Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI ENDEMIK MELALUI ECOLOGY, SOCIO-ECONOMIC, DAN SOCIO-CULTURAL APPROACH (STUDI PADA TAMAN KEHATI KOKOLOMBOI, SULAWESI TENGAH) Setiadi, Achmad
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v4i1.2313

Abstract

Indonesia merupakan negara mega biodiversitas yang memiliki banyak keanekaragaman hayati dan keunikan geografisnya membuat ekosistem yang dihuni berbagai flora dan fauna yang hanya ada di Indonesia (endemik). Salah satu wilayahnya adalah Pulau Sulawesi, tepatnya Taman Kehati Kokolomboi yang didiami satwa Tarsius Pulau Peleng (Tarsius pelengensis) dan Gagak Banggai (Corvus unicolor) yang statusnya langka akibat adanya degradasi wilayah dan kebiasaan perburuan masyarakat. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian tindakan atau action research guna mengatasi keberlangsungan kelestarian ekosistem khususnya yang bersifat endemik agar tidak punah. Upaya ini diinisiasi oleh PT Pertamina EP Donggi Matindok Field bekerja sama dengan berbagai pihak pemangku kepentingan atau stakeholder sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau CSR dan upaya menjaga pemanfaatan sumber daya secara berlanjut. Pendekatan melalui Ecology, Socio-Economic, dan Socio-Cultural Approach dinilai sesuai dengan orientasi kepentingan seluruh stakeholder. Pendekatan tersebut menjadi dasar pengembangan beberapa kegiatan sejak tahun 2020 hingga saat ini yang mampu memberikan hasil berupa dampak positif terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam giat ini tidak serta merta berjalan secara mulus, terdapat beberapa kendala yang perusahaan hadapi seperti sulitnya medan atau kondisi jalan menuju lokasi serta tidak mudah pula megubah mindset masyarakat yg awalnya lebih berorientasi pada eksploitasi hutan kini beralih menjaga hutan melalui konservasi taman kehati
Membangun Ekosistem Pertanian Organik: Peran Strategis PT Pertamina EP Cepu Field Melalui Program Pusaka Blora Masruroh, Ulil; Zuhdi, M. Fikri Farras; Setiadi, Achmad
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i10.445

Abstract

Pertanian organik menjadi salah satu strategi penting dalam menjawab tantangan degradasi tanah, perubahan iklim, serta ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan wilayah agraris dengan mayoritas petani yang masih mengandalkan pupuk kimia sebesar 300–400 kg/ha. Alhasil produktivitas pertanian pertanian cukup rendah, yakni hanya sekitar 3 ton/ha dengan frekuensi panen hanya sekali setahun. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Pertamina EP Cepu Field menginisiasi Program PUSAKA Blora sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis perusahaan dalam membangun ekosistem pertanian organik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di lima desa binaan. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen program, data BPS, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUSAKA Blora berhasil meningkatkan kapasitas 70 anggota kelompok tani melalui sekolah lapang, pelatihan keuangan, agroedutourism, dan pembinaan kelembagaan. Dari sisi lingkungan, penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 80–85%, kualitas tanah membaik, keanekaragaman hayati pulih dan hasilnya produktivitas pertanian meningkat mencapai 7,8 ton/ha. Program ini juga telah berhasil memperoleh sertifikasi organik INOFICE sesuai SNI 6729-2016, yang memperkuat legitimasi dan daya saing produk. Temuan ini menegaskan bahwa PUSAKA Blora telah berhasil menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, dan kolaborasi multipihak.
Empowerment of Togong-Tanga indigenous people through the development of apiculture-based conservation villages Khasanah, Sofiana Nur; Setiadi, Achmad
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 6 (2024): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i6.836

Abstract

The Kokolomboi Lestari Program is a community empowerment initiative aimed at empowering the Togong-Tanga Indigenous Peoples in Central Sulawesi Province. It focuses on developing sustainable apiculture systems in Leme-Leme Darat Village, aiming to increase forest resource productivity and improve ecosystems and habitats for endemic animals. The program provides employment opportunities and income from forest bee management and environmental services. A study found that solid waste treatment from PT Pertamina EP Donggi Matindok Field operations contributes to global warming potential (GWP), with CO2, N2O, and CH4 emissions being major contributors. The program also uses non-B3 waste from fire truck tires as a conservation medium, and biosulfur slury as fertilizer for agricultural activities. This program has achieved sustainability goals, improving social life, economic and environmental standards, and strengthening the economy of indigenous peoples.