Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Mutu Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia (SOCFINDO) Kebun Aek Loba Khairun nisa; Irvina M. Nuh Siagian; Wiwik Sundari; Leni Widiarti
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.690

Abstract

Mutu kelapa sawit meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoranRendahnya mutu minyak kelapa sawit sangat ditentukan oleh banyak faktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu titrasi alkalimetri untuk analisis asam lemak bebas (ALB) dan metode pemanasan untuk analisa kadar air dan kadar kotoran. Hasil dari penelitian ini yaitu kadar ALB pada sampel CPO DT Fresh adalah 2,23%, pada sampel CPO ST 24 jam adalah 2,35%, pada sampel CPO ST 4 hari adalah 2,46% dan pada sampel CPO ST 6 hari adalah sebesar 2,49%. Analisis kadar air pada sampel CPO Fresh 0,13%, CPO ST 24 Jam 0,8%, CPO ST 4 dan 6 hari yaitu 0,6%. Dan analisis kadar kotoran CPO DT Fresh adalah 0,02%, CPO ST 24 jam dan 4 hari 0,03% dan CPO ST 6 hari adalah 0,04%. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu kadar ALB pada masing-masing sampel mengalami kenaikan sampel CPO 24 jam sebesar 0,5%, 4 hari sebesar 0,16% dan 6 hari sebesar 0,19% sedangkan Analisa kadar kotoran dan analisis kadar kotoran CPO, masing-masing sampel mengalami penurunan 24 jam sebesar 0,03%, 4 hari sebesar 0,03% dan 6 hari sebesar 0,04%.
Penurunan Kadar Tembaga (Cu) dengan Biostimulasi Glukosa pada Bakteri Indigenous dari Sungai Bedera Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara Resti Ayunda Lubis; Rizki Amelia Nasution; Leni Widiarti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18072

Abstract

Sungai Bedera adalah sungai yang tergolong tercemar logam berat akibat pembuangan limbah rumah tangga dan industri yang memiliki kadar logam berat tembaga (Cu) yang tinggi yaitu 0,6518 mg/L. Cara yang dilakukan untuk menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu) adalah dengan memanfaatkan bakteri Indigenous. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri indigenous dari Sungai Bedera dan menguji kemampuannya dalam menurunkan kadar Cu. Bakteri Indigenous diberi perlakuan dengan nutrisi tambahan yaitu biostimulan glukosa. Metode yang dilakukan yaitu isolasi bakteri indigenous, uji resistensi bakteri dengan menghitung nilai Optical Density (OD) menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan proses penurunan kadar logam berat (Cu) dilakukan dengan metode SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil uji menggunakan One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata antarperlakuan (Sig. < 0,05). Empat genus bakteri indigenous yang berhasil diidentifikasi memiliki kemampuan menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu) yaitu Enterococcus, Bacillus, Corynebacterium, dan Staphylococcus. Persentase penurunan Cu tanpa biostimulan glukosa pada masing-masing bakteri Enterococcus, Bacillus, Corynebacterium dan Staphylococcus adalah 51,49%, 40,65%, 29,39%, dan 20,70%. Persentase penurunan Cu dengan penambahan biostimulan glukosa pada masing-masing bakteri Bacillus, Enterococcus, Staphylococcus dan Corynebacterium adalah (77,60%), (72,28%), (66,66%), dan (60,63%). Bakteri indigenous yang paling tinggi dalam menurunkan kadar tembaga (Cu) dengan penambahan biostimulan glukosa adalah Bacillus dengan persentase penurunan 77,60% dan bakteri indigenous yang paling rendah dalam menurunkan kadar tembaga (Cu) tanpa penambahan biostimulan glukosa adalah Staphylococcus dengan persentase penurunan 20,70%. Kata kunci : Bakteri Indigenous, Biostimulan, Logam Berat Tembaga (Cu), dan Sungai Bedera