Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA BALAM JAYA WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TAMBANG Novianty, Windy; Nurman, Muhammad; Eka Sudiarti, Putri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 4 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i4.19138

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah masalah kesehatan yang berhubungan dengan metabolisme yang disebabkan banyak penyebab ditandai dengan meningkatnya kandungan glukosa di dalam darah (hiperglikemia) dan kelainan sekresi insulin dari gangguan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak. Salah satu pengobatan non farmakologi/terapi komplementer pada DM tipe II adalah rebusan yang mengandung vitamin E, vitamin C, vitamin A, flavanoid serta memiliki selenium yang mengontrol untuk menurunkan kandungan gula di dalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kandungan gula darah pada pasien DM tipe II di Desa Balam Jaya Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttes dengan jumlah populasi 29 orang. Adapun penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sehingga banyak sampel berjumlah 27 orang setelah dikeluarkan berdasarkan kriteria eksklusi. Pengumpulan data kandungan glukosa darah dilakukan melalui pengukuran dengan alat glucometer dan lembaran checklist. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini ditemukan rata-rata kandungan glukosa di dalam darah sebelum pemberian rebusan daun kelor adalah 247.52 mg/dl, dan rata-rata kandungan glukosa di dalam darah sesudah pemberian rebusan daun kelor 176.04 mg/dl. dengan selisih rata-rata sebanyak 71.48. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe II di Desa Balam Jaya Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang dengan P-value 0,000 (P-value <0,05). Diharapkan selalu mengontrol kadar gula darah bagi pasien penderita DM tipe II dan memanfaatkan pengobatan herbal rebusan daun kelor untuk mengontrol kadar gula darah.
TEKNOLOGI SAWAH TERAPUNG DI KAWASAN TERDAMPAK BANJIR MENGGUNAKAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) VARIETAS PADI LOKAL Sabli, Tengku Edy; Mardaleni; Zaim, Zaflis; Novianty, Windy; Ayuningtiyas, Nadila
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 13 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/20njdj33

Abstract

Menjelang musim hujan, area sekitar aliran Sungai sering dilanda genangan air atau banjir yang berlangsung 2 hingga 3 bulan. Aktivitas sosial-ekonomi warga terganggu dan hasil-hasil pertanian terancam gagal panen akibat banjir. Inovasi teknologi sawah terapung melalui SRI (system of rice intensification) diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi petani agar warga tetap produktif menghasilkan Padi. SRI merupakan sebuah system budidaya Padi lokal (Oryza sativa L) yang menekankan pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara untuk meningkatkan produktivitas tanaman lebih efisien dan mengurangi pupuk kimia, adaptif serta ramah lingkungan. Aplikasi teknologi ini diberikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah Tani di Kelurahan Pelalawan, Propinsi Riau. Persiapan kegiatan dimulai dari menyiapkan alat atau media tanam, tanah hitam & sekam, semai bibit padi, diskusi awal bersama anggota tani, observasi lokasi budidaya padi di Kanal atau saluran drainase, demontrasi cara semai pupuk organic melalui acara dialogis bersama team Dosen dari Fakultas Pertanian dan Departemen Perencanaan Wilayah & Kota, Universitas Islam Riau. Di masa depan, konsep teknologi sawah terapung bisa juga diterapkan pada tanaman hortikultura seperti Cabai, Terung, Tomat, Bawang Prei, & tanaman bumbu dapur lainnya.