Lubis, Menti Riani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Kurikulum Pemuda Berdasarkan Problem Centered Curriculum Design Dalam Meningkatkan Kesadaran Tentang Bahaya Seks Bebas Sinaga, Rut Yesika; Tumengkol, Really Pelita; Lubis, Menti Riani
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2074

Abstract

Masa muda adalah masa keemasan, di mana semangat yang membara, kekuatan fisik yang mendukung adalah ciri khas dari seorang pemuda. Namun pada kenyataannya, banyak pemuda yang tidak bisa menahan godaan untuk terus berbuat sesuai keinginan daging, seperti seks bebas. Di sisi lain, orangtua dan pendidik juga menganggap bahwa pendidikan seks adalah sebuah hal yang memalukan, sehingga enggan untuk mengajarkanya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kurikulum dalam meningkatkan kesadaran pemuda Kristen tentang bahaya seks bebas dan bagaimana seharusnya seksual yang benar menurut Alkitab dengan menggunakan desain kurikulum berpusat pada masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah terciptanya sebuah kurikulum pemuda dalam rangka meningkatkan kesadaran pemuda tentang bahaya seks dan bagaimana hidup dalam kekudusan seksual dengan menggunakan desain kurikulum berpusat pada masalah (Problem Centered Curriculum Design).
Penguatan Identitas Bangsa melalui Pendidikan Multikultural Tinjauan Lanjutan dari Galatia 5:22-23: Menurut Prespektif Sosiologi Lubis, Menti Riani
JURNAL KADESI Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v6i2.91

Abstract

Indonesia, a country rich in social, ethnic, linguistic and religious diversity, has upheld solidarity in diversity since independence in 1945. The motto "Bhineka Tunggal Ika" serves as a reminder of the importance of respecting cultural, religious, ethnic and racial diversity. Multicultural education, according to Agustian, is an approach that highlights social pluralism and differences in various aspects. It should be taught from an early age in order to create an inclusive and supportive learning environment. Multicultural education also aims to uphold fundamental rights, norms of justice and intercultural understanding, which in turn strengthens social cohesion and national identity. The research method used in this article is a descriptive qualitative literature review. This article examines the strengthening of national identity through multicultural education using a sociological approach and applying principles from Galatians 5:22-23 such as love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness and self-control. The results show that multicultural education promotes values such as equality, inclusion and justice, which are important for building a peaceful and inclusive society. The implementation of Galatians 5:22-23 values in multicultural education can be done through curriculum development, teacher training and activities that encourage interaction between students from different cultural backgrounds. In conclusion, multicultural education plays an important role in strengthening national identity by instilling values of togetherness and respect for differences, as well as strengthening social cohesion and national identity.