Salsabilla, Annisa Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DATA GOVERNANCE DOMAIN DATA QUALITY MENGGUNAKAN DAMA-DMBOKV2 (DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BANDUNG) Alhari, Muhammad Ilham; Salsabilla, Annisa Nur; Sembiring, Asha
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i3.5004

Abstract

Data sekarang sudah menjadi bagian penting bagi perusahaan atau organisasi, mulai dari ilmu, bahkan sampai menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dan strategi bisnis perusahaan. Data dan informasi bukan hanya aset yang diharapkan dapat meningkat nilainya dimasa depan. Melainkan data juga merupakan objek vital bagi setiap organisasi. Data memiliki tiga sifat wajib, yaitu integrity, availability, confidentiality. Ketiga sifat itu harus ada karena jika tidak, maka data tersebut dapat dikatakan tidak valid. Kualitas data juga merupakan hal mutlak yang harus dijaga agar output dari data tersebut, yaitu informasi, dapat menjadi informasi yang berkualitas. Setiap perusahaan, organisasi, ataupun instansi pasti memiliki cara masing-masing dalam mengelola dan menjaga kualitas data mereka. Untuk itu diperlukan standar pengelolaan kualitas yang baik. Data quality management membantu dalam mengelola dan menjaga kualitas data dengan standar operasional yang ada. Penelitian ini berfokus dalam analisis dan penilaian terhadap tata kelola kualitas data di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung dengan berpedoman pada kerangka kerja DAMA-DMBOKv2. Analisis dilakukan untuk membandingkan antara kondisi existing dan targeting yang ingin dicapai. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi berdasarkan GAP Analysis terhadap proses data quality management untuk mengembangkan standar pengelolaan kualitas data agar mencapai tujuan yang diinginkan.
SOSIALISASI LITERASI DIGITAL DAN VILLAGE BRANDING BERBASIS WEBSITE Kusumawati, Aris; Salsabilla, Annisa Nur; Iswantoro, Nazhiva Salma Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25327

Abstract

Abstrak: Inovasi Teknologi Informasi (TI) berbasis potensi lokal desa menjadi perhatian di era digital. Ketertarikan mengadopsi website sebagai media village branding secara tepat meningkatkan kebutuhan sosialisasi terkait literasi digital bagi warga desa. Hal serupa dialami oleh Kelompok Ternak Sumber Pangan Desa Kebonsari yang dikenal sebagai Kampung Bebek dan Telur Asin. Kebutuhan sosialisasi disebabkan karena kurangnya skill dan pengetahuan masyarakat desa terkait teknologi tepat guna. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim abdimas memberikan sosialisasi untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan terkait literasi digital dan village branding kepada 12 warga desa yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap keberlanjutan kelompok ternak. Materi pelatihan disusun berdasarkan target sosialisasi dan karakteristik peserta. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah selama 120 menit oleh tim abdimas. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penyebaran lembar checklist berdasarkan tujuh indikator capaian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan literasi digital dan village branding bagi peserta dengan rata-rata nilai capaian sebesar 83 poin.Abstract: Information Technology (IT) innovation based on local village potential is becoming a concern in the digital era. Interest in adopting websites as village branding media appropriately increases the need for socialization regarding digital literacy for village residents. A similar thing was experienced by the Sumber Pangan Livestock Group in Kebonsari Village, known as the Salted Duck and Egg Village. The need for socialization is caused by the village community's lack of skills and knowledge regarding appropriate technology. Based on these problems, the community service team provided outreach to help the community increase knowledge regarding digital literacy and village branding to 12 village residents who are influential and have an interest in the sustainability of livestock groups. Training materials are prepared based on socialization targets and participant characteristics. Training was provided for 120 minutes by the community service team. Evaluation of activities is carried out by distributing checklist sheets based on seven achievement indicators. The evaluation results show that this socialization was successful in increasing digital literacy and village branding for participants with an achievement score of 83 points.