Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM TRADISI SAYYANG PATTU’DU PADA MASYARAKAT MANDAR DI DESA PAMBUSUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi; Manda, Darman; Idrus, Idham Irwansyah; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.59718

Abstract

This research aims to (i) explore and describe the process of cultural and religious acculturation in the Sayyang Pattu'du tradition in the Mandar community (ii) determine the views and meaning of the Mandar community towards the Sayyang Pattu'du tradition (iii). The research method used is descriptive qualitative. The number of informants in this study was 9 informants who were determined by considering the inclusion and exclusion criteria. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The research results found that (1) before Islam entered Mandar, Sayyang Pattu'du was only intended for traditional ritual events or as a means of welcoming nobles. However, after Islam entered the land of Mandar, precisely in the 16th century AD, during the 4th Balanipa king, Daetta Marra'dia, he then made children more active in reading the Koran, he announced to his people who was able to recite it. Al-Qur'an then he will be mounted on a dancing horse and paraded around the village. (2) The implementation of the Sayyang Pattu'du culture certainly has a big influence on people's lives, both from a social, religious and cultural perspective in the area. This celebration is a cultural celebration that is very meaningful and has a positive impact in the Muslim community, including the implementation of the Sayyang Pattu'du cultural celebration which can be a motivation for children to recite the Al-Quran.Penelitian ini bertujuan untuk (i) menggali dan mendeskripsikan proses akulturasi budaya dan agama dalam tradisi Sayyang Pattu’du pada masyarakat Mandar (ii) mengetahui pandangan dan pemaknaan masyarakat Mandar terhadap tradisi Sayyang Pattu’du (iii). Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 9 informan yang ditentukan dengan memperhatikan kriteria inkluksi dan eksklusi. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) sebelum Islam masuk di Mandar, Sayyang Pattu’du hanya diperuntukkan pada acara ritual adat atau sebagai sarana penyambutan para bangsawan. Namun setelah Islam masuk di tanah Mandar tepatnya pada abad ke 16-M masa raja Balanipa ke-4 yaitu Daetta Marra’dia yang kemudian agar para anak-anak lebih giat dalam membaca Al-Qur’an beliau mengumumkan pada rakyatnya barang siapa yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an maka dia akan di naikkan di atas kuda yang menari dan di arak keliling kampung. (2) Dalam pelaksanaan budaya Sayyang Pattu’du tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, baik ditinjau dari segi sosial, agama ataupun budaya yang ada di wilayah tersebut. Perayaan ini menjadi suatu perayaan budaya yang sangat bermakna dan memiliki dampak positif di tengah-tengah masyarakat muslim diantaranya adalah pelaksanaan perayaan budaya Sayyang Pattu’du dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk mengkhatamkan Al-Quran.
Tata Cara Penulisan Surat Resmi atau Surat Dinas Bagi Perangkat Kelurahan dan Warga Bonto Kio Provinsi Sulawesi Selatan Saleh S, Muh. Saleh; Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi; Hakim, Roni; Laman, Erwinda Gracya; Palebangan, Joan Gabriella
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 6 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jtcsa.v6i1.700

Abstract

Kegiatan pelatihan tata cara penulisan surat resmi atau surat dinas bagi perangkat kelurahan dan warga Bonto Kio dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan administrasi dalam menyusun dokumen formal yang sesuai kaidah. Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur kemampuan dasar. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta hanya menguasai 30-40% konsep penulisan surat resmi, terutama pada aspek struktur surat, penempatan nomor surat, penggunaan bahasa baku, serta penyusunan isi surat yang logis. Setelah mengikuti materi dan praktik penulisan, peserta diberikan post-test untuk mengetahui efektivitas pelatihan. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan capaian pemahaman meningkat menjadi 80-90%, terutama dalam kemampuan menyusun format surat, menggunakan bahasa formal, serta menata isi surat secara sistematis. Peningkatan ini menegaskan bahwa pelatihan mampu memperkuat kompetensi dasar administrasi perangkat kelurahan sehingga mereka lebih siap membuat dokumen resmi secara benar, tertib, dan sesuai kebutuhan pelayanan publik. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada perbaikan kualitas administrasi di Kelurahan Bontokio Kecamatan Minasa Te’ne dan mendorong terwujudnya tata kelola yang lebih profesional.