Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Education Quality Control Concepts and Applications Musriadi
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.199

Abstract

One of the problems faced by the government in the development of national education is the problem of quality. To improve the quality of education, it is necessary to improve the control function carried out by school principals and education supervisors. Control that will be able to provide significant benefits in improving quality if it is aimed at the input-process-output aspects of education. Control aimed at these components is called quality control. Quality control is an action that contains measurement or assessment and improvement activities. Controlling is a process that consists of planning (setting performance goals and standards), measuring actual performance, comparing performance and making improvements. Education quality control is aimed at aspects of the learning curriculum, student development and management aspects. These three target areas all refer to the optimal development of student competencies.
PELATIHAN DAN SOSIALISASI REGULASI SEKOLAH RAMAH ANAK UNTUK KEPALA SEKOLAH DAN GURU DI KOTA BANDA ACEH Musriadi; Ridhwan, Muhammad; Andalia, Nurlena; Surya, Erdi; Jalaluddin; Ibrahim; Jailani
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i1b.1973

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang protektif bagi anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya, serta untuk memenuhi hak anak dalam pendidikan ketika berhadapan dengan hukum. Metodelogi penelitian ini menggunakan pelatihan dan sosialisasi regulasi sekolah ramah anak untuk kepala sekolah dan guru di menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah berkewajiban menjamin pemenuhan hak anak dengan melaksanakan kebijakan sebagaimana diamanatkan dalam ketentuan Pasal 21 ayat (5) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang diwujudkan melalui upaya membangun Kota Layak Anak. Regulasi menegaskan bahwa pertanggungjawaban orang tua, keluarga, masyarakat. Pemerintah merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus menerus demi terlindunginya hak-hak anak. Rangkaian kegiatan tersebut harus berkelanjutan dan terarah guna menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Tindakan ini dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan terbaik bagi anak yang diharapkan sebagai penerus bangsa yang potensial, tangguh, memiliki nasionalisme yang dijiwai oleh akhlak mulia dan nilai Pancasila, serta berkemauan keras menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. Kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, sudah dua kali mendapatkan anugerah Kota Layak Anak kategori nindya atau tingkat ketiga. Capaian itu menjadi motivasi bagi pemerintah setempat untuk meraih predikat lebih tinggi.
Marginalisasi Perempuan Akibat Pernikahan Siri: Studi Kasus di Kabupaten Soppeng Muhammad Fadel Adhyputra; Musriadi
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 6 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v6i3.1774

Abstract

This study raises the phenomenon of marginalization of women due to unregistered marriage in Soppeng Regency, focusing on the causes of unregistered marriage and its impact on women. The research uses a qualitative method with a case study approach and sociology of law, which is supported by two main theoretical frameworks, namely Social Construction of Law Theory and Feminist Legal Theory. Data were obtained through interviews with women who were victims of unregistered marriage, and supported by literature studies and relevant legal documents. The results show that unregistered marriages are triggered by a lack of legal awareness, economic pressure, infidelity, pregnancy outside of marriage, and weak state regulations. As a result, women involved in unregistered marriages experience forms of marginalization in psychological, social, legal and economic aspects. These findings show that patriarchal culture reinforces gender inequality and places women in a vulnerable position. Therefore, systematic interventions are needed through legal education, victim assistance, and strengthening the implementation of regulations to ensure the protection of women's rights in the context of marriage.
Analisis Peran Pengawas Sekolah dalam Implementasi Supervisi Manajerial Terhadap Peningkatan Mutu Sekolah Haris Muslihat; Musriadi
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawas sekolah dalam implementasi supervisi manajerial terhadap peningkatan mutu sekolah. Supervisi manajerial merupakan proses penting dalam memastikan efektivitas manajemen sekolah yang mencakup pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan sarana prasarana. Peran pengawas sekolah dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada kepala sekolah sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi di beberapa sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi manajerial yang efektif oleh pengawas sekolah mampu meningkatkan mutu pendidikan melalui pengelolaan yang lebih efisien dan akuntabel yang digambarkan dalam bentuk peningkatan kompetensi kepala sekolah, peningkatan motivasi keja guru, Pengembangan kurikulum pembelajaran, pengembangan program sekolah dan adanya evaluasi dalam peningkatan kinerja sekolah. Selain itu, pengawas yang aktif terlibat dalam proses supervisi mampu membangun komunikasi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan di sekolah, sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk peningkatan mutu. Oleh karena itu, peran pengawas sekolah sangat penting dalam mencapai standar mutu yang diharapkan dalam manajemen pendidikan.
Persepsi Guru Terhadap Praktik Supervisi Kepala Sekolah di SMPN 2 Bangkinang Kota Elvina; Adzkia Rodhiyah; Musriadi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.455

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan komponen kritis dalam peningkatan kualitas pengajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru terhadap praktik supervisi kepala sekolah di SMPN 2 Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 12 guru, penelitian dilakukan pada November 2024 dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan spektrum persepsi guru yang kompleks, mulai dari supervisi dilihat sebagai kesempatan pengembangan profesional hingga pengalaman yang menegangkan. Guru mengidentifikasi manfaat seperti peningkatan kualitas mengajar dan inovasi pedagogis, namun juga menghadapi tantangan psikologis seperti rasa gugup dan tekanan. Penelitian mengungkap pentingnya komunikasi terbuka, pendekatan kolaboratif, dan pemberian umpan balik konstruktif dalam proses supervisi. Para guru menekankan kebutuhan akan supervisi yang bersifat pembimbingan, bukan sekadar penilaian, dengan fokus pada pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian menyimpulkan bahwa supervisi efektif memerlukan pendekatan yang holistik, memperhatikan dimensi psikologis dan profesional guru.
Development of a Science Literacy–Based Teaching Module on Biodiversity for Grade X Students at MAS Darul Ihsan Aceh Besar Ariani, Dina; Jalaluddin; Musriadi; Ridhwan, Muhammad; Zubainur, Cut Morina; Awang, Mohd Isha
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13019

Abstract

The low level of scientific literacy among Indonesian students, as reflected in the results of the Programme for International Student Assessment (PISA), highlights the need for innovative learning strategies that connect biological concepts with real-life phenomena. One alternative is the development of a science literacy–based teaching module. This study aims to develop a teaching module on biodiversity for Grade X students at MAS Darul Ihsan Aceh Besar and to evaluate its feasibility in terms of validity, readability, and practicality. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model. The defining stage was carried out through observation and interviews to analyze learning needs. The design stage produced a draft module, which was then validated by subject matter experts, language experts, and media experts. The revised product was subsequently tested on a limited scale with students and teachers. The results showed that the module obtained an average score of 89% for content, 87% for language, and 90% for presentation and graphics, all categorized as “highly feasible.” The student readability test yielded an average score of 86% (highly feasible), while the teacher practicality test achieved an average score of 88% (highly practical). These findings indicate that the developed module is theoretically valid, practically applicable, and supports contextual learning aligned with the Merdeka Curriculum. In conclusion, the science literacy–based teaching module on biodiversity is considered feasible as an alternative learning resource that can enhance students’ scientific literacy skills, critical thinking, and ecological awareness.