Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Histologi Pelepah Daun Kelapa Kopyor Hibrida (Kopyor dalam Sinumpur (KDS) × Kopyor Genjah Kuning Sinumpur (KGKS) Latifah, Nisa Khoeri; Sisunandar, Sisunandar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1201

Abstract

Perbaikan kualitas kelapa kopyor khususnya melalui persilangan belum banyak dilakukan. Di samping memerlukan waktu yang cukup lama, metode deteksi keberhasilan persilangan juga belum banyak dikembangkan. Saat ini metode morfologi sebagai alat deteksi keberhasilan persilangan memiliki keterbatasan sedangkan metode molekuler relatif mahal dan membutuhkan teknologi tinggi. Analisis keberhasilan persilangan secara histologi perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan histologi pelepah daun kelapa kopyor hibrida (KDS × KGKS) dengan tetua jantan (KDS) dan tetua betinanya (KGKS). Pelepah daun diisolasi dari dua sampel yaitu bibit kelapa in vitro berumur 9 - 12 bulan setelah tanam dan bibit kelapa ex vitro berumur 8 – 12 bulan pasca aklimatisasi. Preparat penampang melintang pelepah daun dipotong dengan tangan kemudian diwarnai dengan 2% safranin (30 detik) dilanjutkan 1% fastgreen (50 detik). Preparat diamati menggunakan mikroskop Olympus BX51 dan gambar diambil menggunakan kamera Olympus DP74. Gambar yang diperoleh dianalisis menggunakan software ImageJ untuk menghitung jumlah, luas total, dan luas rata- rata sklerenkim, serta jumlah, luas total, dan luas rata-rata ikatan pembuluh berserat (IPB). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada struktur histologi antara pelepah daun dari bibit in vitro dan bibit ex vitro. Pelepah daun bibit KDS memiliki jumlah maupun luas total sklerenkim yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Demikian pula bibit kelapa hibrida memiliki pelepah daun dengan jumlah dan luas total sklerenkim yang sama dengan pelepah daun bibit KDS dan lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Namun demikian, pelepah daun bibit kelapa hibrida tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hal jumlah, luas total dan luas rata-rata IPB dibandingkan dengan bibit KGKS. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis histologi pelepah daun dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi salah satu kunci identifikasi awal keberhasilan persilangan pada produksi bibit kelapa kopyor hibrida.