Arlini, Eva Widya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Star-Up Website ASBAKARA untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Upaya Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia Riyanto, Nobel Rajendra; Arlini, Eva Widya; Juliasari, Lina; Zaul, Yumna; Saddhono, Kundharu
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56840

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk penelitian kualitatif dan pembuatan media pembelajaran. Langkah-langkah pembuatan website Asbakara melalui tahap pendefinisian, tahap pembuatan atau perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebarluasan pengguna. Sebelum perancangan dilakukan observasi kelemahan dalam pembelajaran BIPA oleh pengajar BIPA serta bagaimana ketertarikan pemelajar asing dalam memahami konsep pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah mengetahui kelemahan, kemudian dirancang sebuah konsep laman yang sesuai kebutuhan pengguna. Konsep yang dibuat kemudian dirancang suatu model dan desain website pembelajaran. Adanya platform pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing bertujuan untuk memudahkan para pembelajar mampu mengakses materi secara mudah dimanapun dan dapat diulang sesuai keinginan. Website pembelajaran juga sebagai penunjang pembelajaran dan fungsi kedua adalah media sumber belajar.
KEKERABATAN BAHASA OGAN DAN BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Arlini, Eva Widya; Saddhono, Kundharu
Jurnal Metamorfosa Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v12i1.2424

Abstract

Kekerabatan bahasa berkaitan dengan konsep hubungan atau persamaan antara bahasa-bahasa yang berbeda. Kekerabatan bahasa sering kali diidentifikasi melalui kesamaan struktur tata bahasa, kosakata, atau fonologi antara dua bahasa. Dalam penelitian ini kekerabatan bahasa yang diukur adalah bahasa Ogan dan bahasa Jawa. Penelitian yang digunakan untuk mengetahui kekerabatan bahasa Ogan dan bahasa Jawa dengan metode deskriptif kualitiatif dengan teknik baca dan catat serta metode kuantitatif dengan teknik leksikostatistik. Untuk mengetahui kekerabatan antar bahasa perlu dilakukan klasifikasi pasangan identik, korespondensi fonemis, korespondensi fonetis, dan pasangan beda satu fonem sehingga akan diperoleh presentase kekerabatan bahasa keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kekerabatan antara kedua bahasa serta membantu mengetahui pemetaan hubungan kebahasaan seiring perubahan waktu. Hasil penelitian antara kekerabatan Bahasa Ogan dan Bahasa Jawa berdasarkan 200 daftar kosakata yang dikumpulkan didapatkan bahwa keduanya memiliki presentase kekerabatan sebesar 0.18%. Data tersebut merupakan hasil klasifikasi kekerabatan pasangan identik yang memiliki kesamaan 10 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi fonemis sebanyak 14 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi sebanyak 11 kosakata, dan pasangan beda satu fonem sebanyak satu. Kecilnya kekerabatan Bahasa tersebut dapat dipengaruhi salah satunya adalah pada letak geografis yang berbeda.AbstractLanguage kinship relates to the concept of relationships or similarities between different languages. Language kinship is often identified through similarities in grammatical structure, vocabulary, or phonology between two languages. In this study, the language relationships measured were Ogan and Javanese. The research used to determine the relationship between the Ogan language and the Javanese language uses a qualitative descriptive method using reading and note-taking techniques and a quantitative method using lexicostatistical techniques. To determine the relationship between languages, it is necessary to classify identical pairs, phonemic correspondence, phonetic correspondence, and pairs that differ by one phoneme so that a percentage of the relationship between the two languages can be obtained. The aim of this research is to determine the percentage of relationship between the two languages and to help determine the mapping of linguistic relationships over time. The results of research between the kinship of Ogan and Javanese based on 200 vocabulary lists collected showed that the two had a kinship percentage of 0.18%. This data is the result of kinship classification of identical pairs that have 10 vocabularies in common, 14 vocabularies in phonemic correspondence pairs, 11 vocabularies in common in correspondence pairs, and pairs that differ by one phoneme. The small relationship between these languages can be influenced, among other things, by different geographical locations.
Star-Up Website ASBAKARA untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Upaya Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia Riyanto, Nobel Rajendra; Arlini, Eva Widya; Juliasari, Lina; Zaul, Yumna; Saddhono, Kundharu
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56840

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk penelitian kualitatif dan pembuatan media pembelajaran. Langkah-langkah pembuatan website Asbakara melalui tahap pendefinisian, tahap pembuatan atau perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebarluasan pengguna. Sebelum perancangan dilakukan observasi kelemahan dalam pembelajaran BIPA oleh pengajar BIPA serta bagaimana ketertarikan pemelajar asing dalam memahami konsep pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah mengetahui kelemahan, kemudian dirancang sebuah konsep laman yang sesuai kebutuhan pengguna. Konsep yang dibuat kemudian dirancang suatu model dan desain website pembelajaran. Adanya platform pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing bertujuan untuk memudahkan para pembelajar mampu mengakses materi secara mudah dimanapun dan dapat diulang sesuai keinginan. Website pembelajaran juga sebagai penunjang pembelajaran dan fungsi kedua adalah media sumber belajar.