Limantoro, Joshua
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGIK TUMOR PHYLLODES DI RSUP PROF. DR. I G.N.G. NGOERAH PERIODE 2018 – 2021 Limantoro, Joshua; Dewi, I Gusti Ayu Sri Mahendra; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P06

Abstract

Tumor phyllodes (TP) merupakan lesi fibroepitelial pada payudara yang memiliki kemungkinan rekurensi. Tidak hanya itu, TP jinak dan borderline juga memiliki kemampuan untuk berkembang ke arah tumor ganas dengan angka mortalitas yang signifikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, studi ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik klinikopatologi dari TP di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Bali periode 2018-2021. Penelitian ini menggunakan perhitungan menurut Snedecor dan Cochran sebagai upaya perhitungan jumlah sampel minimal, yaitu sebanyak 51 sampel. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari formulir register di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Bali. Melalui desain penelitian potong lintang, penelitian ini mencakup 4 variabel klinikopatologi, yaitu usia, lateralisasi, ukuran, dan grading histopatologi dari TP. Selanjutnya data deskriptif akan ditinjau berdasarkan frekuensi dan distribusi kasus TP. Sepanjang periode 2018-2021, didapatkan jumlah pasien TP yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebanyak 61 kasus. Penelitian ini mendapatkan jumlah kasus TP terbanyak ada pada kategori usia 40-49 tahun, yaitu sebanyak 29 (47,5%) kasus. Rentang usia sampel pada penelitian ini adalah dari 12-62 tahun dengan rerata 43,54 +10,59 tahun. Payudara kanan merupakan lateralisasi TP dengan jumlah sampel terbanyak, yaitu 31 (50,8%) kasus. Berdasarkan grading WHO, ditemukan jumlah kasus TP terbanyak ada pada kelompok ukuran >5 cm dan kategori histopatologi borderline dengan jumlah masing-masing 45 (73,8%) dan 25 (41%) pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok usia 40-49 tahun, lateralisasi kanan, ukuran >5 cm, dan grading histopatologi borderline sebagai kelompok dengan jumlah kasus terbanyak pada masing-masing kategori. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk pelaksanaan penelitian selanjutnya dan menambah pengetahuan terkait TP. Kata kunci : Tumor Phyllodes, Karakteristik, Klinikopatologi, Lateralisasi, Histopatologi
The Relationship Between COVID-19 and Male Hypogonadism in Denpasar, Bali, Indonesia Limantoro, Joshua; Hane, Eugenius Kurniawan; Cahyani, Made Ratna Komala; Surya, Stevanus Christian; Oden, Gwyneth Felicia; Pramesemara, I Gusti Ngurah
Indonesian Andrology and Biomedical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/iabj.v6i2.71477

Abstract

Background : Hypogonadism in men can be identified through various clinical and subjective symptoms, which may be assessed using the Aging Male Symptoms (AMS) questionnaire. COVID-19 infection has been suggested to impact hormonal and reproductive function in men, but the relationship between post-infection symptoms and hypogonadism risk based on subjective measures remains underexplored in Indonesia. Objective : This study aims to determine the association between COVID-19-related characteristics and the risk of hypogonadism in men, assessed using the AMS score. Methods : A cross-sectional study was conducted on 152 male residents of Denpasar, Bali, aged ≥18 years. Data were collected through online and offline questionnaires, including demographics, lifestyle, COVID-19 infection history, and AMS scores. Bivariate and multivariate analyses were used to identify associations between COVID-19 indicators and hypogonadism risk. Results : Among respondents, 32.24% had an AMS score ≥27, indicating potential hypogonadism. A higher proportion of AMS ≥27 was found in individuals with obesity, comorbidities, occasional smoking, and moderate alcohol consumption. Although more severe COVID-19 indicators (e.g., hospitalization, prolonged symptoms, oxygen use) were observed in the AMS ≥27 group, statistical analysis showed no significant association between SARS-CoV-2 infection and hypogonadism risk (p > 0.05). Conclusion : While men with a history of COVID-19 infection exhibited higher AMS scores suggestive of hypogonadism, no statistically significant relationship was found. Further longitudinal studies with hormonal assays are needed to explore the long-term impact of COVID-19 on male reproductive health.