the pilgrimage must develop positive feelings. That way he can feel true happiness. True happiness can be achieved when a person knows himself, knows God, knows the world, and knows the hereafter. It is not something that comes suddenly, but through continuous effort. At least five aspects of the source of true happiness, namely: 1) establishing positive relationships with other people, 2) focusing on something that is done, 3) finding meaning in everyday life, 4) positive emotions, 5) resilience. The implications of research on the need to think positively in response to all circumstances, being the core of the continuity of happiness requires more focused research. Research suggests that Hajj organizers refresh congregations about true happiness.
Implementasi Pembelajaran Interesting Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Di RA Masyithoh Kaliwiro Faqihatul Amanah; Hidayatu Munawaroh; Ali Mu’tafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pendidikan anak usia dini di RA Masyithoh Kaliwiro menghadapi tantangan berupa metode pengajaran yang monoton dan minimnya media kreatif, sehingga menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran interesting, faktor pendukung dan penghambatnya, serta peningkatannya terhadap kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap 29 siswa kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra-siklus, pembelajaran belum optimal dengan kriteria keberhasilan hanya 24%. Setelah dilakukan tindakan, kualitas pendidikan meningkat signifikan menjadi 76% pada Siklus I dan mencapai 88% pada akhir Siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa pengelolaan pembelajaran yang menarik dan refleksi terstruktur efektif meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Upaya Mengenalkan Ragam Pangan Sejak Dini Melalui Kegiatan Pembuatan Opak Untuk Menumbuhkan Kecintaan Pangan Lokal Di Tarbiyatul Athfal  Nurunnisa I Batursari Futi Khatur Rohmah; Hidayatu Munawaroh; Ali Mu’tafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan ragam pangan lokal sejak usia dini penting dilakukan sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, sikap, dan kecintaan anak terhadap makanan tradisional. Anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman langsung, sehingga kegiatan pembelajaran yang melibatkan praktik nyata menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pengenalan ragam  pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari; (2)  Mengidentifikasi bentuk kecintaan pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari; dan (3) Mengetahuai kendala dalam  pengenalan ragam pangan lokal melalui kegiatan pembuatan opak  di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan beberapa peserta didik yang berjumlah 38 di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pengenalan ragam  pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari dilaksanakan melalui tahapan pengenalan bahan pangan lokal, proses pembuatan opak, hingga kegiatan mencicipi hasil olahan; (2) Bentuk kecintaan pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari terlihat dalam beberapa indikator, yaitu peningkatan pengetahuan pangan lokal, sikap dan apresiasi positif, perilaku dan konsumsi yang meningkat, keterampilan dalam pengolahan pangan lokal, partisipasi sosial, pilihan pembelian, serta perubahan pola hidup anak; (3) Kendala  dalam pengenalan ragam pangan lokal melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan karakteristik anak, kesiapan dan pengalaman guru, serta  kebersihan dan keselamatan. Meskipun demikian, kegiatan pembuatan opak memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan kecintaan pangan lokal pada anak usia dini dan berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan.