Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Management of Ossa Cruris radiographic technique with fracture cases at the Radiology Installation of Dr AK Gani Hospital Palembang Sutanto, Ronny
JOURNAL OF HEALTH SCIENCE Vol 2 No 1 (2024): Journal of Health Science
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jhs.v2i1.548

Abstract

The ossa cruris is commonly called the lower leg, in the lower leg there are two bones, namely the tibia and fibula bones, the tibia or shin bone is the main skeleton of the lower leg and is located medial to the fibula or calf bone. cruris with a case of cruris fracture in the radiology department of the hospital. Dr. Ak Gani Palembang. There are two projections in the ossa cruris technique examination, namely AP and Lateral projections, the patient's position is sitting or lying supine on the examination table. Examination of the ossa cruris does not require too much equipment, including radiology apparatus, cassette and film with a size of 30 x 40 cm which is divided in half and a marker. To get a good radiographic picture in fracture cases, efforts are made, including: The patient must be comfortable and not increase the patient's pain. Choosing the right exposure factor in order to get optimal photo results, so that the optimal image is obtained so that it can provide information to establish a diagnosis. Based on the results of the radiographic examination of the ossa cruris with fracture cases at the Dr. Hospital Installation. Ak. Gani Palembang obtained photos: in the form of disturbance sublocations on Ro Cruris Dextra AP/Lat and object position, image density, image contrast and image sharpness on the ossa cruris radiographic technique with fracture cases in the AP and lateral positions have been declared good. Key words : Ossa Cruris radiography, Fracture
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan RSUD Siti Fatimah Menggunakan Metode MMAS-8 Muliana, Hilda; Livia, Sinta; Azzahra, Nia; Sutanto, Ronny
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1857

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan risiko komplikasi serius apabila pasien tidak patuh terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Siti Fatimah. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 139 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia >40 tahun (94,2%), perempuan (51,8%), dan berpendidikan tinggi (44,6%). Tingkat kepatuhan pasien didominasi kategori sedang (69,8%), sedangkan 30,2% termasuk kategori rendah, tanpa ada yang mencapai kepatuhan tinggi. Analisis per item MMAS-8 memperlihatkan sebagian besar pasien sering lupa minum obat (75%), menghentikan obat tanpa konsultasi (82,7%), serta merasa terganggu dengan konsumsi obat harian (76,3%). Temuan ini menegaskan bahwa kepatuhan pasien masih suboptimal dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko komplikasi. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya strategi intervensi berbasis edukasi rutin, dukungan keluarga, serta reminder teknologi sederhana untuk meningkatkan kepatuhan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan data dasar kepatuhan pasien hipertensi di RSUD Siti Fatimah sebagai acuan perancangan program peningkatan kualitas layanan dan efektivitas terapi antihipertensi.
Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Sutanto, Ronny; Muliana, Hilda; Wahab, Sabda; Azzahra, Nia
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.