Sekolah Tanpa Atap dibangun dengan harapan agar anak-anak di Desa Caringin dapat memeroleh pendidikan non formal yang tidak mereka dapatkan di sekolah, khususnya yang berkaitan dengan akhlak dan mental. Anak-anak yang tergabung dalam yayasan ini memiliki latar belakang, rentang usia, dan daya tangkap yang berbeda, beberapa di antaranya bahkan merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kondisi ini lantas membuat para pengajar harus memiliki metode khusus dalam menangani setiap anak.Salah satu cara untuk mengatasi problematika tersebut adalah melalui komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menjelaskan pola interaksi interpersonal di Sekolah Tanpa Atap Desa Caringin, Jatinangor, (2) menjelaskan penerapan pola komunikasi interpersonal berdasarkan nilai-nilai guna meraih tujuan pembinaan peserta didik di Sekolah Tanpa Atap Desa Caringin, Jatinangor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, disertai wawancara terstruktur dengan pendiri yayasan, pengajar, serta peserta didik, observasi non partisipatif, dan dokumentasi kegiatan belajar. Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa pola komunikasi interpersonal yang dilakukan untuk pembinaan peserta didik di sekolah non formal ini berupa komunikasi satu arah, dua arah dan multi arah. Pola komunikasi yang diajarkanberdasarkan pada nilai-nilai pembinaan siswa, meliputi keimanan, budi pekerti, prestasi, demokrasi, kreativitas, kewirausahaan, kesehatan, sastra dan budaya, serta teknologi informasi – komunikasi. Sekolah Tanpa Atap was built with the hope that children in Caringin Village could receive non formal education which they didn’t get from formal school, especially which related to morals and mentality. Children in this foundation came with different background, age, and comprehension, even some of them are children with special needs. This situation pushes the teacher to plan an exceptional method to handle each student. One way to overcome this problem is through interpersonal communication. The purpose of this research is (1) to explain the pattern of interpersonal interaction at Sekolah Tanpa Atap in Caringin Village, (2) to explain the application of interpersonal communication patterns based on values in order to achieve the goal of fostering students at Sekolah Tanpa Atas in Caringin Village. The method used is qualitative descriptive, accompanied by interview, unsystematic observation and documentation. Based on the research, it can be seen that the pattern of interpersonal communication that dominates this school is one-way, two-way and multi-way communication. The communication patterns used to foster students are based on student development values, including faith, character, achievement, democracy, creativity, entrepreneurship, health, literature and culture, as well as Information and Communication Technology.