Yorizal Tri Marzuki Gulo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi Model Pemberdayaan Perempuan dalam Mendukung Kebijakan Pencegahan Stunting Berbasis Responsif Gender di Kabupaten Banjar Yorizal Tri Marzuki Gulo
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol. 11 No. 2 (2023): PUBLIKAUMA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v11i2.10637

Abstract

Stunting menjadi ancaman bagi seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk Kabupaten Banjar. Tingginya angka stunting di kabupaten ini di sebabkan karena faktor ketidaksetaraan gender, faktor secara langsung dan tidak langsung serta faktor intermediate. Pada tahun 2021, angka prevalensi stunting di kabupaten ini mencapai 40,2% dan pada tahun 2022 sebesar 26,40%. Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pemberdayaan perempuan berbasis gender dalam mendukung kebijakan pencegahan stunting. Dalam penelitian ini digunakan metode empiris, pendekatan yang digunakan bersifat sosiologis dan berkecenderungan menggunakan analisis bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara yang dilakukan secara mendalam kepada sumber data yang berjumlah 22 orang serta data sekunder dikumpulkan menggunakan teknik identifikasi isi. Hasil menunjukkan bahwa formulasi model pemberdayaan perempuan berbasis gender dalam mendukung kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Banjar dapat dilakukan dengan cara: (1) menglola sumber daya, agensi dan prestasi; (2) optimalisasi peran keluarga; (3) keberadaan regulasi kebijakan spesifik gender dan (4) kolaborasi antarstakeholder. Kebijakan yang spesifik gender dan tindakan pengontrol kebijakan yang kuat akan sangat menentukan keberpihakan kepada perempuan terutama ibu dalam mengakses berbagai sumber daya yang ada baik di dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya.