Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah Memasuki Pembelajaran Tatap Muka Nabila, Mutia; A Ghani, Abdul Rahman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3040

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah memasuki pembelajaran tatap muka. Keberhasilan sekolah dapat dinilai dari keberhasilan kepala sekolah selama menjabat karena dianggap sebagai penggerek utama kehidupan sekolah. Studi ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif terhadap metode studi kasus. Subjek pada penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan staf SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur berjumlah 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Kepala Sekolah menerapkan kepemimpinan situasional dalam merangkul semua pihak untuk melaksanakan tugasnya berperan sebagai telling, selling, participating, delegating, (2) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan kepala sekolah berupa arahan dan motivasi kepada guru, karyawan, bersikap adil tentang apa yang harus dikerjakan, (3) Dampak implementasi gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dapat memandang tingkat kemampuan dan kedewasaan yang dimiliki guru, karyawan dengan memberikan intruksi, arahan terkait tugas sehingga kepala sekolah dapat menilai seberapa besar guru dan karyawan bertanggung jawab atas tugasnya.
PROSES INTERVENSI PADA ANAK BERHADAPAN HUKUM DI SENTRA HANDAYANI JAKARTA Hamdy, Muhammad Kholis; Khairiyah, Nunung; Aditya, Muhammad Alkuriz; Nabila, Mutia; Oktavia, Pramilania
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.47847

Abstract

Tujuan penelitian artikel ini untuk menganalisa dan memberi gambaran proses intervensi pada anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Sentra Handayani Jakarta dalam menjalani rehabilitasi sosial. Urgensi dari penelitian ini terlihat dari lonjakan kasus pada ABH setiap tahunnya meningkat. Hal tersebut menjadi refleksi diri bagi tiap rehabilitasi sosial terkait apakah pelaksanaan proses intervensi pada ABH sebagai penerima manfaat sudah terlaksana secara optimal dalam memberikan kesadaran dan mengembalikan keberfungsian sosial anak sehingga anak tidak mengulangi tindakan melanggar hukum setelah pulang dari rehabilitasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif yang pada saat pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan di Sentra Handayani Jakarta selama 3 (tiga bulan) yakni Maret hingga Juni 2023. Wawancara dilakukan pada profesi-profesi yang terlibat dalam proses intervensi yakni 1 pekerja sosial, 2 psikolog, 1 guru bimbingan mental spiritual serta pengasuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses intervensi, tiap profesi memiliki peran berbeda, seperti peran pekerja sosial memfokuskan pada intervensi penerima manfaat, administratif, dan keluarga; peran psikolog berkaitan dengan aspek psikologis penerima manfaat; dan peran guru bimbingan mental spiritual serta pengasuh memfokuskan pada perbaikan akhlak dan spiritual penerima manfaat. Kesimpulannya adalah saat proses intervensi berlangsung dibutuhkan kerja sama dari setiap pihak karena untuk menghasilkan intervensi yang optimal dibutuhkan peran-peran profesi yang berkaitan untuk saling mendukung proses intervensi yang dilaksanakan. Signikansi penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai proses intervensi tiap profesi memiliki peran, pendekatan, strategi, dan tantangan berbeda. Penelitian ini merekomendasikan agar tiap lembaga rehabilitasi sosial lebih memfokuskan pelaksanaan intervensi yang optimal The purpose of this article is to analyze and describe the intervention process for children in conflict with law (ABH) at Sentra Handayani Jakarta in undergoing social rehabilitation. The urgency of this research can be seen from the spike in cases of children in conflict with law every year. This has become a self-reflection for each social rehabilitation regarding whether the implementation of the intervention process for children in conflict with law as beneficiaries has been carried out optimally in providing awareness and restoring children's social functioning so that children do not repeat unlawful acts after returning from social rehabilitation. This research uses a qualitative approach with a qualitative descriptive method which at the time of data collection is carried out by means of interviews, observations, and literature studies. Data collection was undertaken at Sentra Handayani Jakarta for 3 (three months), namely March to June 2023. Interviews were conducted with professionals involved in the intervention process, including 1 social worker, 2 psychologists, 1 mental spiritual guidance teacher and caregivers. The results showed that in the intervention process, each profession has a different role, such as the role of social workers focusing on beneficiary, administrative, and family interventions; the role of psychologists is related to the psychological aspects of beneficiaries; and the role of mental spiritual guidance teachers and caregivers focuses on improving the morals and spirituality of beneficiaries. The conclusion is that when the intervention process takes place, cooperation from each party is needed because to produce an optimal intervention, the roles of related professions are needed to support each other in the intervention process. The significance of this research is that it provides an overview of the intervention process, each profession has different roles, approaches, strategies and challenges. This research recommends that each social rehabilitation center focuses more on implementing optimal interventions.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah Memasuki Pembelajaran Tatap Muka Nabila, Mutia; A Ghani, Abdul Rahman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3040

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah memasuki pembelajaran tatap muka. Keberhasilan sekolah dapat dinilai dari keberhasilan kepala sekolah selama menjabat karena dianggap sebagai penggerek utama kehidupan sekolah. Studi ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif terhadap metode studi kasus. Subjek pada penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan staf SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur berjumlah 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Kepala Sekolah menerapkan kepemimpinan situasional dalam merangkul semua pihak untuk melaksanakan tugasnya berperan sebagai telling, selling, participating, delegating, (2) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan kepala sekolah berupa arahan dan motivasi kepada guru, karyawan, bersikap adil tentang apa yang harus dikerjakan, (3) Dampak implementasi gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dapat memandang tingkat kemampuan dan kedewasaan yang dimiliki guru, karyawan dengan memberikan intruksi, arahan terkait tugas sehingga kepala sekolah dapat menilai seberapa besar guru dan karyawan bertanggung jawab atas tugasnya.