Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Air Olahan Limbah Kantin Hasil Perendaman Batang Pisang dan Ampas Teh untuk Pertumbuhan Tanaman Mangkokan dan Puring, Serta Peningkatan Mutu Air Olahan dengan Elektrokimia Termediasi Natanael, Christi L.; Yuliyati, Yati B.
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.167 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16062

Abstract

Pertumbuhan tanaman mangkokan dan puring dalam media air olahan limbah salah satu kantin di lingkungan kampus Jatinangor menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dalam media air limbah kantin yang tanpa diolah terlebih dulu. Hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya akar dan pucuk daun baru.Pengolahan pendahuluan dilakukan dengan memasukkan irisan batang pisang dalam air limbah kantin selama 2 jam. Perlakuan ini berhasil menurunkan jumlah total koloni bakteri yaitu sebesar 57,13%. Selanjutnya dilakukan bioadsorpsi menggunakan ampas teh (10 g/L), proses ini menyebabkan perubahan nilai pH air limbah menuju pH normal. Pada 2 jam bioadsorpsi nilai pH air olahan 5,42; konduktivitas 713 µS/cm; dan COD 291,2 mg/L. Kemudian terhadap air olahan tersebut dilakukan oksidasi elektrokimia termediasi pada beda potensial 6 V selama 20 menit dengan elektrode aluminium. Elektrokimia ini berhasil mendapatkan air olahan dengan nilai pH 6,07, COD 348 mg/L, dan penurunan kekeruhan sebesar 50,71% dengan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ460. Air olahan limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman khususnya mangkokan dan puring.
KARAKTERISASI ASAM HUMAT HASIL ISOLASI DARI TANAH GAMBUT RAWA LAKBOK DAN BATUBARA ASAL KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA Yuliyati, Yati B.; Sulaeman, Allyn Pramudya; Cahyaningrum, Aprilia Disti
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.86 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9138

Abstract

Tanah gambut dan batubara merupakan hasil proses penguraian biologis alami bertahun-tahun dimana senyawa asam humat terkandung didalamnya. Perbedaan proses pembentukannya dapat menyebabkan sifatnya berbeda pula pada asam humatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi dan membandingkan asam humat hasil isolasi dari tanah gambut asal Rawa Lakbok dan batubara asal Kalimantan Selatan. Isolasi asam humat dilakukan dengan proses ekstraksi padat-cair menggunakan natrium hidroksida 0,1 N kemudian difraksinasi dengan asam sulfat 6 M. Endapan hasil fraksinasi dimurnikan dan dicuci dengan asam sulfat 1 M, akuades dan etanol. Asam humat dikarakterisasi berdasarkan kadar air, kadar abu, kapasitas tukar kation, rasio C/N, rasio E4/E6 dengan UV-visible dan spektrofotometri inframerah. Rendemen asam humat dari tanah gambut dan batubara masing-masing adalah 0,36 dan 7,31%. Rasio C/N yang lebih rendah dari asam humat batubara menunjukkan bahwa bahan organik tersebut lebih mudah terdekomposisi. Spektra inframerah asam humat batubara lebih banyak mengandung aromatik dan gugus –OH yang didukung dengan rasio E4/E6 yang rendah sedangkan asam humat tanah gambut lebih banyak mengandung alifatik dan gugus karboksilat yang didukung dengan rasio E4/E6 yang tinggi. Karakteristik asam humat dari batubara memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan asam humat dari tanah gambut meskipun kapasitas tukar kationnya lebih rendah.