Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH JAWA BARAT DI BIDANG PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PENDAPATAN MENGGUNAKAN TOGAF Diffa, Amira Jauharah; Amalia, Asti; Hanafi, Ridha
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4492

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. TIK dapat digunakan untuk mendorong efektifitas sistem pemerintahan guna meningkatkan pelayanan publik. Salah satu upaya pemerintah guna memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi diistilahkan sebagai e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis lektronik (SPBE). Salah satu wilayah di Indonesia yang menerapkan pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk SPBE adalah Provinsi Jawa Barat pada organisasi perangkat daerah yaitu Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Provinsi Jawa Barat. BAPENDA Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab dalam pengelolaan pendapatan pajak daerah dan tugas pembantuan lain sebagaimana ketentuan peraturang undang-undang. Melalui BAPENDA ini dapat membantu Provinsi Jawa Barat dalam memanfatkan teknologi informasi dalam bentuk SPBE serta berkontribusi dalam menaikan nilai indeks SPBE. BAPENDA Provinsi Jawa Barat sendiri terdiri dari beberapa bidang yang membantu pelayanan pada BAPENDA, salah satunya Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan. Maka sebab itu, penelitian ini berfokus pada Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan pada BAPENDA Provinsi Jawa Barat. Pada penelitian ini bertujuan guna menjalankan perancangan arsitektur Enterprise menggunakan framework TOGAF ADM sebagaimana Surat Edaran Menteri PAN RB No.18 Tahun 2022 terkait penyusunan arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE sebagai dasar penerapan SPBE pada lingkup instansi pemerintahan daerah sebagai dasar penerapan SPBE pada lingkup instansi pemerintahan daerah. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan metode kualitatif deskriptif, dimana perancangan arsitektur Enterprise ini akan menghasilkan blueprint Enterprise Architecture (EA) yang akan menjadi solusi dan panduan Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan melakukan pengembangan sistem informasi serta dihasilkan IT Roadmap yang akan menjadi panduan prioritas dalam melakukan project pada Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan BAPENDA Provinsi Jawa Barat.
INVENTARISASI UMKM IKAN PINDANG DI DUSUN PENGAWISAN DESA SEKOTONG BARAT, KECAMATAN SEKOTONG, LOMBOK BARAT Amalia, Asti; Diniarti, Nanda; Maulidina, Eva; S., Ega; Puspita, Nurhidayah; Wulaningsih, Nabila; Helviana, Ima
Jurnal Wicara Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/n31fj819

Abstract

The community inventory activity in Pengawisan Hamlet, West Sekotong Village, Sekotong District, West Lombok, is part of the KKN-MBKM program which aims The purpose of this activity is to identify the process and production capacity of pindang tuna in Pengawisan Hamlet, to find out the obstacles faced such as raw materials, technology, and marketing, and to encourage innovation and mentoring so that the business can grow, be competitive, and improve the welfare of coastal communities. The method used is a qualitative method with data collection and documentation. The inventory results show that the raw materials are obtained from local fishermen, then processed by smoking using fresh water and salt so that the quality of the fish is maintained and more durable. There are 3 groups of managers of Pindang Tuna MSMEs, consisting of 2-5 people in one group. Where the smallest group has 2 processors and the processed output is 40 baskets/day. For the medium processing group there are 4 processors with the processed output of 100 baskets/day. Meanwhile, the largest processing group consists of five people, producing 280 baskets per day, with the highest distribution at around 40% in the Baretais market. This business adds value to the fishermen's catch and provides a significant source of income for the fish processing community in Pengawisan Hamlet.