Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD BATARA GURU BELOPA Ibriani, Jumriana
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3674

Abstract

Abortus inkomplit adalah pengeluaran hasil konsepsi dengan masih adanya sisa yang tertinggal dalam uterus dan biasanya jaringan yang tertinggal itu jaringan plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan usia ibu, paritas, dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Batara Guru Belopa. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 57 ibu hamil. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil observasi data rekam medik dari usia ibu 20 - 35 yang berisiko sebanyak 33 orang (57,9%) dan ibu yang berusi 20-35 2 yang tidak berisk sebanyak 24 orang (42,1%), sedangkan hasil observasi rekam medik yang memiliki paritas ≥ 3 kali (berisiko) sebanyak 34 orang (59,6%), dan yang memiliki paritas 3 kali (tidak berisiko) sebanyak 23 orang (40,4%). Berdasarkan hasil tersebut maka ada hubungan antara usia Ibu dan paritas dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Batara Guru Belopa,Kara kunci: Abortus Inkompit, Paritas, Usi Ibu
Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tamalarea Hatima, Husnul; Ibriani, Jumriana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1501

Abstract

Pernikahan dini yang terjadi pada usia muda bagi perempuan ini akan berimbas pada kehamilan di usia yang juga muda. Pernikahan dini dapat meningkatkan angka kejadian anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea kota Makassar pada februari 2025. Hasil peneletian ini Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Square (Continuity correction), pada tabel 3 di atas yaitu nilai p (0,049) < α (0,05), artinya nilai p lebih kecil dari nilai α pada derajat kepercayaan 95% dengan derajat kebebasan 1. Dapat disimpulkan bahwa disimpulkan bahwa ada hubungan antara pernikahan di usia dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea Makassar.
ANALISIS KUALITATIF KOMUNIKASI KADER POS YANDU DALAM IMPLEMENTASI PELAYANAN KEBIDANAN Di WILAYAH RT 03 RW 02 KELURAHAN MATTOANGIN KOTA MAKASSAR Hafsah, Hafsah; Ibriani, Jumriana; Angraeni, Ningsi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 3 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3528

Abstract

Communication conducted by Posyandu cadres plays a crucial role in supporting the implementation of midwifery services at the community level, particularly in maternal and child health education programs. Effective communication contributes to improving health literacy, behavior, and community participation in Posyandu activities. This study aims to analyze the forms and quality of communication carried out by Posyandu cadres in implementing midwifery services in RT 03 RW 02, Mattoangin Subdistrict, Makassar City. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design. Participants were selected using purposive sampling, consisting of five active cadres with at least two years of service experience, one supervisory midwife, and three mothers receiving services. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document review of Posyandu activities. The study setting was the local Posyandu facility routinely conducting monthly health services. Data analysis was performed using a thematic approach through data reduction, coding, categorization, interpretation, and source triangulation to ensure credibility. The findings indicate that cadre communication occurs through three dominant forms: interpersonal communication, small group communication, and health program–driven instructional communication. Interpersonal communication was the most frequently used method, particularly when delivering education related to exclusive breastfeeding, immunization, child nutrition, and growth monitoring. Supporting factors included strong social bonding and experience in community service. However, limitations were identified, including inadequate communication skills, unstructured message delivery, and limited use of digital educational media. In conclusion, communication by Posyandu cadres in midwifery service implementation is functioning but not yet optimal. Strengthening communication skills through digital-based health communication training and continuous mentoring by healthcare providers is recommended to enhance message effectiveness and improve the quality of midwifery service delivery at the Posyandu level. Keywords: health communication, Posyandu cadres, midwifery services, qualitative research, Makassar