Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN SENI TARI MELATIH KECERDASAN KINESTETIK ANAK Martini, Otin
Jurnal Seni Makalangan Vol 10, No 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2708

Abstract

Pembelajaran seni tari untuk anak usia dini bertujuan untuk melatih motorik anak, melatih perkembangan kognitif, afektif, melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi, melatih minat, bakat dan kreativitas anak untuk dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kecerdasan kinestetik anak sebelum mengikuti proses pembelajaran seni tari, bagaimana proses penerapan pembelajaran seni tari untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak, bagaimana kecerdasan anak setelah diterapkannya pembelajaran seni tari. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pembelajaran seni tari dengan judul Tari Balonku kepada lima orang anak yang berusia 4-5 tahun di TK Aryandini 3 yang berlokasi di Margahayu Raya, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Metode yang yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil anak-anak sebelum mengikuti pembelajaran seni tari yang mengacu pada unsur wiraga, wirahma dan wirasa, diperoleh nilai rata-rata unsur wiraga 61.6, rata-rata unsur wirahma 59.8, serta rata-rata unsur wirasa 55. Setelah dilakukan penerapan pembelajaran seni tari, nilai rata -rata wiraga menjadi 89.9, wirahma menjadi 87.2, dan nilai wirasa menjadi 80. Dari hasil penilaian tersebut ada peningkatan untuk rata-rata perolehan wiraga naik 28 poin, wirahma naik 27.4 poin dan wirasa naik 25 poin. Hasil menyimpulkab bahwa pembelajaran seni tari mempunyai dampak untuk melatih kecerdasan kinestetik anak melalui penilaian wiraga, wirahma dan wirasa. ABSTRACT LEARNING THE ART OF DANCE TRAINING CHILDREN'S KINESTHETIC INTELLIGENCE, June 2023. Learning the art of dance for early childhood aims to train children's motor skills, train cognitive, affective, train development of social-emotional, communication, train children's interests, talents and creativity to be able to improve children's kinaesthetic intelligence. This study aims to find out how the condition of children's kinaesthetic intelligence before participating in the dance learning process, how the process of applying dance learning to improve children's kinaesthetic intelligence, how the children's intelligence after the application of dance learning. This research has been conducted on the application of dance learning with the dance title is My Balloon to 5 children aged 4-5 years at Aryandini 3 Kindergarten located in Margahayu Raya, Sekejati, Buah Batu District, Bandung City. The method used in this research is descriptive analysis using a qualitative approach. The techniques of collecting data are interviews, observation and documentation. The analysis of this research has been carried out through collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the results of the assessment of children before the application of dance learning which refers to the assessment of wiraga, wirahma and wirasa elements, obtained the average score of wiraga is 61.6, the average score of wirahma is 59.8, and the average score of wirasa is 55. Meanwhile after the application of dance learning, the average score of wiraga is 89.9, the average score of wirahma is 87.2, and the average score of wirasa is 80. The result of this assessment shows the increase in the average of wiraga to 28 points, wirahma to 27.4 points, and wirasa to 25 points. The conclusion of the result of dance learning study shows that the result of the assessment of children before and after participating in dance learning has improved. The impact of learning dance art to train children's kinaesthetic intelligence through assessments wiraga, wirahma and wirasa increases. Keywords: Learning, My Balloon Dance, Kinaesthetic Intelligence, Children Aged 4-5 Years.
PEMBELAJARAN SENI TARI MELATIH KECERDASAN KINESTETIK ANAK Martini, Otin
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2708

Abstract

Pembelajaran seni tari untuk anak usia dini bertujuan untuk melatih motorik anak, melatih perkembangan kognitif, afektif, melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi, melatih minat, bakat dan kreativitas anak untuk dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kecerdasan kinestetik anak sebelum mengikuti proses pembelajaran seni tari, bagaimana proses penerapan pembelajaran seni tari untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak, bagaimana kecerdasan anak setelah diterapkannya pembelajaran seni tari. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pembelajaran seni tari dengan judul Tari “Balonku” kepada lima orang anak yang berusia 4-5 tahun di TK Aryandini 3 yang berlokasi di Margahayu Raya, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Metode yang yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil anak-anak sebelum mengikuti pembelajaran seni tari yang mengacu pada unsur wiraga, wirahma dan wirasa, diperoleh nilai rata-rata unsur wiraga 61.6, rata-rata unsur wirahma 59.8, serta rata-rata unsur wirasa 55. Setelah dilakukan penerapan pembelajaran seni tari, nilai rata -rata wiraga menjadi 89.9, wirahma menjadi 87.2, dan nilai wirasa menjadi 80. Dari hasil penilaian tersebut ada peningkatan untuk rata-rata perolehan wiraga naik 28 poin, wirahma naik 27.4 poin dan wirasa naik 25 poin. Hasil menyimpulkab bahwa pembelajaran seni tari mempunyai dampak untuk melatih kecerdasan kinestetik anak melalui penilaian wiraga, wirahma dan wirasa. ABSTRACT LEARNING THE ART OF DANCE TRAINING CHILDREN'S KINESTHETIC INTELLIGENCE, June 2023. Learning the art of dance for early childhood aims to train children's motor skills, train cognitive, affective, train development of social-emotional, communication, train children's interests, talents and creativity to be able to improve children's kinaesthetic intelligence. This study aims to find out how the condition of children's kinaesthetic intelligence before participating in the dance learning process, how the process of applying dance learning to improve children's kinaesthetic intelligence, how the children's intelligence after the application of dance learning. This research has been conducted on the application of dance learning with the dance title is “My Balloon” to 5 children aged 4-5 years at Aryandini 3 Kindergarten located in Margahayu Raya, Sekejati, Buah Batu District, Bandung City. The method used in this research is descriptive analysis using a qualitative approach. The techniques of collecting data are interviews, observation and documentation. The analysis of this research has been carried out through collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the results of the assessment of children before the application of dance learning which refers to the assessment of wiraga, wirahma and wirasa elements, obtained the average score of wiraga is 61.6, the average score of wirahma is 59.8, and the average score of wirasa is 55. Meanwhile after the application of dance learning, the average score of wiraga is 89.9, the average score of wirahma is 87.2, and the average score of wirasa is 80. The result of this assessment shows the increase in the average of wiraga to 28 points, wirahma to 27.4 points, and wirasa to 25 points. The conclusion of the result of dance learning study shows that the result of the assessment of children before and after participating in dance learning has improved. The impact of learning dance art to train children's kinaesthetic intelligence through assessments wiraga, wirahma and wirasa increases. Keywords: Learning, My Balloon Dance, Kinaesthetic Intelligence, Children Aged 4-5 Years.
Integrasi Seni Tari sebagai Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Pendidik PAUD Martini, Otin; Kurnia Putri, Sheila; Ayu Candrawati, Ajeng
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1743

Abstract

Kualitas pendidik anak usia dini memainkan peran penting dalam membentuk pendidikan awal yang efektif dan bermakna. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi profesional guru PAUD melalui inovasi pembelajaran berbasis seni tari. Pendekatan pembelajaran yang inovatif sangat diperlukan untuk mendorong para pendidik mengadopsi metode yang selaras dengan kebutuhan perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengintegrasikan tari dalam pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari tidak hanya menjadi alat untuk pengembangan motorik dan emosional, tetapi juga mampu mendorong kreativitas, keterlibatan siswa, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Guru menunjukkan peningkatan antusiasme, pemahaman terhadap kurikulum, serta kepercayaan diri dalam menerapkan pembelajaran holistik berbasis seni. Program ini juga mendorong praktik reflektif dan kolaborasi antar guru. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk model pengembangan kapasitas guru yang memanfaatkan seni budaya dan manajemen partisipatif, serta menawarkan wawasan baru untuk pengembangan profesional berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini.