Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENILIK SEKSUALITAS DALAM PENCERMINAN PSIKOLOGI TOKOH SENTIMENTALISME CALON MAYAT KARYA SONY KARSONO MENGGUNAKAN TEORI SEKSUALITAS PSIKOANALISA SIGMUND FREUD Marsha Miranda
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1354

Abstract

Penyimpangan hasrat seksualitas perilaku tokoh dalam Sentimentalisme Calon Mayat, terlihat vulgar dalam tindakan paraphilia pada Cerpen Sony Karsono, sebagai produk sastra yang absurd dan tidak jelas, ternyata mengandung pesan kemanusiaan yang jarang diketahui masyarakat. Artikel ini berfokus pada perilaku menyimpang tokoh-tokoh utama dalam cerita guna menyajikan pengalaman-pengalaman esensial kehidupan perkotaan, unik, khas dan berkarakter dari kota-kota yang dibangun oleh kapitalisme. Seperti pemeran utama yang berhubungan seks dengan mayat, mengawini boneka, bunuh diri, melakukan masturbasi dengan lagu kebangsaan, dan membuat puisi cabul tentang seks perkotaan semuanya dianggap tindakan tidak senonoh paraphilia. Analisis ini menggunakan sentimentalisme mayat, melankolis, sukra dan insomnia. Ketiga cerpen ini menghadirkan masalah mental dan seksualitas yang berbeda. Dari Oedipus kompleks, hingga gangguan keengganan seksual. Fenomena ini disebabkan oleh aktivitas yang umum diketahui masyarakat, seperti kurangnya pendekatan seorang ayah terhadap anaknya, permasalahan seksual pada pria, dan perubahan suasana hati pada wanita. Terakhir, dampak dari fenomena tersebut menunjukkan kondisi berbahaya seperti bunuh diri, mutilasi alat kelamin dan rasa bangga menikah dan mempunyai anak dengan boneka. Artikel ini menggunakan model seksualitas psikoanalisa Freud sebagai penelitian
PENGARUH MUSIK ROCK ALTERNATIF DALAM EKSPRESI EMOSI: STUDI KASUS PADA LAGU ‘DISENCHANTED’ OLEH MY CHEMICAL ROMANCE Marsha Miranda; Rizky Abrian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1396

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana bentuk representasi pengaruh musik dalam mengekspresikan emosi. Lagu tersebut mengangkat tentang masalah yang sulit dihadapi oleh seseorang. Kecewa dan Kehilangan. Lirik-lirik lagu ini menggambarkan perasaan kecewa dan kehilangan dalam hubungan atau dalam hidup secara umum. Ini dapat menggambarkan pengalaman seseorang yang merasa dikecewakan oleh orang lain atau oleh harapan-harapan dalam hidup yang tidak terpenuhi. Penelitian ini menggunakan landasan teori milik Teun Van Dijk dalam mencari tentang bentuk analisis wacana yang terdapat dalam lagu “Disenchanted”. Teori Van Dijk fokus pada tiga elemen, yakni pada analisis teks (Makro), Superstruktur, dan Struktur Mikro serta konteks sosial. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana struktur yang ada dalam lagu “Disenchanted” karya My Chemichal Romance sehingga hasil dari bentuk struktur akan dapat merepresentasikan bentuk-bentuk tersebut ke dalam gambaran Ketidakpuasan dalam hidup. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis teks. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tiga teknik, yang pertama teknik pengumpulan data, kemudian analisis data, serta penyajian hasil. Hasil penelitian ini adalah adanya bentuk struktur yang ada didalam lagu “Disenchanted”. Hasil penelitian ditemukan adanya wacana ketakutan dan ketidakpuasan dalam lirik lagu “Disenchanted”, peneliti juga mendapatkan data pada lirik lagu yang merepresentasikan bentuk kekecewaan.
SISTEM PATRIARKI SEBAGAI FAKTOR PEMICU KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: ANALISIS TEORITIS DAN EMPIRIS Marsha Miranda
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i5.5237

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang mencerminkan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sistem patriarki sebagai faktor pemicu utama kekerasan terhadap perempuan dengan pendekatan teoretis dan empiris. Sistem patriarki, yang mengatur hubungan kekuasaan dan peran gender dalam masyarakat, sering kali menempatkan perempuan dalam posisi subordinat, yang berkontribusi pada berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan domestik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikologis.Studi ini mengkaji teori-teori patriarki yang menjelaskan bagaimana struktur sosial ini mempengaruhi dinamika kekuasaan dan kekerasan, serta menganalisis data empiris dari berbagai kasus dan konteks. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme yang mendasari kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat patriarkal dan mengevaluasi dampak dari norma-norma gender dan struktur sosial terhadap prevalensi dan jenis kekerasan yang dialami perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem patriarki secara signifikan memperkuat kekerasan terhadap perempuan dengan menormalisasi ketidaksetaraan dan memperkuat pola-pola kekuasaan yang merugikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih efektif dan kebijakan yang dapat menanggulangi akar penyebab kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara patriarki dan kekerasan serta mendorong perubahan sosial yang positif.
ANALISIS INTERPRETASI PSIKOLOGI PADA LIRIK LAGU GALA BUNGA MATAHARI KARYA SAL PRIADI: TEORI PSIKOLOGIS SIGMUND FREUD Marsha Miranda; Dhea Risna Mufida
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i6.5591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lirik lagu "Gala Bunga Matahari" melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Psikoanalisis Freud berfokus pada aspek alam bawah sadar, konflik internal, dan pengalaman masa kecil yang mempengaruhi perilaku serta ekspresi emosional individu. Metode penelitian ini menggunakan analisis teks kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema psikoanalitis dalam lirik lagu. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut mengandung simbolisme dan motif yang mencerminkan konflik internal, dorongan bawah sadar, serta dinamika antara id, ego, dan superego. Selain itu, ditemukan adanya tema-tema seperti kehilangan, keinginan, dan nostalgia, yang menunjukkan kompleksitas emosi dan pengalaman manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana lirik lagu dapat merefleksikan kondisi psikologis pengarangnya dan berfungsi sebagai medium ekspresi psikoanalitis.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: MEMAHAMI PENGARUH SISTEM PATRIARKAL MELALUI ANALISIS PSIKOLOGIS TEORITIS DAN EMPIRIS Marsha Miranda; Siti Rumilah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i12.6051

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang mencerminkan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sistem patriarki sebagai faktor pemicu utama kekerasan terhadap perempuan dengan pendekatan teoretis dan empiris. Sistem patriarki, yang mengatur hubungan kekuasaan dan peran gender dalam masyarakat, sering kali menempatkan perempuan dalam posisi subordinat, yang berkontribusi pada berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan domestik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikologis.Studi ini mengkaji teori-teori patriarki yang menjelaskan bagaimana struktur sosial ini mempengaruhi dinamika kekuasaan dan kekerasan, serta menganalisis data empiris dari berbagai kasus dan konteks. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme yang mendasari kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat patriarkal dan mengevaluasi dampak dari norma-norma gender dan struktur sosial terhadap prevalensi dan jenis kekerasan yang dialami perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem patriarki secara signifikan memperkuat kekerasan terhadap perempuan dengan menormalisasi ketidaksetaraan dan memperkuat pola-pola kekuasaan yang merugikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih efektif dan kebijakan yang dapat menanggulangi akar penyebab kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara patriarki dan kekerasan serta mendorong perubahan sosial yang positif.
SISTEM PATRIARKI SEBAGAI FAKTOR PEMICU KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: ANALISIS TEORITIS DAN EMPIRIS Marsha Miranda
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i5.5237

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang mencerminkan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sistem patriarki sebagai faktor pemicu utama kekerasan terhadap perempuan dengan pendekatan teoretis dan empiris. Sistem patriarki, yang mengatur hubungan kekuasaan dan peran gender dalam masyarakat, sering kali menempatkan perempuan dalam posisi subordinat, yang berkontribusi pada berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan domestik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikologis.Studi ini mengkaji teori-teori patriarki yang menjelaskan bagaimana struktur sosial ini mempengaruhi dinamika kekuasaan dan kekerasan, serta menganalisis data empiris dari berbagai kasus dan konteks. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme yang mendasari kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat patriarkal dan mengevaluasi dampak dari norma-norma gender dan struktur sosial terhadap prevalensi dan jenis kekerasan yang dialami perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem patriarki secara signifikan memperkuat kekerasan terhadap perempuan dengan menormalisasi ketidaksetaraan dan memperkuat pola-pola kekuasaan yang merugikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih efektif dan kebijakan yang dapat menanggulangi akar penyebab kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara patriarki dan kekerasan serta mendorong perubahan sosial yang positif.
ANALISIS INTERPRETASI PSIKOLOGI PADA LIRIK LAGU GALA BUNGA MATAHARI KARYA SAL PRIADI: TEORI PSIKOLOGIS SIGMUND FREUD Marsha Miranda; Dhea Risna Mufida
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i6.5591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lirik lagu "Gala Bunga Matahari" melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Psikoanalisis Freud berfokus pada aspek alam bawah sadar, konflik internal, dan pengalaman masa kecil yang mempengaruhi perilaku serta ekspresi emosional individu. Metode penelitian ini menggunakan analisis teks kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema psikoanalitis dalam lirik lagu. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut mengandung simbolisme dan motif yang mencerminkan konflik internal, dorongan bawah sadar, serta dinamika antara id, ego, dan superego. Selain itu, ditemukan adanya tema-tema seperti kehilangan, keinginan, dan nostalgia, yang menunjukkan kompleksitas emosi dan pengalaman manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana lirik lagu dapat merefleksikan kondisi psikologis pengarangnya dan berfungsi sebagai medium ekspresi psikoanalitis.