Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEPIAN DAN PERILAKU PERBANDINGAN SOSIAL Sri Wahyuning Astuti; Yenny Yenny
Jurnal Psikohumanika Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v13i1.1243

Abstract

The development of social media is increasingly massive, forcing more and more interactions from its users. So far, studies on the influence of the use of social media only refer to one particular social media. This study aims to look at the intensity of social media use with loneliness and social comparisons. The sample in this study were social media users using random sampling with the help of google form. The intensity of social media use is measured using the Intensity scale of Social Media Use which has dimensions of attention, appreciation, duration and frequency, while to measure using the UCLA-3 scale, and social comparison is measured using the IOWA, the results show a positive relationship between intensity of social media use. with loneliness and social comparisons. Thus, the higher the intensity of the use of social media, the more it will cause loneliness and make social comparisons to its users.
LEVEL ALEXIYHYMIA PADA REMAJA DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Retno Pangestuti; Nurul Adiningtyas; Sri Wahyuning Astuti
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 5, No 2 (2021): VOL. 5 NO. 2 October 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v5i2.14461

Abstract

Masyarakat Indonesia masuk dalam kategori pengguna media sosial diatas rata-rata global yakni rata rata menggunakan selama 2 jam 24 menit. Tingginya waktu penggunaan tentu membawa pengaruh terhadap penggunanya. Penelitian ini akan melihat intensitas penggunaan media sosial dengan Alexithymia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan subjek penelitian pengguna media sosial yang duduk di kelas Sekolah Menengah Pertama di Wilayah Bandung dan Jakarta. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah convenience sampling dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang significant antara penggunaan media sosial dengan level alexithymia. Gambaran Alecithymia responden berada pada kategori sedang dengan responden laki-laki memiliki level alexithymia yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. 
HUBUNGAN ANTARA PEMILIHAN MEDIA KONVERGENSI SMARTPHONE DENGAN ALIENASI SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MERCU BUANA Sri Wahyuning Astuti
PRoMEDIA Vol 4, No 1 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.668 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i1.1103

Abstract

Smartphone menjadi satu dari media konvergensi yang digunakan untuk mengakses internet. Pengguna Smartphone saat ini, tidak hanya dalam taraf memenuhi kebutuhan komunikasi, namun juga pada taraf adiksi. Ketergantungan akan smartphone tidak hanya menimbulkan masalah fisik namun juga psikis. Selain mengalami kelelahan mata akibat radiasi, individu juga merasa terasing dalam dunianya, karena terlalu lama menggunakan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone dengan tingkat alienasi pada mahasiswa Universitas mercu buana Jakarta.  Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas mercu buana. Sampel penelitian berjumlah 101 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik insidental sampling. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu Skala Alienasi (yang berjumlah 24 aitem valid, α = 0,665) dan Skala Adiksi Smartphone (33 aitem valid, α = 0,818). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara alienasi dengan adiksi smartphone (r= 0,174) Hasil tersebut menunjukkan semakin addict seseorang dengan smartphone maka akan semakin individu merasa terasing dengan dunianya. Sumbangan efektif Adiksi smartphone terhadap alienasi sebesar 17,4% dan sisanya sebesar 82,6% dijelaskan oleh faktor lain.
Hubungan Antara Perempuan, Tayangan infotainment dan Gratifikasi Emosi sri wahyuning astuti
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.788 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.109

Abstract

Televisi dengan segala program acaranya, hampir selalu mendapatkan penggemar fanatiknya. Mulai dari berita, tayangan infotainment hingga reality show. Untuk tayangan yang memiliki rating dan penggemar yang tinggi membuat stasiun televisi menciptakan acara yang sama, dengan sedikit polesan yang berbeda. Hal ini yang terjadi dengan acara infotainment. Acara yang mendapatkan rating tinggi ini secara gamblang mengupas gosip artis maupun public figur. Demi untuk mendongkrang rating, aib dan permasalahan keluarga bahkan diumbar atas nama infotainment. Meski banyak mendapatkan teguran baik dari Komisi Penyiaran Indonesia maupun dari Majelis Ulama Indonesia, namun bergosip dalam kemasan infotainment ini masih banyak digemari sebagain besar masyarakat Indonesia, atas nama hiburan atau sekedar iseng. Menonton Infotainment bagi para penggemarnya seolah menimbulkan “Gratifikasi emosi” atau kepuasaan emosi tersendiri. Sehingga tidak heran tidak ada hari terlewatkan tanpa menonton tayangan Infotainment.   Kata Kunci: Tayangan, Perempuan, Infotainment, Kepuasan
PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE PERMAINAN ULAR TANGGA “AKU ANAK BERANI” (Studi deskripsi komunikasi interpersonal Anak dalam bermain ular tangga “aku anak berani”) sri wahyuning astuti
PRoMEDIA Vol 3, No 2 (2017): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4429.469 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v3i2.801

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dari tahun ke tahun, memaksa semua pihak harus ikut peduli. Tidak hanya keluarga, penanaman pemahaman pendidikan seksual juga harus dilakukan oleh lingkungan pendidik. Guru sebagai pendidik, diharapkan dapat memberikan pemahaman seksual kepada anak didik dengan menggunakan pendekatan yang benar-benar dapat dipahami oleh usia anak-anak. Ada banyak cara dilakukan untuk memberikan pemahaman pendidikan seksual pada anak-anak, diantaranya dengan menggunakan permainan ular tangga. Dengan menggunakan permainan, anak-anak diharapkan dapat menerima pesan yang hendak disampaikan oleh Guru. Pada dasarnya inti pendidikan dan komunikasi adalah sama yakni adanya komunikator dan komunikan. Hanya tujuan yang hendak dicapai yang memiliki sedikit perbedaan. Bermain melalui ular tangga selain menggunakan komunikasi verbal juga menggunakan komunikasi non verbal. Dengan melihat simbol dan gambar, anak diharapkan dapat melakukan proses komunikasi yang tepat sehingga tercapai maksud komunikasi yang akan dilakukan.   Kata kunci: Pendidikan seks, permainan ular tangga, komunikasi interpersonal
BODY SHAMING DI DUNIA MAYA: STUDI NETNOGRAFI PADA AKUN YOUTUBE RAHMAWATI KEKEYI PUTRI CANTIKA Sri Wahyuning Astuti; Yenny Yenny
PRoMEDIA Vol 5, No 1 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.507 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v5i1.1624

Abstract

Body shaming atau mencela orang lain atas penampilan fisik hingga saat ini masih banyak ditemui baik didunia nyata maupun dunia maya. Memberikan komentar baik positif maupun negatif, menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari penggunaan media sosial. Beragam komentar diberikan pelaku body shaming mulai dari penampilan fisik, fat shaming, wajah, kulit tubuh, hidung dan semua yang melekat pada anggota tubuh. Korban body shaming tidak hanya artis terkenal, namun juga influencer maupun pengguna media sosial lain tidak lepas dari komentar netizen. Seperti yang dialami oleh Rahmawati kekeyi putri. Beauty blogger yang mengupload tutorial make up yang “anti mainstream” ini juga mendapatkan body shaming. Penelitian ini, mencoba memetakan jenis dan pola body shaming yang diterima oleh Rahmawati Kekeyi Putri, dengan menggunakan pendekatan netnografi dari youtube milik Rahmawati Kekeyi Putri. Hasil kajian menunjukkan, bahwa masih banyak netizen yang melakukan body shaming, dengan komentar yang beragam. Kata kunci: Body shaming, youtube, beauty vlogger, netnografi Body shaming or denouncing others for their physical appearance is still widely found in both the real world and cyberspace. Giving comments, both positive and negative, becomes a part that is not separated from the use of social media. Various comments were given by the body shaming actors starting from physical appearance, fat shaming, face, skin, nose and all that are attached to the limbs. Body shaming victims are not only famous artists but also influencers and other social media users cannot be separated from netizens' comments. As experienced by Rahmawati kekeyi putri. Beauty bloggers who upload makeup tutorials that are "anti-mainstream" also get body shaming. This research, trying to map the type and pattern of body shaming received by Rahmawati Kekeyi Putri, by using a netnographic approach from youtube owned by Rahmawati Kekeyi Putri. The results of the study show that there are still many netizens who do body shaming, with various comments. Keywords: Body shaming, youtube, beauty vlogger, netnography
EFEK PSIKOLOGIS PENGGUNAAN CONTENT DAN MEDIA KONVERGENSI SMARTPHONE PADA MAHASISWA sri wahyuning astuti; Yenny Yenny
PRoMEDIA Vol 4, No 2 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.345 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i2.1283

Abstract

Perkembangan media komunikasi saat ini telah memasuki era digital. Semua akses dari dan ke sebuah platform media bisa dilakukan melalui genggaman tangan yakni smartphone. Smartphone saat ini menjadi media yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial, dibanding laptop maupun PC, karena dari segi kepraktisan dan kemudahan dalam membawa. Dari tahun ketahun jumlah pengguna smartphone semakin meningkat. Peningkatan ini juga ditandai dengan peningkatan akses terhadap sejumlah platform yang menjadi menu dari sebuah produk digital. Kemudahan penggunaan media digtal ini, memunculkan banyak keluhan dari penggunanya baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran efek psikologis dari penggunaan smartphone yang dialami oleh generasi milenial di universitas mercu buana. Karena efek yang dirasakan bersifat subjektif, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi.Kata kunci: efek psikologis, smartphone, media sosial
VICTIM BLAMING KASUS PELECEHAN SEKSUAL: STUDI NETNOGRAFI PELECEHAN SEKSUALTERHADAP VIA VALEN DI INSTAGRAM Sri Wahyuning Astuti; Dyah Pradoto; Gustina Romaria
PRoMEDIA Vol 5, No 1 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.779 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v5i1.1625

Abstract

Kasus pelecehan seksual di dunia maya dari tahun ke tahun jumlahnya semakin bertambah. Pelecehan daring paling banyak berasal dari aplikasi sosial media yakni sebanyak 66%, sedangkan 22% berasal dari kolom komentar. Seperti yang dialami oleh Via vallen, yang mendapatkan pelecehan seksual yang berupa seduction, yakni rayuan seksual, sensual yang diucapkan secara senonoh.  Keberanian Via vallen yang mengungkap kasus yang dialaminya di media sosial, justru menuai victim blaming. Sebagai korban Via justru banyak disalahkan oleh netizen. Penelitian ini mencoba memetakan Victim Blaming yang dialami oleh Via Vallen atas kasus pelecehan seksual yang menimpanya, berdasarkan komentar netizen dari instagram yang dimuat oleh akun gosip @lambeturah. Penelitian dengan menggunakan pendekatan netnografi, yakni mencoba memahami tipe dari relasi sosial pada instagram. Hasil kajian menunjukkan, bahwa masih banyak netizen yang melakukan victim blaming atas kasus pelecehan seksual yang menimpa Via Valen. Kata kunci: victim blaming, via vallen, netnografi, pelecehan seksual AbstractCases of sexual abuse in cyberspace are increasing from year to year. Most online harassment comes from social media applications, namely as much as 66%, while 22% comes from the comments column. As experienced by Via vallen, who get sexual harassment in the form of seduction, namely sexual, sensual seduction spoken profusely. Courage Via vallen which revealed her case on social media, it even resulted in victim blaming. As a Via victim, many are blamed by netizens. This research tries to map Victim Blaming experienced by Via Vallen over sexual abuse cases that happened to him, based on comments from netizens from Instagram that were loaded by gossip accounts @ lambeturah. Research using a netnographic approach, namely trying to understand the type of social relations on Instagram. The results of the study show that there are still many netizens who victimize blaming over cases of sexual abuse that afflict Via Valen. Keywords: victim blaming, via vallen, netnography, sexual abuse
HUBUNGAN ANTARA MOTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPUASAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI GENERASI MILENIAL sri wahyuning astuti; Atwar Bajari; Atie Rachmiatie; Anter Venus
PRoMEDIA Vol 5, No 2 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v5i2.2358

Abstract

A stable person is described as a person who is able to establish positive interpersonal relationships. Interpersonal relationships are built through interpersonal communication. The way a person chooses motives in interpersonal communication is believed to be able to influence their satisfaction in communicating. Interpersonal communication motives are a reason for someone to be involved in communication and how someone communicates. 6 motives are the reasons for a person to communicate, namely pleasure, affection, inclusion, escape, relaxation and control (A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Millennial as a generation that stands out in terms of numbers has several uniqueness and weaknesses. One of the salient weaknesses of this generation, which is almost half of Indonesia's population, is the inability to establish interpersonal communication. This inability, of course, affects the satisfaction of their communication and interpersonal relationships.This research will try to find a relationship between interpersonal communication motives with relationship satisfaction and millennial interpersonal communication in Indonesia. The subjects in this study are the millennial generation in high school in the south Jakarta area, aged 15-19 years. (Howe, 2014). Data was collected using a Motive Interpersonal Communication Scale consisting of 27 items (R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988) and Communication Satisfaction Scale consisting of 18 items. (Hecht, 1978)  To calculate data from this study using SEM analysis. In addition to seeing the relationship between the two variables, also to find out the dimensions of each research relationship. The results revealed a positive relationship between the selection of interpersonal communication motives with interpersonal communication satisfaction with a CR value of 8.942 and an etimate value of 0.401Keywords: interpersonal communication satisfaction, millennial generation, communication motives. Relationship satisfactionAbstrak            Pribadi yang stabil digambarkan sebagai pribadi yang mampu menjalin hubungan interpersonal secara positif. Hubungan interpersonal diantaranya dibangun melalui komunikasi interpersonal. Cara seseorang memilih motif dalam melakukan komunikasi interpersonal, dipercaya mampu mempengaruhi kepuasaan mereka dalam berkomunikasi. Motif komunikasi interpersonal adalah alasan seseorang untuk terlibat dalam komunikasi dan bagaimana seseorang melakukan komunikasi. 6 motif menjadi alasan seseorang melakukan komunikasi, yakni kesenangan, kasih sayang, inklusi, pelarian, relaksasi dan kontrol.(A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Milenial sebagai generasi yang menonjol dari segi jumlah memiliki beberapa keunikan maupun kelemahan. Salah satu kelemahan yang menonjol yang dimiliki oleh generasi yang jumlahnya hanpir separuh dari jumlah penduduk Indonesai ini adalah ketidakmampuan menjalin komunikasi interpersonal. Ketidakmampuan ini,tentu saja mempengaruhi kepuasaan komunikasi dan hubungan interpersonal mereka.            Riset ini akan mencoba mencari hubungan antara motif komunikasi interpersonal dengan kepuasan hubungan dan komunikasi interpersonal milenial di Indonesia. Subyek dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang ada Sekolah Menengah Atas di wilayah jakarta selatan yang berumur 15-19 tahun. (Howe, 2014).             Data diambil dengan menggunakan Skala Motif komunikasi antar pribadi yang terdiri dari 27 item(R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988)  dan Skala Kepuasan Komunikasi yang terdiri dari 18 item. (Hecht, 1978)  Untuk menghitung data dari penelitian ini menggunakan analisis SEM. Selain untuk melihat hubungan antara kedua variabel, juga untuk mengetahui hubungan perdimensi dari masing-masing skala penelitian.  Hasil penelitian mengungkap ada hubungan positif antara pemilihan motif komunikasi antarpribadi dengan kepuasaan komunikasi interpersonal dengan nilai CR= 8,942 dan nilai etimate 0,401 Kata Kunci: kepuasan komunikasi antar pribadi, generasi milenial, motif komunikasi. Kepuasaan hubungan
Pengaruh Intensitas Penggunaan Tik Tok Terhadap Gratifikasi Penggunanya Sri Wahyuning Astuti; Dyah Sri Subandiah
PRoMEDIA Vol 7, No 1 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i1.4459

Abstract

AbstractThe TikTok application until April 2020 has increased its usage to reach 2 billion downloads. Indonesia is the country with the highest number of Tik Tok downloaders in the world. In a day 100 videos or about 39 minutes are used by Tik Tok users in Indonesia watching videos. This study aims to determine the motives for selecting media (uses and gratification) with the habits of Tik Tok users. Of the 6 motives that underlie media selection (uses and gratification), the results of the study reveal that most tik tok users in Indonesia have a motive to seek information and spend time. In addition, there was a positive relationship between the choice of the motive for using Tik Tok with user habits with a correlation value of p <0.005 and R = .662.Keywords : Tik Tok, Uses and Gratification, User HabitAbstraksiAplikasi TikTok hingga April 2020 mengalami peningkatan penggunaan hingga mencapai 2 Milyar unduhan. Indonesia menjadi negara dengan jumlah pengunduh Tik Tok terbanyak di dunia.  Dalam sehari 100 video atau sekitar 39 menit digunakan oleh pengguna Tik Tok di Indonesia menyaksikan video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif pemilihan media (uses and gratification) dengan kebiasaan pengguna Tik Tok. Dari 6 motif yang mendasari pemilihan media (uses and gratification), hasil penelitian mengungkap sebagian besar pengguna tik tok di Indonesia memiliki motif untuk mencari informasi, dan menghabiskan waktu. Selain itu didapatkan hubungan yang positif antara pemilihan motif penggunaan Tik Tok dengan kebiasaan pengguna dengan nilai korelasi p < 0,005 dan R= .662.Kata Kunci: Tik Tok, Uses and Gratification, Intensitas Penggunaan
Co-Authors Adiningtyas, Nurul Akbar, Muhammad Alif Amalia Djuwita Amna, Lutfiya Anter Venus Aptiyanti, Melani Asyhar, Sayyidah Rafida Atie Rachmiatie Atwar Bajari Azmi, Rayhan Muhammad Bustami, Mohammad Reevany Caesar Mukti Al Ghozali Choiria Anggraini Christiany Suwartono Dearly Dearly, Dearly Dedi Kurnia Syah Putra Devi, Sayu Gede Nayaka Prajna Dewi K.Soedarsono Dhani Irmawan Dinanti, Aurelia Dara Dyah Pradoto Dyah Sri Subandiah Dyah Sri Subandiah Egavitarsyah Annuril Akbar Fadilah, Riza Fariz Dharma Syahputra Fasya, Allysa Chiquita Fathurrohman, Fauzan Febriansyah, Mochamad Firdaus, Moh Honey Gathan, Muhammad Ghozali, Caesar Mukti Al Hadi Purnama, Hadi Hana, Jessica Melly Imran, Ayub Ilfandhy Istiqomah Joynicholl Judson Sakai Karimani, Ghina Sakha Komala, Putri Laila Meiliyandrie Indah Wardani Lingga, Nindya Elsanora Lucy Pujasari Supratman Maharani, Fani Maharani, Kadek Ayu Maretha Devi Martha Tri Lestari Meidini, Bidi Ashri Mochamad Rafi MTW, Leila Mukti Al Ghozali, Caesar Mupiza, Bintar Nabila Yasmin Aulia Nabila, Isnaini Amirotu Nayaka, Sayu Gede Nofha Rina Nugraheni, Hayu Prima Widi Nugroho, Lidia Nur Ardelia Nurhayani Saragih Nurul Adiningtyas Pangestuti, Retno Putri, Ananda Safira Riza Putri, Desca Angelina Rafsan Prasida Ramadhan, Muhammad Zidan Dwi Reni Nuraeni, Reni Reselina, Sena Rizki Dawanti Romadhona, Putri Cyntya Awalia Romaria, Gustina Roro Retno Wulan Sabrina, Hanisa June Sabrina, Wilda Aula Salsabila, Shyiva Sarah Sari, Nirwana Ayunda Sena Reselina Sheren, Sheren Sukendar, Shabilla Noor Shaharani Putri Teuku Nanda Faris Maulana Tita Melia Milyane Tsaqif, Muh. Alif Abid Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri Yenny . Yenny Yenny YENNY YENNY Yenny, Yenny Zahran Kamal Muharam