Upaya mewujudkan kesetaraan akses dalam pemenuhan hak dan pengembangan diri bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia masih disertai dengan kondisi ketidakberdayaan kelompok rentan tersebut. Padahal, angan untuk mengimplementasikan pendekatan yang inklusif telah menjadi visi bersama bagi berbagai pemangku kepentingan agar terwujud pelibatan Penyandang Disabilitas untuk dapat aktif terlibat sebagai subjek dalam proses pembangunan. Menanggapi fenomena tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Madiun menginisiasi cara baru untuk memberdayakan penyandang Disabilitas yang dikonfigurasikan dalam Program Inovasi Sosial Batik Ramli (Batik Ramah Lingkungan). Inisiatif inovasi sosial tersebut telah berjalan sejak tahun 2021 dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Artikel ini membahas terkait proses pengembangan Inovasi Sosial Batik Ramli mulai dari tahap awal hingga pencapaiannya dalam menciptakan perubahan sistemik. Pendekatan yang digunakan dalam membahas pengembangan Inovasi Sosial Batik Ramli adalah metode kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Inovasi Sosial Batik Ramli telah melalui berbagai proses secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan Penyandang Disabilitas dengan basis kegiatan produktif pada sektor industri kreatif dan agribisnis. Inovasi Sosial Batik Ramli juga telah menimbulkan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan kesejahteraan.