CV Jeruk Pecel Tulen Surabaya belum memiliki sistem pengadaan bahan baku yang sistematis mengakibatkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dan menyusun rekomendasi sistem pengadaan yang efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif seperti metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point pada untuk menghitung kebutuhan optimal pemesanan bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme persediaan bahan baku di CV Jeruk Pecel Tulen Surabaya melakukan pemesanan ketika stok hampir habis tanpa adanya perencanaan dan safety stock yang terstruktur. Proses pengadaan bahan baku dimulai dari pengecekan stok gudang, keputusan pemesanan, pemesanan ke supplier, penerimaan dan penyimpanan bahan baku, hingga pencatatan bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pemesanan paling ekonomis berdasarkan metode EOQ adalah sebesar 1.720 kg untuk kedelai dan 30.451 kg untuk gula merah, yang memungkinkan perusahaan meminimalkan total biaya persediaan. Penerapan metode EOQ terbukti menurunkan total biaya persediaan tahunan kedelai dari Rp3.407.500 menjadi Rp2.734.460 yaitu sebesar 19,76% dibandingkan dengan sistem yang saat ini diterapkan oleh perusahaan. Sedangkan total biaya persediaan gula merah yang awalnya Rp2.053.750 menjadi Rp334.963 terdapat penghematan biaya sebesar 83,7%. Perusahaan direkomendasikan untuk menerapkan metode EOQ sebagai dasar sistem pengadaan bahan baku dikarenakan metode ini terbukti mampu menentukan jumlah pemesanan optimal, meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan, serta menurunkan total biaya persediaan secara signifikan.