Mulyono, Arif Sapto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Sebagai Wadah Pengembangan Potensi Mahasiswa PGSD dalam Membangun Budaya Lokal Mulyono, Arif Sapto
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pendidikan sebagai wadah yang efektif dalam pengembangan potensi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam membangun budaya lokal. Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat jalinan sosial di masyarakat. Namun, perubahan sosial dan globalisasi dapat mengancam kelangsungan budaya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini melibatkan mahasiswa PGSD sebagai agen perubahan yang dapat memainkan peran kunci dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu melalui pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendidikan yang tepat, mahasiswa PGSD dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam berbagai aspek, seperti keterampilan budaya, pengetahuan lokal, dan kepekaan sosial. Dalam konteks ini, kurikulum yang terintegrasi dengan budaya lokal, metode pengajaran partisipatif, dan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada budaya lokal menjadi faktor kunci dalam pengembangan potensi mahasiswa.
Problematika Penggunaan Jilbab bagi Peserta Didik di Sekolah Negeri Mulyono, Arif Sapto; Sari, Putri Prima; Qalbi, Nur; Handayani, Fika Putri; Asvia, Umilatul Nurul Diva
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.7127

Abstract

Artikel ini disusun dengan tujuan untuk memahami permasalahan yang timbul terkait aturan kewajiban penggunaan jilbab di sekolah negeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan metode penelitian kualitatif. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi serta menganalisis tantangan yang dihadapi oleh peserta didik yang menggunakan jilbab di lingkungan sekolah negeri. Beberapa sekolah negeri yang menerapkan aturan wajib berjilbab termasuk SD Negeri Cikini 2 Jakarta Pusat dan SMP Negeri 75 Jakarta Barat. Meskipun kewajiban menggunakan jilbab dapat memiliki dampak positif dalam membentuk kebiasaan peserta didik, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif jika diimplementasikan sebagai suatu bentuk pemaksaan. Aturan ini mendapat kontroversi karena dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan hak asasi manusia. Pemerintah merespons dengan menerbitkan SKB 3 Menteri yang menegaskan larangan paksaan penggunaan atribut keagamaan di sekolah negeri, namun aturan tersebut akhirnya dibatalkan karena dianggap melanggar aturan yang lebih tinggi. Aturan ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama. Sekolah juga perlu untuk meninjau dan, jika perlu, merevisi kebijakan seragam dan atribut agar lebih inklusif serta dapat mengakomodasi keberagaman agama
Pendidikan Sebagai Wadah Pengembangan Potensi Mahasiswa PGSD dalam Membangun Budaya Lokal Mulyono, Arif Sapto
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pendidikan sebagai wadah yang efektif dalam pengembangan potensi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam membangun budaya lokal. Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat jalinan sosial di masyarakat. Namun, perubahan sosial dan globalisasi dapat mengancam kelangsungan budaya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini melibatkan mahasiswa PGSD sebagai agen perubahan yang dapat memainkan peran kunci dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu melalui pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendidikan yang tepat, mahasiswa PGSD dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam berbagai aspek, seperti keterampilan budaya, pengetahuan lokal, dan kepekaan sosial. Dalam konteks ini, kurikulum yang terintegrasi dengan budaya lokal, metode pengajaran partisipatif, dan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada budaya lokal menjadi faktor kunci dalam pengembangan potensi mahasiswa.
Problematika Penggunaan Jilbab bagi Peserta Didik di Sekolah Negeri Mulyono, Arif Sapto; Sari, Putri Prima; Qalbi, Nur; Handayani, Fika Putri; Asvia, Umilatul Nurul Diva
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.7127

Abstract

Artikel ini disusun dengan tujuan untuk memahami permasalahan yang timbul terkait aturan kewajiban penggunaan jilbab di sekolah negeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan metode penelitian kualitatif. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi serta menganalisis tantangan yang dihadapi oleh peserta didik yang menggunakan jilbab di lingkungan sekolah negeri. Beberapa sekolah negeri yang menerapkan aturan wajib berjilbab termasuk SD Negeri Cikini 2 Jakarta Pusat dan SMP Negeri 75 Jakarta Barat. Meskipun kewajiban menggunakan jilbab dapat memiliki dampak positif dalam membentuk kebiasaan peserta didik, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif jika diimplementasikan sebagai suatu bentuk pemaksaan. Aturan ini mendapat kontroversi karena dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan hak asasi manusia. Pemerintah merespons dengan menerbitkan SKB 3 Menteri yang menegaskan larangan paksaan penggunaan atribut keagamaan di sekolah negeri, namun aturan tersebut akhirnya dibatalkan karena dianggap melanggar aturan yang lebih tinggi. Aturan ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama. Sekolah juga perlu untuk meninjau dan, jika perlu, merevisi kebijakan seragam dan atribut agar lebih inklusif serta dapat mengakomodasi keberagaman agama