Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Jalur Hedgehog pada Karsinoma Sel Basal Topik, Mohamad Mimbar; Handayani, Melina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8964

Abstract

Abstrak Karsinoma sel basal  merupakan keganasan kulit yang berasal dari sel yang tidak mengalami keratinisasi dan terdapat pada lapisan basal di epidermis dan merupakan kanker kulit yang paling sering terjadi. Patogenesisnya berhubungan dengan faktor genetik, lingkungan, dan paparan sinar matahari (sinar uv). Secara molekuler, karsinoma sel basal disebabkan karena adanya mutasi pada gen supresor tumor. Komponen yang termasuk dalam gen supresor tumor yaitu, patch hedgehog-1 (Ptch 1) dan TP53. Patch hedgehog-1 merupakan komponen yang paling sering menjadi penyebab dari karsinoma sel basal melalui aktivasi kembali jalur pensinyalan Hedgehog. Sekitar 90% kasus karsinoma sel basal mengalami mutasi pada komponen ini. Sehingga hampir semua karsinoma sel basal menunjukkan aktivasi konstitutif dari jalur pensinyalan Hedgehog. Kata Kunci : Hedgehog pathway; karsinoma sel basal; sinar UV
Case Report : Chromoblastomycosis Handayani, Melina; Topik, Mohamad Mimbar
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v12i6.38536

Abstract

Background: Chromoblastomycosis is a recurring deep mycosis of the skin and subcutaneous towel. Clinical features are characterized by verrucous shrine lesions, especially in the lower extremities. This disease is usually preceded by trauma in the form of a wound which is the initial implantation of the fungus. The fungus will be implanted in the dermis and will infect the skin with the subcutaneous towel. Chromoblastomycosis is caused by a fungus from the Dematiaceae family. Although Chromoblastomycosis occurs worldwide, it is most common (>70%) in tropical and subtropical regions. Case Presentation: We present a case in which a 72-year-old man came to the dermatovenereology polyclinic with the main complaint of thickening of the skin in the plantar of the right leg, the surface is rough, the skin looks dry, it doesn't itch and it doesn't hurt, it gets worse over time, widened. Based on the histopathology, the appearance of the epidermis in the form of pseudoepitheliomatous hyperplasia, hyperkeratosis, acanthosis, microabscesses with neutrophil inflammatory cells, lymphocytes, multinucleated giant cells, and spores. In the dermis, microabscesses were found, and no necrosis was seen. Conclusion: The diagnosis was chromoblastomycosis. This patient was given oral antimycotic Itraconazole 2 x 200 mg/day. There was a clinical improvement.
Perdarahan Uterus Abnormal Albin, Iskandar; Handayani, Melina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.10676

Abstract

Perdarahan uterus abnormal (PUA) merupakan kelainan di bidang ginekologi yang paling sering dialami oleh perempuan usia produktif yang ditandai dengan adanya perubahan pada siklus menstruasi baik dari interval atau panjang siklus, durasi maupun jumlah perdarahan. Dampak perdarahan uterus abnormal pada usia produktif diseluruh dunia cukup banyak dengan prevalensi sekitar 3-30%. Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) mengklasifikasikan PUA menurut etiologinya menjadi struktural dan nonstruktural menggunakan PALM-COEIN: Polip, Adenomiosis, Leiomioma, Malignansi Dan Hiperplasia, Coagulopathy, Disfungsi Ovarium, Endometrial, Iatrogenik, dan Not Yet Classified. Klasifikasi PALM-COEIN dapat ditegakkan apabila terdapat riwayat pasien yang lengkap dikombinasikan dengan tes pencitraan yang tepat, analisis histopatologis ataupun pemeriksaan laboratorium untuk memastikan pendekatan diagnostik dan pengobatan yang akurat. Pada dasarnya tujuan penatalaksanaan PUA adalah memperbaiki keadaan umum, menghentikan perdarahan, dan mengembalikan fungsi hormon reproduksi. Menghentikan perdarahan dapat dilakukan dengan medikamentosa, dilatasi dan kuretase, maupun tindakan operatif.