Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Arini Salsabila Hasibuan; Muhammad Sahputra; Abdurrazaq Hasibuan
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 2 (2024): April : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v2i2.2871

Abstract

work stress is becoming an increasingly important issue in the workplace safety (K3) perspective. Factors that influence work stress have a significant impact on employee health and organizational productivity. This study aims to identify and analyze the factors that contribute to the level of work stress and its impact on K3. The research method used is a literature study that investigates various factors that can cause work stress, including excessive workload, role conflict, lack of control over work, lack of social support, job insecurity, and unsafe working conditions. In addition, the impact of work stress on K3 has also been analyzed, including an increased risk of work accidents, reduced attention span, and increased risk of physical and mental illness. Research shows that factors such as high job demands, lack of job control, and unsafe work environments contribute significantly to workplace stress levels. In addition, work stress also negatively affects K3, increasing the risk of accidents and occupational diseases. The practical implications of these findings are that organizations can influence workplace stress through intervention programs such as stress management training, encouraging work-life balance, increasing social support, and improving managed work conditions. Therefore, these initiatives not only improve K3 and employee well-being, but also help improve productivity and performance throughout the organization.
Pengaruh SMK3 Pada Kinerja Karyawan Muhammad Sahputra; Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.658

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SMK3 melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh yang signfikan terhadap Kinerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan, mengurangi tingkat absensi dan turnover, serta mendorong kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. SMK3 membentuk budaya keselamatan yang kuat, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kinerja individu dan organisasi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Depo Lokomotif PT. Kereta Api Indonesia Divre I Medan Muhammad Sahputra; Wahyudi; Syafran Arrazy; Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1311

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja seperti pekerja depo lokomotif. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pekerja di Depo Lokomotif PT.KAI Persero Medan mengalami 12 kejadian kecelakaan kerja pada tahun 2020, 18 kejadian pada tahun 2021 dan 20 kejadian pada tahun 2022 serta terjadi 1 kejadian kecelakaan berat pada tahun 2024 yang disebabkan oleh ketidaklengkapan pekerja dalam memakai APD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan kenyamanan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja depo lokomotif PT. Kereta Api Indonesia Divre I Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelatif dan menggunakan teknik sampling total sampling, dengan sampel sebanyak 43 pekerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD dengan p-value = 0,553 dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan p-value = 0,025, dan kenyamanan dengan p-value = 0,010.