Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rotasi

Asesmen Kondisi Tube Boiler Final Superhater SA 213 91 Kapasitas 315 MW Akibat Efek Kebocoran Kondenser Harianto, Harianto; Nugraha, Ariyana Dwiputra; Suprihanto, Agus; Sulardjaka, Sulardjaka
ROTASI Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.26.3.30-36

Abstract

Penelitian dilakukan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Rembang Semarang Unit 2, Indonesia kapasitas 315 MW. PLTU ini mulai beroperasi pada tahun 2011 dan sudah berjalan hingga saat ini kira-kira 13 tahun atau di atas 100.000 jam EOH (equievalent operating hours). Pada awal tahun 2022 PLTU ini mengalami kebocoran kondenser sehinga perlu dilakukan asesmen pada material tube boiler. Pada studi ini akan dilakukan asesmen yaitu tube final superheater jenis SA 213 T91. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kecurigaan adanya indikasi degradasi atau kegagalan pada material tube akibat efek kebocoran kondenser. Analisis yang digunakan adalah dengan melakukan asesmen tube as received yaitu meliputi pemeriksaan visual, uji komposisi kimia tube, pengukuran ketebalan, pengukuran kekerasan, uji metalografi, dan analisis kandungan kimia scale pada inner tube.Dari hasil hasil pengujian dan dilakukan analisis bahwa material tube secara pengamatan visual masih dalam kondisi relatif baik tetapi pada inner tube (steam side) dan outer tube (fire side) telah mengalami korosi dan terdapat scale. Hasl uji kompoisi kimia tube sesuai dengan desainya yaitu SA 213 T91. Pengukuran ketebalan tube yaitu 6.04 mm s.d. 8.60 mm. Nilai kekerasan masih dalam batas yang diizinkan yaitu 200.08 HV s.d. 224.11 HV. Hasil pemeriksaan struktur mikro berupa martensit temper yang telah mengalami sperodisasi akibat overheating dan jika dilakukan pendekatan stadium kerusakan creep cracks (cavities) berdasarkan ERA teknologi masih masuk kategori 2 (dua) yaitu kerusakan berada pada 33% dan memiliki sisa umur yaitu 66%. Hasil ketebalan scale pada pada outer tube terukur 216.00 µm dan inner scale 232.32 µm. Hasil pengujian SEM EDX menunjukkan bahwa kandungan scale yang ada pada  inner tube yaitu carbon, oxygen dan ferrous (unsur pembentuk oxide scale). Adapun unsur lainnya seperti natrium (sodium), magnesium aluminium, dan unsur lainnya berasal dari kontaminasi air pengisi boiler (feed water) akibat efek kebocoran kondenser.
Material characteristics and failure prediction of SA 213 Superheater Boiler tube in power plant with 315 MW capacity Nugraha, Ariyana Dwiputra; Harianto, Harianto; Suprihanto, Agus; Sulardjaka, Sulardjaka
ROTASI Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.26.4.1-5

Abstract

This study was conducted at the Rembang Semarang Unit 2 power plant in Indonesia, with a capacity of 315 MW. The plant has been in operation since 2011, totaling about 13 years or over 100,000 equivalent operating hours (EOH). High-temperature operations can damage tube materials due to temperature, corrosive environment, pressure, and stress. At the end of 2022, a condenser leak at the plant necessitated an assessment of the boiler tube material. This study focuses on evaluating the SA 213 T91 (chromium (Cr) and molybdenum (Mo) alloy steel) superheater tube, a known for its excellent high-temperature mechanical and thermal properties and corrosion resistance. The research aims to assess potential failures in the boiler tube and guide future operational and maintenance plans. The analysis includes destructive testing, SEM, EDX metallography, and creep rupture testing. Results show corrosion and hard scale deposition inside the tube. Its is shown that creep strength decreases significantly at high temperatures, leading to faster material rupture.