Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF DENGAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA PADA PEMBUATAN COOKIES MOLINA UNTUK ANAK AUTIS Andriani , Ressy; Rizqi , Eka Roshifita; Isnaeni , Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 4 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i4.22414

Abstract

Cookies mocaf memiliki kandungan gizi yang baik, namun masih rendah serat. Serat diperlukan bagi anak autis karena anak autis cenderung mengalami gangguan pencernaan dibandingkan anak normal. Untuk meningkatkan kandungan serat pada cookies mocaf, maka dari itu cookies mocaf akan disubstitusikan dengan tepung kulit buah naga merah yang dikenal tinggi akan kandungan serat yaitu 25,56%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan, mutu cookies dan analisis kandungan gizi cookies substitusi tepung mocaf dengan tepung kulit buah naga merah pada pembuatan cookies Molina untuk anak autis. Penelitian ini dilakukan pada 13 Juni – 3 Agustus 2022 di Laboratorium Kimia Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, analisis proksimat, dan analisis One Way ANOVA. Metode penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 0%, P1 20%, P2 30% dan P3 40%. Uji organoleptik meliputi : warna, tekstur, aroma, dan rasa yang diberikan kepada 25 panelis agak terlatih. Hasil penelitian uji organoleptik menunjukkan bahwa cookies Molina yang paling disukai adalah P1 20% yang menghasilkan warna merah muda kecoklatan, tekstur chewy, rasa dan aroma yang khas. Hasil uji statistik One Way ANOVA menunjukkan tiap perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan yakni p<0,05. Hasil analisis kandungan gizi kadar air 8,90g, kadar abu 4,03g, protein 3,060g, lemak 22,27g, karbohidrat 53,02g dan serat pangan 20,54g. Dapat disimpulkan bahwa nilai serat pangan pada cookies bernilai 2.054 g sebanyak 1 keping cookies sudah dapat memenuhi kebutuhan serat gizi anak 6-12 tahun sebagai makanan selingan anak auti. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian mengenai masa simpan cookies Molina.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan Kejadian Wasting pada Baduta Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako Imansari, Dian; Rizqi , Eka Roshifita; Lasepa, Wanda
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.159

Abstract

Wasting pada baduta jika tidak mendapatkan penanganan secara serius dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak, baik pertumbuhan maupun perkembangan di masa selanjutnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting pada baduta usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako tahun 2024. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan jumlah sampel 75 orang ibu balita dan balita usia 6-24 bulan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, ceklis pemberian MP-ASI, pengukuran berat badan dan panjang badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisa univariat diperoleh ibu dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 39(52%), pemberian MP-ASI kurang tepat sebanyak 47(62.7%) dan  balita mengalami wasting  40(53.3%). Hasil uji chi-square ditemukan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian wasting (p value = 0.001), ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting (p value = 0.000). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MP-ASI dengan kejadian wasting pada balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako Tahun 2024. Diharapkan kepada ibu balita untuk tetap memantau pertumbuhan balita setiap bulan, MP-ASI sesuai   dengan pedoman untuk mencegah kejadian wasting.