Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EKOKRITIK SASTRA LISAN DALAM MITOS GUNUNG PEGAT DI WONOGIRI Aprianto, Hendra
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v9i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mitos Gunung Pegat dalam melestarikan lingkungan, memperkuat identitas budaya, dan memandu perilaku manusia dalam menjaga harmoni dengan alam. Mitos Gunung Pegat terdapat di beberapa daerah Indonesia, seperti Gunung Pegat di Ponorogo, Gunung Pegat di Blitar, dan Gunung Pegat di Wonogiri. Dalam penelitian ini lebih berfokus ke Gunung Pegat di Wonogiri. Cerita lisan yang turun temurun dari nenek moyang merupakan bentuk produk budaya dengan makna tersirat—yaitu untuk keberlangsungan alam dan hutan. Metode dalam pengumpulan data yaitu dengan menggunakan studi pustaka disertai dengan wawancara penduduk lokal Wonogiri. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dikarenakan objek data berupa satuan-satuan bahasa, kata, dan frasa. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma ekokritik yang digagas oleh Greg Garrard. Ekokiritk Garrad menggagas enam sudut pandang yaitu 1) Polusi (pollution), 2) Hutan belantara (Wildness), 3) Bencana (Apocalypse), 4) Tempat tinggal (Dwellings), 5) Hewan (Animals), dan 6) Bumi (The earth). Hasil analisis menunjukkan bahwa mitos ini bukan hanya merupakan cerita turun-temurun, tetapi juga cerminan dari hubungan yang kompleks antara manusia, lingkungan, dan makhluk hidup di sekitarnya. Mitos Gunung Pegat memberikan wawasan tentang kearifan lokal, kepercayaan pada keseimbangan alam, dan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Dengan adanya artikel ini semoga bisa menjembatani penelitian yang berkelanjutan mengenai Gunung Pegat di daerah lain dan sebagai bahan referensi mengenai makna yang terdapat dalam tradisi lisan.