Indonesia adalah negara yang terdiri dari daratan serta peraiaran, Terkandung berbagai macam sumber daya alam yang berguna untuk memenuhi segala kebutuhan hidup manusia. Namun dengan terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia dan didorong dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Kondisi ini mengharuskan kita untuk mampu menemukan solusi guna menjawab tantangan tersebut, salah satu instrument yang memegang peran penting dalam aktivitas tersebut adalah Remotely Operated Vehicle (ROV). Pada saat ROV melakukan observasi bawah laut dibutuhkan pengambilan data yang berbeda kedalamannya. Oleh karena itu perlu adanya system yang bisa mengatur kedalaman pada ROV. Salah satu metode untuk mengontrol kedalaman pada ROV adalah dengan menambahkan ruang ballast. Sistem ballast merupakan suatu sistem untuk memanipulasi berat benda di dalam air, agar benda mudah tenggelam. Dalam pengimplementasiannya diperlukan teori pendukung, yaitu Hukum Archimedis Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas yang sama besar dengan berat fluida fluida yang dipindahkan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, telah dihasilkan wahana bawah air yang lebih praktis dan memudahkan operator karena dapat menentukan kedalaman sendiri berdasarkan data input, serta dapat mempertahankan kedalamannya yang digunakan saat observasi agar pemgambilan datanya lebih baik.