Pertumbuhan populasi penduduk terus merangkak naik dengan kecepatan idealnya dalam beberapa dekade terakhir. Proyeksi peningkatan jumlah populasi penduduk yang terus bertambah seiring berjalannya waktu membawa tantangan pemenuhan kebutuhan ruang hidup yang membawa pada pertanyaan tentang bagaimana kondisi ekologis bumi di masa mendatang. Kebutuhan ruang hidup dalam realitas sosial menghasilkan pola urbanisasi dan membawa residu berupa produksi timbulan sampah sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Pada akhirnya akan menimbulkan degradasi lingkungan dan perubahan iklim yang semakin buruk apabila tidak dilakukan intervensi yang optimal. PT Pertamina Patra Niaga FT Madiun, mencoba merespon hal ini dengan implementasi inovasi sosial pada Program Kampung Iklim yang dicetuskan. Artikel ini membahas bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan sampah sebagai intervensi terhadap perubahan iklim. Menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, studi ini menuliskan hasil eksplorasi menggunakan spiral tahapan inovasi sosial mulai dari tahapan prompts, proposal, prototype, sustaining, scalling, sampai dengan systematic change. Bank Sampah Digital dan penerapan ekonomi sirkular dilihat sebagai lokus program yang akan dijelaskan. Hasil studi ini menemukan bahwa terdapat relevansi inovasi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat yang dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pengelolaan sampah serta intervensi pada perubahan iklim melalui perpaduan teknologi dan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025