Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Semangka: Representasi Solidaritas Palestina Melalui Trikotomi Tanda Charles Sanders Pierce Sitti Wahidah Masnani; Agussalim, Andi; Inayah Amaliah Mutmainnah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 21 No. 2 (2024): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v21i2.36086

Abstract

Penelitian ini membahas representasi solidaritas terhadap Palestina melalui semiotika Charles Sanders Pierce dengan fokus pada trikotomi tanda, yaitu qualisign, sinsign, dan legisign. Semangka dipilih sebagai objek simbolis karena memiliki keterkaitan dengan budaya dan identitas Palestina, menjadi simbol perlawanan rakyat, serta mengekspresikan protes terhadap penindasan Israel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data berbasis teori semiotika Pierce. Penelitian ini mengeksplorasi kategori representamen, dimulai dari qualisign yang menyoroti kualitas tanda semangka sebagai simbol visual. Semangka, dengan warna merah, hijau, putih, dan hitamnya, menciptakan kualitas visual yang merefleksikan bendera Palestina dan secara simbolis menyampaikan pesan solidaritas. Sinsign semangka, dalam konteks ini, menunjukkan eksistensi visual sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan Palestina, memperkuat identitasnya sebagai tanda protes terhadap penindasan. Selain itu, legisign semangka mencerminkan norma solidaritas yang diartikulasikan melalui penggunaan simbol ini sebagai ekspresi dukungan yang diterima dalam konteks global. Proses analisis data melibatkan kajian mendalam terhadap representamen semangka dalam konteks qualisign, sinsign, dan legisign. Warna merah, hijau, putih, dan hitam pada semangka bukan hanya menciptakan kualitas tanda yang kuat, tetapi juga menghadirkan eksistensi visual yang langsung terkait dengan perjuangan Palestina. Simbolisme semangka menciptakan norma solidaritas, mengekspresikan kesatuan rasa dalam perjuangan bersama. Dengan demikian penulis berpendapat bahwa semangka, dalam konteks ini, mampu menjadi representasi solidaritas terhadap Palestina melalui trikotomi tanda Charles Sanders Pierce. Semangka bukan hanya sebuah buah, melainkan simbol visual yang mengandung makna mendalam terkait perjuangan, budaya, dan identitas Palestina. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami kompleksitas pesan dan nilai yang terkandung dalam komponen visual yang sederhana dalam konteks yang lebih luas, khususnya dalam konteks solidaritas internasional terhadap Palestina. Kata Kunci: Semangka; Representasi; Solidaritas Palestina.
From Melody to Modesty: The Semiotic Interplay of Sherine’s Abdel-Wahab's 'Kalam Eineh' and the Consumption of Abaya Trends on TikTok Inayah Amaliah Mutmainnah; Fitriani Fitriani; Haeruddin Haeruddin
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i2.6650

Abstract

This article discusses the semiotic meaning in the song Kalam Eineh by Sherine Abdel Wahab and its relationship to the phenomenon of using abaya on the TikTok platform as part of popular cultural representation. This research is in the realm of cultural and semiotic studies, with the aim of revealing how popular music and traditional fashion play a role in shaping social and ideological meanings in the digital space. This topic was chosen because the abaya trend on TikTok reflects the negotiation between tradition, modernity, and religious identity, which until now has rarely been studied in depth. The method used is descriptive qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis which emphasizes three layers of meaning, namely denotation, connotation, and myth. To strengthen the validity of the analysis, this study also uses theoretical triangulation through Appadurai's view of mediascapes, Giddens on agency and structure, and Hall on representation and negotiation of meaning. The results of the study show that at the level of denotation, songs represent romantic expressions, while abaya serves as clothing; at the level of connotation, both feature symbols of lifestyle, identity, and piety. Meanwhile, at the mythical level, the abaya has undergone a transformation into a popular culture icon that naturalizes the ideology of religiosity, modernity, and aesthetics in digital culture. This research contributes to the study of popular culture and media by emphasizing the relevance of Barthes' semiotic theory in reading contemporary cultural texts in the era of social media.