Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Komposisi Populasi Sapi Potong Berdasarkan Bangsa, Jenis Kelamin, dan Tingkat Umur di Daerah Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Syaiful, Ferry Lismanto; Fernando, Ari; Khasrad
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v7i2.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi populasi sapi potong berdasarkan bangsa, jenis kelamin, dan tingkatan umur ternak di daerah Suliki Kabupaten 50 Kota. Penelitian ini menggunakan metode survei, untuk menentukan lokasi penelitian digunakan metode simple random sampling. Sedangkan perolehan data penelitian digunakan metode snowball sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peternak sebanyak 184 orang selaku responden yang diperoleh dari enam nagari/desa. Variabel penelitian yakni karakteristik peternak, bangsa ternak, jenis kelamin, umur, faktor input dan output. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi populasi sapi potong menurut bangsa yaitu Peranakan Simmental (87,70%), Peranakan Ongole (8,41%), Brahman Cross (1,62%), Peranakan Limousin (1,30%), dan Sapi Pesisir (0,97%). Berdasarkan jenis kelamin dimana sapi jantan 71 ekor (22,97%) dan betina 238 ekor (77,03%) dengan tingkatan umur pedet (kecil dari 1 tahun) 79 ekor (25,57%), muda (1-2 tahun) 66 ekor (21,36%), dan dewasa (besar dari 2 tahun) 164 ekor (53,07%). Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa komposisi populasi sapi potong di daerah Suliki Kabupaten 50 Kota mayoritas dipelihara bangsa sapi Peranakan Simental sebesar 87,70%, berdasarkan jenis kelamin adalah ternak sapi betina sebanyak 77,03% dan tingkat umur ternak yang terbanyak adalah sapi berusia besar dari 2 tahun yakni 53,07%
Solution for Providing Ruminant Feed during the Dry Season in Pesisir Selatan Regency using Ammonia-treated Rice Straw Afriani, Tinda; Khasrad; Hafizah, Dian; Fadhilah, Ade
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.2.258-263.2025

Abstract

The potential of rice straw in Pesisir Selatan Regency can be utilized to ammoniate straw as a solution to providing feed for ruminants. The abundance of agricultural waste can address livestock problems in Pesisir Selatan Regency during the dry season. The dry season makes the availability of forage stocks low. Through fermentation in ammoniation technology, straw waste can be used. The activity began with discussion, socialization, demonstration, and evaluation of the activity results. Fermented feed, such as straw ammoniation, has advantages and disadvantages. Ammoniated straw can increase digestibility, nutritional value, and long shelf life. The characteristics of good ammoniated straw are that it turns brownish yellow or does not change much from the color of the straw, when opened, it smells quite pungent of ammonia, the texture of the rice straw is soft, not rotten, and not moldy. Ammoniation as an alternative feed has high potential in supporting healthy and efficient livestock production. Community Service activities are an important step in encouraging sustainable agriculture and livestock.