Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Partial Least Square Second Order dengan Pendekatan Two Stage untuk Mengukur Tingkat Adopsi Digital UMKM Sakinah, Awit; Listiani, Lina; Agustina, Nova
Journal of Mathematics, Computations and Statistics Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 07 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jmathcos.v7i2.4266

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Tasikmalaya have a relatively low rate of technology adoption, particularly in e-commerce. Initial survey results show that 66% of MSMEs supported by the Tasikmalaya Kamar Dagang Industri (KADIN) have not been able to leverage e-commerce adoption. This limitation significantly impacts the growth of MSMEs and their ability to compete in a market increasingly integrated with digital technology. This study aims to analyze the factors influencing the adoption of e-commerce by MSMEs in Tasikmalaya using the Technology Acceptance Model (TAM). The analysis method employs Partial Least Square (PLS) Second Order, as the variables in TAM are multidimensional. The second-order approach selected is the two-stage method, which can minimize residuals of correlated indicators. Data were collected using simple random sampling with a rule-of-thumb sample size of 145 MSMEs. The study results indicate a significant influence of self-efficacy on perceived usefulness and perceived ease of use. There is also a significant influence of perceived ease of use on perceived usefulness. Additionally, perceived usefulness and perceived ease of use significantly and positively influence attitudes toward e-commerce adoption among MSMEs, with a total influence of 87.2%. Furthermore, there is a significant influence of perceived usefulness and attitude towards e-commerce adoption on intention to adopt e-commerce by 91.5%. The intention to use e-commerce significantly affects actual use (adoption) by 91.1%. This indicates that the more positive the perception of usefulness and ease of technology, the higher the intention and actual use of e-commerce technology by MSMEs. To increase e-commerce adoption among Tasikmalaya MSMEs, training on user-friendly e-commerce platforms and intensive mentoring is needed to enhance the self-efficacy of MSME actors in utilizing technology.
PERPUSTAKAAN DIGITAL BERBASIS WEBSITE DI SMK AL-KHOERIYAH KOTA TASIKMALAYA nurjanah, eka; sakinah, awit marwati; listiani, lina
JUMIKA (Jurnal Manajemen Informatika) Vol 12, No 1 (2025): JUMIKA
Publisher : LPPM STMIK DCI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51530/jumika.v12i1.951

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pendidikan. Salah satu inovasi yang penting adalah implementasi perpustakaan digital berbasis website. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem perpustakaan digital berbasis website di SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya guna meningkatkan efisiensi pengelolaan perpustakaan, mempermudah akses informasi, dan mendukung proses belajar mengajar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), serta implementasi sistem menggunakan teknologi berbasis web seperti PHP, MySQL, dan framework pendukung lainnya. Sistem ini memungkinkan pengguna, baik siswa maupun guru, untuk mencari, meminjam, dan mengelola koleksi buku secara online. Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur pengelolaan data buku, peminjaman, pengembalian, serta laporan aktivitas perpustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan digital berbasis website ini mampu meningkatkan efisiensi administrasi perpustakaan dan mempermudah pengguna dalam mengakses informasi koleksi buku. Sistem ini juga memberikan pengalaman yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan era digital.Kata kunci: perpustakaan digita, website, sistem informasi.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN SUPPLIER GULA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS listiani, lina; sakinah, awit marwati
JUMIKA (Jurnal Manajemen Informatika) Vol 12, No 1 (2025): JUMIKA
Publisher : LPPM STMIK DCI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51530/jumika.v12i1.952

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan usaha yang didirikan oleh individu atau kelompok kecil dengan skala usaha kecil. Salah satu peran penting UMKM adalah pendorong perekonomian lokal diindonesia. UMUM menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggangguran karena menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Upaya pemerintah untuk meningkatkan skill pelaku UMKM dengan mengadakan pelatihan, pendanaan usaha, dan pemasaran secara berkelanjutan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memilih supplier gula karena kesalahan pemilihan bahan akan berpengaruh terhadap hasil akhir produksi. Industri makanan dituntut untuk konsisten terhadap kualitas produk terutama rasa. Kualitas produk berpengaruh pada penjualan produk. Pemilihan supplier gula harus berdasarkan kriteria tertentu supaya keputusan yang diambil obyektif. Penelitian yang dilakukan menerapkan metode TOPSIS untuk membantu pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan jarak alternatif dangan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Alternatif terpilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal negatif dan jarak terjauh dengan solusi negatif. Kriteria yang digunakan meliputi kualitas, harga, waktu pengiriman, jarak, tempo pembayaran, flexibilitas. Alternatif yang dinilai merupakan mitra yang telah lama bekerja sama. Hasil penerapan metode TOPSIS supplier terpilih adalah koperasi suka hati dengan nilai preferensi tertinggi yaitu 0,5739.Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, Supplier gula.
Sistem Seleksi Calon Penerima Bantuan Rehabilitasi Rumah Dengan Kombinasi Metode AHP-TOPSIS (Studi Kasus : Desa Saguling) Julian Pramana, Hendri; Febriani, Nelis; Listiani, Lina; Rahmawati, Alvi
Informatics and Digital Expert (INDEX) Vol. 5 No. 2 (2023): INDEX, November 2023
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/index.v5i1.1571

Abstract

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (R-RUTILAHU) adalah program bantuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni sebagai unsur peningkatan kesejahteraan sosial dalam Penanggulangan Kemiskinan. Dalam pemilihan penerima bantuan R-RUTILAHU ini memiliki beberapa tahapan yaitu tahapan seleksi administrasi dan kesesuaian kriteria yang ditetapkan, terdapat 13 kriteria yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jumlah tanggungan, luas bangunan, bentuk rumah, kondisi rumah, sumber air bersih, penerangan rumah, bahan bakar dapur, kepemilikan surat tanah, toilet (MCK), penghasilan perbulan, material atap, material dinding, material lantai guna menghasilkan penerima bantuan yang tepat sasaran. Banyaknya kriteria yang digunakan maka diperlukan sebuah sistem berbasis web untuk membantu menemukan keputusan yang tepat dan cepat melalui penilaian yang objektif dengan mengkombinasikan perhitungan metode AHP dan TOPSIS, metode AHP digunakan untuk menghitung kriteria penilaian R-RUTILAHU di Kantor Kepala Desa Saguling dan metode TOPSIS digunakan untuk menentukan calon penerima bantuan yang paling ideal di Kantor Kepala Desa Saguling. Kombinasi ini dipilih karena dapat menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis dengan nilai yang konsisten
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien BPJS Pada Pelayanan Persalinan di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Listiani, Lina; Fevatridiyawati, Fevatridiyawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11229

Abstract

ABSTRACT Satisfaction from customers is the main indicator of facility standards to be used as a measure of service quality and service quality in order to provide satisfaction to patients and customers. If the service is low, it will have an impact on customer visits and can affect the profitability of existing health facilities. However, the results of interviews with 10 patients using BPJS found that 4 (40%) said they were satisfied. Whereas in patients with a total of 6 (60%) people complained of dissatisfaction with the regulations set. To find out the Quality of Service for BPJS patients in delivery services at the Pulogadung sub-district health center in 2023. This type of research is a quantitative study of correlation research design with a cross sectional survey approach method. The research was conducted from March to May at the Batujaya Karawang Community Health Center in 2023. The population in this study were all inpatients using BPJS Health at PONED (Basic Emergency Obstetrics and Neonatal Services) in March-May 2023 with a total of 30 respondents. Sampling technique total sampling method. The data were analyzed using univariate analysis of the distribution and bivariate analysis of the chi square test. The results of univariate research from 30 respondents, overall the patient assessed as many as 19 respondents (63.3%), whereas in the majority tangible aspect, 19 respondents (63.3%) were not satisfied with the majority of 18 respondents (60.0%), in the aspect of responsiveness the majority did not satisfy as many as 20 respondents (66.7%), in the aspect of assurance the majority did not satisfy as many as 18 respondents (60.0%), in the aspect of responsiveness the majority did not satisfy as many as 20 respondents (66.7%), in the aspect of assurance the majority did not satisfy as many as 18 respondents (60.0%), in the aspect of responsiveness the majority did not satisfy as many as 20 respondents (66.7%), in the aspect of the majority, the majority aspects were not satisfying as many as 18 respondents (60.0%). In aspect empathy the majority did not satisfy 18 respondents (60.0%). The results of the bivariate study showed a relationship between age (p = 0.009), education (p = 0.015), occupation (p = 0.007), parity (p = 0.023), member status (p = 0.002), and length of time being a member (p = 0.259) with the satisfaction level of BPJS patients who receive delivery services at the Pulogadung District Health Center, Jakarta. There is a relationship between age, education, occupation, parity, BPJS status, and the satisfaction level of patients receiving delivery services. There is no relationship between being a member and the satisfaction level of patients receiving delivery services. Keywords: Patient Satisfaction, BPJS, Delivery ServicesABSTRAK Kepuasan dari pelanggan merupakan suatu adalah indikator utama pada standar fasilitas guna digunakan sebagai ukuran akan kualitas pelayanan dan mutu pelayanan guna dapat memberikan kepuasan pada pasien dan pelanggan. Apabila layanan yang rendah maka akan berdampak pada kunjungan pelanggan serta dapat berpengaruh pada protabilitas fasilitas kesehatan yang ada. Namun, Hasil wawancara dengan 10 pasien pengguna BPJS didapatkan bahwa 4 (40%) orang tersebut mengatakan dirinya merasa puas. Sedangkan pada pasien dengan jumlah 6 (60%) orang tersebut mengeluhkan kurang puas dengan adanya peraturan yang ditetapkan. Untuk mengetahui Kualitas Pelayanan pasien BPJS pada pelayanan persalinan di puskesmas kecamatan pulogadung tahun 2023. Jenis pada penelitian adalah penelitian kuantitatif desain penelitian korelasi dengan metode pendekatan cross sectional survey. Penelitian dilakukan bulan maret sampai dengan mei di Puskesmas Batujaya Karawang tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pengguna BPJS Kesehatan di PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar) pada bulan maret-mei 2023 sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel teknik metode total sampling. Adapun data dianalisis menggunakan Analisis univariat distribusi dan analisis bivariat uji chi square. Hasil penelitian univariat dari 30 responden, secara keseluruhan pasien menilai tidak memuaskan sebanyak 19 responden (63,3%), sedangkan pada aspek tangible mayoritas tidak memuaskan sebanyak 19 responden (63,3%), pada aspek reliability mayoritas tidak memuaskan sebanyak 18 responden (60,0%), pada aspek responsiveness mayoritas tidak memuaskan sebanyak 20 responden (66,7%), pada aspek assurance mayoritas tidak memuaskan sebanyak 17 responden (56,7%), pada aspek empathy mayoritas tidak memuaskan sebanyak 18 responden (60,0%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan hubungan usia (p = 0,009), Pendidikan (p= 0,015), pekerjaan (p = 0,007), paritas (p = 0,023), status anggota (p = 0,002), dan lama jadi anggota (p = 0,259) dengan tingkat kepuasan pasien BPJS yang mendapatkan pelayanan persalinan di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta. Ada hubungan usia, Pendidikan, pekerjaan, paritas, status BPJS, dengan tingkat kepuasan pasien yang menerima layanan persalinan. Tidak ada hubungan lama jadi anggota dengan tingkat kepuasan pasien yang menerima layanan persalinan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, BPJS, Pelayanan Persalinan