Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA LINGUISTIS GADIS AUTIS DALAM FILM INNOCENT WITNESS: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Santosa, Farihanum Shania Izza; Labibah, Jihan; Herowati, Kurnia Sari
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 8 No 1 (2024): KLAUSA Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v8i1.963

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena linguistik gangguan berbahasa gadis autis dengan sindrom Asperger dalam film Innocent Witness karya Lee Han. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi tersebut, dengan pendekatan yang mencakup analisis teori Scovel tentang tahapan konseptualisasi, formulasi, artikulasi, dan pemantauan diri dalam produksi bahasa. Teknik pengumpulan data melibatkan peninjauan film,z transkripsi dialog, dan analisis isi untuk mengidentifikasi gangguan berbahasa yang dialami karakter autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi autisme, khususnya sindrom Asperger, yang memengaruhi kemampuan berbahasa dan komunikasi karakter Ji-woo. Hasil penelitian mengungkapkan dominasi gangguan konseptualisasi dalam interaksi Ji-woo, menyoroti tantangan yang dihadapi individu dengan autisme dalam berkomunikasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang autisme, serta mendorong penerimaan dan inklusi yang lebih baik bagi individu dengan gangguan berbahasa dalam masyarakat.
VIGILANTISME DALAM NOVEL “TANAH PARA BANDIT” KARYA TERE LIYE: TINJAUAN PSIKOLOGI KRIMINAL Labibah, Jihan
Jurnal Pena Indonesia Vol 10 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vigilantism, as a phenomenon of law enforcement carried out by non-authoritative individuals or groups independently, has attracted attention in the study of criminal psychology. This article analyzes the novel Tanah Para Bandit by Tere Liye, which explores the dynamics of power, corruption, and crime in the society of Indonesia's capital city. The novel shows power corruption is rampant in various walks of life, while vigilantism emerges as a form of resistance to injustice. However, these vigilante actions are often extrajudicial, creating a spiral of violence and uncertainty, and raising questions about accountability and fair law enforcement. The research method uses a descriptive qualitative approach with content analysis, identifying the dominant themes and dynamics of power, corruption, and crime in the novel. The results highlight the moral conflict behind vigilantism, as well as its social impact in the context of a corrupt society.
DISKRIMINASI SOSIAL PENGANUT KEPERCAYAAN MIDAYA DALAM NOVEL TINGKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Herowati, Kurnia Sari; Fahira, Kayla Fitria; Labibah, Jihan; Septiana, Hespi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1302

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi diskriminasi terhadap penganut kepercayaan Midaya dalam novel Tingka menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Diskriminasi dalam novel ini dikaji berdasarkan teori Leonard Newman yang mengelompokkan diskriminasi ke dalam lima kategori utama, yaitu diskriminasi verbal, penghindaran, pengeluaran, fisik, dan pembasmian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap kutipan-kutipan dalam novel yang merepresentasikan perlakuan diskriminatif terhadap penganut Midaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi dalam novel Tingka tidak hanya berupa ujaran merendahkan dan pengucilan sosial, tetapi juga mencerminkan kebijakan institusional yang tidak mengakomodasi hak-hak kelompok minoritas ini, serta tindakan kekerasan yang berujung pada pemusnahan sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa diskriminasi terhadap kelompok kepercayaan minoritas tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi juga direpresentasikan dalam karya sastra sebagai refleksi atas ketidakadilan sosial yang masih berlangsung. Studi ini memperkaya kajian sosiologi sastra dengan menunjukkan bahwa struktur sosial dan budaya dalam masyarakat dapat memperkuat praktik diskriminasi terhadap kelompok tertentu.