Wahyudin, Didin
IAIN Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN ASWAJA SEBAGAI UPAYA MENANGKAL RADIKALISME Wahyudin, Didin
Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2017.17.2.291-314

Abstract

Semakin berkembangnya kelompok Islam radikal di Indonesia telahmemuncukan banyak respon dari berbagai kalangan. Hal ini karenasikap keberagamaan yang ditampilkan oleh kelompok Islam radikalumumnya sangat berbeda dengan apa yang ditampilkan oleh muslimIndonesia pada umumnya yang dikenal toleran, ramah dan akomodatifterhadap budaya dan tradisi. Sementara kelompok Islam radikal sangatantipati terhadap berbagai tradisi keagamaan. Adalah NahdatulUlama salah satu ormas terbesar di Indonesia yang sangat aktif mengcountergerakan dan paham Islam radikal. Salah satu upaya nyata yangdilakukan NU adalah dengan mengembangkan pendidikan Aswaja diseluruh LP Ma’arif NU. Pendidikan Aswaja diharapkan mampumenjadi benteng dari pengaruh paham Islam radikal, terutama padakalangan pelajar. Hal ini karena pendidikan Aswaja memuat nilainilailuhur: tawasut, tawazun dan tasamuh. Dengan menanamkan nilainilaiAswaja tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi yangberkarakter inklusif dan menjungjung tinggi toleransi.
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM MEDIA MASSA DAN TINJAUAN ISLAM Haryanto, Tri; Wahyudin, Didin
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11004.672 KB) | DOI: 10.21274/martabat.2017.1.02.279-300

Abstract

Di media massa, perempuan sering dipresentasikan semata-mata sebagai objek dan melupakan personalitasnya. Bahkan eksploitasi terhadap mereka kerap dilakukan oleh media massa. Contoh sederhana yang sering kita dijumpai adalah pada iklan komersial. Model peraga iklan tersebut akan memainkan lekuk tubuh dan peranan tertentu, itulah yang kiranya sering disalahpahami dan dapat memicu penindasan bagi kaum perempuan. Perempuan yang berkecimpung di industri hiburan, salah satunya televisi, seringkali menjadi korban dari orang-orang seprofesi. Media massa yang seyogyanya memberi pendidikan yang baik justru menjadi bagian penindasan terstruktur bagi perempuan. Bagian-bagian tubuh tertentu yang sering mengundang gairah bagi laki-laki sering dipertontonkan dan menjadi obyek yang asyik bagi kamera. Padahal Allah swt telah berfirman bahwa perempuan laiknya permata yakut dan marjan. Kemewahan tersebut tak semestinya membuat perempuan mengumbar keindahannya, sebisanya ia harus menjaga diri. Dan bagi laki-laki, sudah sepatutnya ia menjaga pandangan dan memposisikan dirinya sebagai pelindung lawan jenisnya itu. Kata kunci: Media Massa, Perempuan, Islam.