Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaturan Tingkat Suhu Dan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur Burung Puyuh Surya Adi; Antonius Ari Kunto; Titiek Suheta; Syahri Muharom
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor utama yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhan embrio pada telur dan penetasan telur adalah suhu dan kelembaban (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur). Dalam penelitian ini menggunakan telur puyuh sebagai bahan utama yang akan di proses. Berdasarkan referensi, suhu ruangan pengeraman dan penetasan telur puyuh ada 97℉ − 103℉ (36℃ − 39℃) dengan kelembaban 55% serta lamanya proses pengeraman sampai penetasan adalah 17 hari. Sensor SHT 11 adalah sensor kelembaban dan suhu, SHT 11 memiliki banyak kelebihan sehingga sangat cocok untuk aplikasi ini. Pemilihan chip Atmel ATMega32 sebagai otak mikrokontroler memiliki performa dan fleksibilitas serta ukuran penyimpanan data yang besar menjadi pilihan yang baik untuk mengatur sistem kerja alat. Untuk pemanas ruang inkubator menggunakan 2 lampu bohlam dengan total daya 50 watt dengan daya masing-masing lampu 25 watt, wadah penampung air untuk menimbulkan udara yang lembab serta 2 kipas sebagai pengatur sirkulasi udara dalam ruang inkubator. Dengan menggunakan sirkulasi udara dan 2 lampu bohlam sebagai sumber panas mendapatkan hasil suhu dalam ruang inkubator merata, namun memerlukan waktu yang lama yaitu 120 menit untuk mencapai suhu 39℃. Tetapi pada proses pengeraman telur burung puyuh hanya memerlukan 36℃ - 39℃ dan kelembaban 40% - 55%.
Empowering Indonesian Migrant Workers Through Sharia Financial Literacy and Household Management Amir Mukadar; Surya Adi
Media for Empowerment, Mobilization, and Innovation in Research & Community Vol. 1 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Future Tecno-Science Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/g4ak0t28

Abstract

Indonesian migrant workers (Pekerja Migran Indonesia/PMI) are economically significant contributors to household welfare and national remittance flows, yet many remain exposed to weak financial planning, informal borrowing, and limited access to appropriate financial services. This community service program, implemented in Kuala Lumpur and Selangor, Malaysia, in collaboration with the Overseas Branch of Muhammadiyah Malaysia (PCIM Malaysia), aimed to strengthen Sharia-based financial literacy and practical household financial management among PMI communities. The program involved 87 Indonesian migrant workers through structured workshops, budgeting exercises, product-orientation sessions, and peer mentoring. Evaluation was conducted using pre- and post-program knowledge tests, follow-up budgeting checklists, attendance records, and focus group discussions. The mean financial literacy score increased from 51.3 to 76.8 out of 100, while the proportion of participants maintaining a written household budget increased from 23% at baseline to 71% at the eight-week follow-up. Participants also reported stronger awareness of riba, zakat, infaq, halal savings instruments, and Sharia-compliant alternatives to informal borrowing. These findings indicate that culturally grounded, faith-sensitive, and practice-oriented financial education can improve both knowledge and applied financial behaviour among migrant worker communities. The program offers a replicable model for diaspora-based community empowerment through mosque, community, and Muhammadiyah networks.