Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

Pemodelan Pemilihan Moda Perjalanan dengan Kombinasi Stated dan Revealed Preference: Studi Kasus Kota Makassar Andani, I Gusti Ayu; Taufik, Yushalihah Fitri
TATALOKA Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.3.180-194

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kemacetan. Rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan BRT yang ditunjukkan dengan rendahnya load factor berdampak pada berhentinya pengoperasian BRT. Hal ini menjadikan adanya isu ketidakseimbangan antara supply dan demand transportasi. Dengan mengambil studi kasus di Kota Makassar, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pemilihan moda transportasi guna mengetahui potensi permintaan angkutan umum massal dalam mendukung kebijakan pengembangan angkutan umum massal. Penelitian ini menggunakan metode analisis discrete choice model dengan pendekatan disagregat dengan menggunakan data stated dan revaled preferences yang berasal dari 400 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan moda perjalanan berkaitan dengan karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik perjalanan, karateristik fasilitas transportasi, persepsi terhadap moda, dan attitude. Probabilitas pemilihan angkutan umum lebih rendah (11%) dibandingkan kendaraan pribadi (52% untuk sepeda motor dan 24% untuk mobil). Lebih lanjut, analisis elastisitas menunjukkan bahwa BRT dan sepeda motor pribadi adalah moda transportasi yang paling sensitif terhadap perubahan terhadap perubahan biaya perjalanan. Guna dapat secara signifikan meningkatkan peluang permintaan terhadap BRT, tidak hanya diperlukan penurunan tarif BRT, namun juga biaya penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
Penyediaan Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Baru: Tantangan dan Rekomendasi Novitasari, Fika; Maryati, Sri; Andani, I Gusti Ayu
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.42-56

Abstract

Penyediaan infrastruktur dasar sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Komponen utama dari infrastruktur dasar meliputi transportasi; air bersih; sanitasi; dan pengelolaan sampah. Penyediaan infrastruktur dasar merupakan bagian penting untuk mendukung tercapainya SDGs 11 “make cities and human settlement inclusive, safe, resilient and sustainable”. Prinsip ini sejalan dengan tujuan Ibu Kota Nusantara (IKN “kota berkelanjutan di dunia” yaitu memberikan pelayanan infrastruktur secara efektif seperti pemanfaatan sumber daya air dan energi yang efisien, pengelolaan sampah berkelanjutan, moda transportasi terpadu, lingkungan layak huni dan sehat.  Mengingat pentingnya peran infrastruktur dasar untuk mendukung pengembangan ibu kota baru Nusantara Indonesia, studi terkait penyediaan dan perencanaan infrastruktur dasar menjadi sangat diperlukan. Beberapa tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar bagi Ibukota Negara Baru sudah dinyatakan dalam berbagai studi sebelumnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dari penyediaan infrastruktur dasar di beberapa ibu kota negara baru seperti Abuja (Nigeria), Brasilia (Brazil) dan Putrajaya (Malaysia); dan memberikan pembelajaran serta rekomendasi bagi penyediaan infrastruktur dasar di Nusantara, Indonesia. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan systematic literature review (SLR). Studi ini menemukan bahwa tantangan penyediaan infrastruktur di beberapa ibu kota negara baru berkaitan dengan tata kelola infrastruktur lintas wilayah, disparitas regional penyediaan infrastruktur dari ibu kota negara baru dan wilayah sekitarnya, serta beberapa tantangan yang bersifat teknis. Rekomendasi yang dapat diambil dari temuan tersebut bagi IKN ditekankan pada pertimbangan potensi ketimpangan penyediaan infrastruktur dasar antara wilayah inti IKN dengan wilayah sekitarnya yang seiring waktu dapat menjadi tekanan bagi lingkungan dan masyarakat IKN sendiri.