Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN WHATSAPP BUSINESS BAGI PENGRAJIN GROWOL DI DESA NOMPOREJO KECAMATAN GALUR KULON PROGO: WHATSAPP BUSINESS TRAINING FOR GROWOL CRAFTSMAN IN NOMPOREJO VILLAGE GALUR DISTRICT KULON PROGO Adiputra*, Andre Kussuma; Puspaningtyas, Desty Ervira; Mardika Sari, Puspita; Styaningrum, Silvia Dewi
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i2.106

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh pengrajin growol di desa Nomporejo adalah rendahnya daya tarik dan nilai jual produk growol, serta terbatasnya jangkauan pemasaran. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan fokus pada pelatihan pengemasan, pelabelan, dan penggunaan WhatsApp Business untuk pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa langkah strategis. Pertama, diberikan pelatihan mengenai teknik pengemasan dan pelabelan yang menarik, dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik visual dan persepsi nilai produk growol. Kedua, dilakukan pelatihan penggunaan WhatsApp Business, yang dirancang untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan growol melalui platform digital yang mudah diakses dan digunakan oleh para pengrajin. Hasil dari kegiatan abdimas menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek. Pengemasan dan pelabelan yang lebih baik berhasil meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk growol, membuatnya lebih kompetitif di pasar. Selain itu, penggunaan WhatsApp Business terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan visibilitas produk, dan akhirnya meningkatkan penjualan. Respon positif dari pengrajin growol di desa Nomporejo menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya relevan tetapi juga diapresiasi oleh komunitas lokal. Kesimpulannya, kegiatan abdimas ini berhasil mencapai tujuannya. Peningkatan daya tarik dan nilai jual growol melalui pengemasan dan pelabelan yang lebih baik, serta perluasan jangkauan pemasaran dengan WhatsApp Business, telah memberikan dampak positif terhadap penjualan dan penerimaan produk di pasar. Pelatihan ini mendapat respon yang baik dari para pengrajin, menunjukkan keberhasilan program dalam memberdayakan komunitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui peningkatan keterampilan pemasaran dan pengemasan produk.
ANKLE-BRACHIAL INDEX, FASTING BLOOD GLUCOSE, AND BMI SCORES AS PREVENTION AND MANAGEMENT OF THE RISK OF DIABETES MELLITUS COMPLICATIONS Mardika Sari, Puspita; Sucipto, Adi; Retnaningsih, Listyana Natalia; Widarti, Sulis Mukaryanah; Rohmawati, Dwi Asih; Nurdjanah, Siti; Kuncara, Akhmad Surya; Febiyanita, Anggun
Darussalam Nutrition Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v8i2.11492

Abstract

Background: Diabetes has become an important health problem in the world, with prevalence rates increasing throughout the world. Uncontrolled diabetes can have various negative impacts, mainly increasing risk of complications as well as neuropathy and circulation disorders, which can cause various health problems, including diabetic foot wounds and the risk of amputation. Controlling blood sugar levels is one strategy to prevent the risk of complications. Health screening and monitoring can help in preventing and managing complications of uncontrolled diabetes. Purpose: The aim of this study was to determine the ankle-brachial index (ABI), spontaneous blood sugar levels (GDS), and body mass index (BMI) scores to prevent complications risk of Diabetes Mellitus in people through a health screening program. Method: This research was a cross-sectional approach with an observational design. It was conducted in June 2023 at Posbindu Ngrame, Tamantirto subdistrict, Kasihan district, Bantul regency, Yogyakarta province. The number of respondents in the study were 75 people who were taken by accidental sampling technique. Instruments used for data collection includes ABI questionare, microtoice and body scale for measure IMT, and glucose meter for GDS.  Results: This study showed that (90.7%) of respondents were female, in the elderly category (41.3%), had primary school education (40%), and were housewives (50.7%). GDS levels were mostly normal (78.7%), BMI category 1 (41.3%), and ABI values were normal category (89.3%). Conclusion: The description of the risks and complications of DM based on GDS and ABI values is mostly normal, while based on BMI values, most are in the 1st-degree obese category.