Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan model pembelajaran permainan tradisonal (ular naga Panjang ) untuk anak tuna grhaita di SLB PRI Buaran Pekalongan Helmi Fatinabila; Heru Irawan; Danang Firmansyah; Afif tri ramadhansyah; Idah Tresnowati
Jurnal Muhammadiyah untuk Olahraga Indonesia Vol 4 No 1 (2024): Jurnal ABDIMAS : MURI
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan Secretariat Jurnal Muhammadiyah Untuk Olahraga Indonesia. Building A106 Street of Murtasiah Soepomo No 28b, 45511 Kuningan - West Java Telephone : 0232-874085 Homepage : E-mail:

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jmuri.v4i1.3100

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan pemberian metode pembelajaran menggunakan salah atu jenis permainan tradisional ular naga panjang. Metode ini di terpakan tim pengabdi untuk anak tuna grhaita di SLB PRI Buaran Pekalongan, dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh 1 tim yang berisikan 4 anggota pengabdi dan terlaksana pada 9 juni 2023 sekitar jam 08.00 di ruang pembelajaran anak tuna grhaita jenjang smplb-smalb. Selama pelaksanaan kegiatana ini anak-anak gembira dan aktif pada saat bermain ular naga panjang, dan terciptalah suasana yang ceria di dalam kelas.
THE ESSENCE OF ALIENATION FROM THE PARK BENCH SONG WITH THE TITLE WORKER USING THE APPROACH OF KARL MARX AND FRIEDRICH ENGELS' THOUGHT Heru Irawan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2738

Abstract

This study aims to describe the essence of alienation reflected in the song Pekerja by Bangku Taman, using Karl Marx and Friedrich Engels’ theoretical framework. Alienation in capitalism is understood as the separation of workers from the product of their labor, the production process, their own human essence, and from fellow human beings. The lyric excerpt “Morning, noon, until night / Time passes so quickly / Heat and rain unavoidable / Workers must keep moving” illustrates the exhausting routine of workers, where time flows rapidly without rest, external conditions such as heat and rain cannot be avoided, and yet workers are compelled to continue their labor. This reflects alienation from the production process, which becomes monotonous and inhuman, and alienation from the self, as workers lose opportunities to express creativity and individuality. The findings show that the song Pekerja not only portrays the social reality of the working class but also reinforces the relevance of Marx and Engels’ theory of alienation in contemporary contexts. Music functions as a powerful medium of social critique, voicing the struggles of workers while raising collective awareness of the injustices embedded in capitalist systems.
Adopsi Pembayaran Digital di Pedesaan: Perubahan Prilaku Finansial dan Tantangan Inklusi Keuangan Heru Irawan; Bram Aprizon P Senima; Mukti Sasongko; Maria Septijantini
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v5i1.734

Abstract

This study examines the adoption of digital payment systems in rural communities and its impact on financial behavior, using Pekalongan Village, East Lampung Regency, as a case study. A mixed-methods approach was employed to provide a comprehensive analysis. Quantitative data from a survey were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data from in-depth interviews were used to enrich the empirical findings. The results reveal that digital payment adoption in rural areas has not yet reached the level of a daily habit. Perceived ease of use, usefulness, trust, digital literacy, and infrastructure access significantly and positively influence adoption. Furthermore, the integration of digital payments contributes to improved financial behavior, specifically in transaction record-keeping, expenditure control, and saving practices. These findings underscore the critical role of digital infrastructure and literacy as prerequisites for sustainable financial inclusion. Theoretically, this research bridges the gap between technology adoption and behavioral finance in a rural context, providing strategic implications for policymakers to foster a more inclusive digital economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi sistem pembayaran digital pada masyarakat pedesaan serta dampaknya terhadap perilaku keuangan, dengan studi kasus di Desa Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) untuk memberikan analisis yang komprehensif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkaya temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital di wilayah pedesaan belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Faktor persepsi kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, literasi digital, serta akses infrastruktur terbukti berpengaruh positif terhadap adopsi sistem tersebut. Lebih lanjut, penggunaan pembayaran digital berkontribusi pada perbaikan perilaku keuangan masyarakat, khususnya dalam hal pencatatan transaksi, pengendalian pengeluaran, dan pola menabung. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi merupakan prasyarat utama dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan di pedesaan. Secara teoretis, penelitian ini menghubungkan antara adopsi teknologi dengan keuangan keperilakuan, serta memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam mempercepat ekonomi digital yang inklusif.