Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEMATIAN JANIN DALAM RAHIM (KJDR) DI RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2008 S.D 2010 ARMIYATI NUR
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.156

Abstract

Kematian janin dalam rahim adalah keadaan tidak adanya tanda-tandakehidupan janin dalam kandungan,sering kita jumpai pada kehamilan sesudah 20 minggu,dengan berat fetus diatas 500 gram.Kematian janin dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, gawat janin ataukelainan bawaan atau infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak terobati,ketidak cocokan rhesus darah ibu dan janin, kelainan kromoson, trauma saat hamil, preeklamsi dan eklamsi, malnutrisi, sebagian kasus juga tidak diketahui penyebabnya yangnantinya diketahui dengan pemeriksaan PA pada plasenta, autopsy, pemeriksaan amniondan analisis kromosom.Untuk mengetahui Gambaran karakteristik ibu dengan kematian janin dalam rahimdi Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar Tahun 2008 s.d 2010, digunakanmetode survey dengan pendekatan deskriptif.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu dengan kematianjanin dalam rahim di RSIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2008 s.d 2010 dari 7.634 Ibuhamil yang memeriksakan kehamilanya terdapat 118 kasus kematian janin dalam rahim.Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 7643 ibu hamil yang memeriksakankehamilanya terdapat 118 (1,5%) ibu yang mengalami KJDR, dan pada umur ibu dimanarisiko tinggi sebanyak 87 (73,7%) orang sedangkan risiko rendah sebanyak 31(26,3%)orang. Berdasarkan paritas ibu risiko tinggi sebanyak 69 (58,5) orang dan risiko rendahnyasebanyak 49 (41,5%) orang. Berdasarkan umur kehamilan risiko tinggi sebanyak 64(54,2%) orang sedangkan risiko rendah sebanyak 54 (45,8%) orang.Dengan demikian perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yangmenyebabkan kematian janin dalam rahim, perlu adanya registrasi yang lengkap padarumah sakit dan dinas kesehatan tentang kematian janin dalam rahim agar mempermudahpeneliti untuk pengambilan data berikutnya.
GAMBARAN PELAKSANAAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERI DAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PUSKESMAS BARA-BARAYA PERIODE MARET – APRIL TAHUN 2017 Armiyati Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.219

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah persalinan. Ibu yang habis melahirkan akan menjalani masa nifas. Masa nifas ini merupakan masa yang bermula dari beberapa jam setelah plasenta bayi lahir dan akan berakhir 6 minggu setelah ibu melahirkan. Involusi uterus pada ibu post partum merupakan proses yang sangat penting karena ibu memerlukan perawatan yang khusus, bantuan dan pengawasan demi pulihnya kesehatan seperti sebelum hamil. Salah satu indikator dalam proses involusi adalah tinggi fundus uteri. Faktor yang mempengaruhi involusi adalah mobilisasi (senam nifas), paritas, umur, status gizi dan menyusui.Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran kejadian senam nifas dengan kejadian involusi uteri.Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei/observasional,. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum dengan jumlah 30 kasus. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling, jadi sampel peneliti adalah 30 kasus.Hasil penelitian adalah umur 20 – 30 tahun yaitu sebanyak 24 responden (80%), tingkat pendidikan paling banyak SMP sebanyak 11 responden 36.7%, jenis pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 30 responden (100%), danparitas ibu sebanyak 14 responden (46.7%). Involusi uteri yang cepat penurunannya sebanyak 22 responden (73.3%), luka perineum yang lebih cepat kering sebanyak (66.77%),Dari hasil penelitian ini, maka disarankan ibu post partum agar bisa atau melakukan senam nifas yang sudah di ajarkan oleh petugas kesehatan. Untuk meningkatkan atau menghindari perdarahan pada ibu post partum atau pasca persalinan. Senam ini juga dapat mempercepat proses pemulihan uterus dan luka perineum secara cepat.