Evaluasi dalam pembelajaran Bahasa Arab seringkali hanya berfokus pada kecerdasan itelektual yang dimiliki peserta didik tanpa memperhatikan kecerdasan yang lain. Pada kenyataanya setiap peserta didik mempunyai kecerdasan yang tidak serupa. Hal ini tentu saja membuat peserta didik yang memiliki kecerdasan di luar kecerdasan intelektual tidak bisa menampakkan kemampuan mereka secara maksimal. Oleh karena itu Madrasah QITA menerapkan evaluasi berbasis multiple intelligences. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan evaluasi berbasis multiple intelligences dalam pembelajaran Bahasa Arab di madrasah QITA dan akan menyajikan kelebihan dan kekurangan setelah penerapan evaluasi berbasis multiple intelligences. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kulitatif dimana sumber data yang didapatkan berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Arab di madrasah QITA dengan menerapkan evaluasi berbasis multiple intelligences, tidak mengacu sepenuhnya pada kecerdasan yang ada melainkan hanya pada lima kecerdasan saja. Meskipun demikian guru di madrasah QITA tetap dapat memberi penilaian terhadap peserta didik. Terdapat beberapa kekurangan maupun tantangan seperti memerlukan sumber daya tambahan, pengintegrasian yang harus tepat dan peningkatan beban kerja guru. Meskipun demikian, penerapan evaluasi berbasis Multiple Intelligences di Madrasah QITA memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab dengan memberikan gambaran holistik tentang kemampuan siswa, pengukuran keragaman, pengukuran komprehensif dan memotivasi mereka untuk mencapai kesuksesan dalam belajar