Priatna, Suherman
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka VikaSari, Asri Yuni; Fauzi, Anis; Bahaf, Abdul Muin; Gunawan, Agus; Priatna, Suherman
El-Idare Vol 9 No 2 (2023): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elidare.v9i2.20891

Abstract

Leaders have a key role in dealing with curriculum changes. They are responsible for identifying new needs and motivating team members through transformational leadership. This research uses qualitative methods with library research, using primary data from documents and secondary data from national/international journals with the keywords "leadership," "transformational leadership," "driving school," and "implementation of the independent curriculum." With the theoretical perspective of Bernard Bass, the author analyzes the transformational leadership of madrasa heads in implementing the independent curriculum. This article aims to describe transformational leadership through idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This leadership style is suitable for overcoming the challenges of changing curriculum policies because it has a positive and dynamic impact on the work environment.
EMERGING TRENDS IN LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL FACTORS AFFECTING LECTURER COMPETENCE: A SYSTEMATIC REVIEW Sofyan, Ade; Syafei, Zakaria; Tarihoran, Naf'an; Fauzi, Anis; Priatna, Suherman
Jurnal Abdisci Vol 1 No 10 (2024): Vol 1 No 10 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i10.406

Abstract

This research aims to uncover problems about emerging leadership trends and organizational factors that can affect lecturer competence. The research method used to examine the problems that occur today is by using a literature review (literature review), which is to review various literature that discusses leadership and organization as well as lecturer competencies and survey research that aims to generalize to reveal organizational factors that can affect lecturer competence. The results of this study show that today's leadership trend is mandatory to have basic competencies including pedagogic, professional, personal and social. Meanwhile, organizational factors, namely leaders have: accountability, enthusiasm, encouragement to lecturers, anticipation of organizational dynamics that occur and giving rewards to lecturers who perform good work and sanctions against lecturers who make mistakes. The ability of a leader and creating a good organizational environment in his leadership will provide an increase in lecturer competence.
PERLINDUNGAN HAK ANAK ANGKAT DAN IMPLIKASI KEPERDATAANNYA DALAM HUKUM KELUARGA DI INDONESIA Pratama, Andre Wahyu; Somawinata, Yusuf; Hidayat, Ahmad; Ilzamuddin, Ilzamuddin; Priatna, Suherman
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.22690

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hak anak angkat dan implikasi keperdataannya dalam hukum keluarga di Indonesia. Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak atas perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan. Pengangkatan anak (adopsi) menjadi salah satu upaya hukum untuk memberikan kehidupan yang layak bagi anak terlantar, namun sering menimbulkan permasalahan terkait status hukum, nasab, dan hak waris. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia yang pluralistik  meliputi hukum nasional, hukum Islam, dan hukum adat memiliki perbedaan mendasar dalam memandang pengangkatan anak. Hukum nasional menegaskan bahwa pengangkatan anak bertujuan untuk kepentingan terbaik bagi anak tanpa memutus hubungan darah dengan orang tua kandung. Hukum Islam tidak mengubah nasab anak melalui tabannī, tetapi mendorong pengasuhan anak melalui kafālah. Sementara hukum adat menempatkan pengangkatan anak dalam konteks sosial dan budaya. Diperlukan pembaruan hukum keluarga nasional agar harmonis dengan nilai-nilai agama, adat, dan perkembangan sosial-teknologi modern, sehingga mampu memberikan kepastian hukum dan perlindungan maksimal terhadap hak-hak anak.  Kata kunci: Pengangkatan anak, hukum keluarga, perlindungan anak, hukum Islam, hukum adat.
PERLINDUNGAN HAK ANAK ANGKAT DAN IMPLIKASI KEPERDATAANNYA DALAM HUKUM KELUARGA DI INDONESIA Pratama, Andre Wahyu; Somawinata, Yusuf; Hidayat, Ahmad; Ilzamuddin, Ilzamuddin; Priatna, Suherman
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.22690

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hak anak angkat dan implikasi keperdataannya dalam hukum keluarga di Indonesia. Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak atas perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan. Pengangkatan anak (adopsi) menjadi salah satu upaya hukum untuk memberikan kehidupan yang layak bagi anak terlantar, namun sering menimbulkan permasalahan terkait status hukum, nasab, dan hak waris. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia yang pluralistik  meliputi hukum nasional, hukum Islam, dan hukum adat memiliki perbedaan mendasar dalam memandang pengangkatan anak. Hukum nasional menegaskan bahwa pengangkatan anak bertujuan untuk kepentingan terbaik bagi anak tanpa memutus hubungan darah dengan orang tua kandung. Hukum Islam tidak mengubah nasab anak melalui tabannī, tetapi mendorong pengasuhan anak melalui kafālah. Sementara hukum adat menempatkan pengangkatan anak dalam konteks sosial dan budaya. Diperlukan pembaruan hukum keluarga nasional agar harmonis dengan nilai-nilai agama, adat, dan perkembangan sosial-teknologi modern, sehingga mampu memberikan kepastian hukum dan perlindungan maksimal terhadap hak-hak anak.  Kata kunci: Pengangkatan anak, hukum keluarga, perlindungan anak, hukum Islam, hukum adat.