Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA SISWA MAN 3  PANDEGLANG KELAS XI G MELALUI METODE PHONETIC DRILLING Dalpah Triwidiah; Minhatul Ma’arif
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 2 No. 2, Juli (2025): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa inggris merupakan bahasa internasional dan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam dunia bisnis, pendidikan , teknologi, dan media. Bahasa inggris merupakan sebuah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan berbagai negara dan budaya. Di dalam dunia pendidikan, bahasa inggris sangat diperlukan karena sebagai sumber besar informasi global, seperti berita internasional, jurnal ilmiah, dan konten pendidikan digital. Keterampilan berbicara dalah salah satu  keterampilan yang perlu dikuasi dalam  pembelajaran bahasa inggris. Berdasarkan hasil analisis di MAN 3 Pandeglang kelas XI G, masih terdapat beberapa kendala dalam penguasaan  kosakata dan keterampilan berbicara siswa. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, seperti metode pembelajaran yang kurang efektif, kurangnya motivasi belajar siswa, serta keterbatasan sumber belajar menjadi faktor utama penghambtan dalam pengguasaan bahasa inggris. Metode phonetic drilling dianggap sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatakan penguasaan kosakata  dan kemampuan berbicara siswa. Metode ini berfokus pada pengulangan fonetic yang bertujuan untuk memperbaiki intonasi, pelafalan, serta kefasihan berbicara dalam bahasa inggris. Dengan menerapkan  metode ini, siswa lebih terbiasa dengan pengucapan yang benar dan  meningkatkan  kelancaran berbicara dalam komunikasi sehari-hari.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan 3M ( Melipat, Menggunting Dan Menempel ) Kertas Origami Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Nurul Hidayah Oyah Holiyah; Ismi Haerani Fadilah; Minhatul Ma’arif
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan keterampilan yang melibatkan penggunaan tangan dan jari secara terkoordinasi dan presisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motorik halus pada anak usia dini melalui aktivitas 3M yaitu melipat, menggunting, dan menempel menggunakan kertas origami. Gerakan motorik halus melibatkan bagian tubuh tertentu dan dikerjakan oleh otot-otot kecil, terutama dalam keterampilan menggunakan jari-jari tangan, serta membutuhkan koordinasi yang baik antara mata dan tangan. Peneliti melakukan analisis secara induktif terhadap pelaksanaan kegiatan 3M ( melipat, menggunting dan menempel) pada anak-anak di RA Nurul Hidayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kegiatan melipat, menggunting, dan menempel dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak kelompok B di RA Nurul Hidayah, terdiri atas 3 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data  melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak mengalami perkembangan motorik halus yang sesuai dengan harapan (BSH), dengan tingkat keberhasilan antara 50% hingga 70%, dan tidak ditemukan adanya hambatan dalam perkembangan motorik halus mereka.
Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Dalam Melatih Keseimbangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di TK Labschool Syekh Manshur Intan Nuraini; Hayati Nufus; Minhatul Ma’arif
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana permainan tradisional engklek mempengaruhi keseimbangan motorik kasar anak usia Dini. Selama masa kanak-kanak perkembangan motorik kasar khususnya keseimbangan sangat penting untuk perkembangan fisik anak. Permainan yang membutuhkan koordinasi tubuh secara menyeluruh dapat membantu perkembangan motorik kasar. Sebagai salah satu jenis permainan tradisional yang melibatkan melompat, berdiri dengan satu kaki, dan menggerakkan posisi secara dinamis. Permainan engklek dianggap menyenangkan dan secara alami meningkatkan kemampuan keseimbangan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana peneliti menggambarkan keadaan secara mendalam dan sistematis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak usia dini di salah satu Taman Kanak-Kanak Kabupaten Pandeglang, dengan total 12 anak yang dibagi ke dalam dua kelompok. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi perkembangan motorik kasar berdasarkan indikator keseimbangan dari aspek melompat dan berdiri dengan satu kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan keseimbangan motorik kasar pada anak usia dini disalah satu Taman Kanak-Kanan Kabupaten Pandeglang. Oleh karena itu, permainan tradisional engklek dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu anak-anak usia dini belajar motorik kasar.
Implementasi Pembelajaran Menggambar Bebas Dalam Meningkatkan Aspek Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini Desstriana walinata; Ifah Khofifah; Minhatul Ma’arif
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mengkaji tentang implementasi menggambar bebas pada aspek perkembangan bahasa pada anak usia dini karena melalui menggambar bebas dapat menambah kosa kata pada anak usia dini sehingga anak dapat mengalami peningkatan kecerdasan bahasa melalui kegiatan menggambar bebas lalu guru memberikan pertanyaan pertanyaan terkait yang di gambar anak,serta anak menceritakan kembali apa yang mereka gambar di depan teman kelasnya. Tujuan penelitian ini yaitu agar dapat meningkatkan aspek perkembangan bahasa pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dan mendekati pendekatan studi kasus. Tempat penelitian dilaksanakan pada TK AR-RHUHAMA sejak 20 Mei 2025. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi secara langsung dan wawancara dan penyimpulan. Hasil penelitian disini menunjukkan bahwa menggambar bebas dapat meningkatkan aspek perkembangan pada anak usia dini melalui menjawab pertanyaan pemantik dan menceritakan ulang apa yang mereka di gambar.
EVALUASI REAKSI TINGKAT KEPUASAN PESERTA DIKLAT MEMBATIK DI SANGGAR BATIK CIKADU TANJUNG LESUNG Minhatul Ma’arif; Rizal Fauzi; Irma Murti Kusuma Anggara
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 6 (2021): November
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8563

Abstract

This study aimed to evaluate the reaction of PG-PAUD students’ satisfaction level to the training program organized by Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung. This approach used a qualitative approach by adopting kirkpatrick evaluation model at level 1. Respondents to this study were 25 people who had participated in the training. The results of the study obtained that 60% of students dissatisfied with the material provided, 40% of students were dissatisfied with the implementation of the material due to delays in implementation time, all students were satisfied with the facilities and infrastructure of the training and all students were satisfied with the performance of the instructor. Thus, this study concluded that although batik instructors had a reliable ability in facilitating student learning and the infrastructure facilities provided greatly support the implementation of training but they were not able to overcome students’ learning problems because the material presented was not in accordance with the needs of the participants of the training. In fact, the training through the art of batik was expected to be able to bridge students’ problems in creativity and blessing courses in order to build creativity and talent of students in the art of batik. Unfortunately, student did not like the art of polishing so that the results of the questionnaire obtained showed that only 40% of students were interested in the art of painting.
SYSTEMATIC LITERATUR RAVIEW TENTANG KONSEP MATEMATIS MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KOTAK MATRIKS Ma’lumah; Usep Saepul Mustakim; Minhatul Ma’arif
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 3 No. 1, Januari (2026): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji dan memahami bagaimana kotak matriks dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran matematika dan kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman konsep matematis peserta didik. Dengan metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Riview (SLR), penelitian ini meninjau berbagai studi terkait penerapan putaran kotak matriks dalam pengajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep dasar matematika. Penerapan alat peraga kotak matriks membantu siswa dalam mengasah kotak matriks sosialisasikan konsep abstrak dengan representasi visual konkret, sehingga memperkuat pemahaman dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu penggunaan kotak matriks juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara rasional dan sistematis dalam menghadapi berbagai persoalan matematika. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kotak matriks merupakan alat yang efektif dalam pembelajaran matematika dan dapat diintegrasikan secara optimal dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
A Pendekatan Experiential Learning Berbasis Kajian Budaya untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Literasi Kritis Fauzi, Rizal; Minhatul Ma’arif
Cakrawala Pedagogik Vol 9 No 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.831

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Culture-Based Experiential Learning in improving writing skills and critical literacy among students of the English Language Education Study Program at Universitas Serang Raya. The background of this research stems from the low level of students’ academic writing abilities, which often fail to reflect critical awareness of social and cultural contexts. The Experiential Learning approach was chosen because it emphasizes direct experience, reflection, conceptualization, and active application components that align with the needs of culturally contextualized writing instruction. This research employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory design, involving 15 students enrolled in the Basic Writing course for one semester. Quantitative data were obtained through pre- and post-tests to measure improvements in writing skills, while qualitative data were collected through observations, interviews, and students’ reflective journals. The results indicate an average improvement of 26% in writing skills, with the highest increases observed in critical reflection (34%) and cultural theory integration (29%). Qualitative analysis reveals that direct experiences in observing and writing about cultural phenomena strengthened students’ reflective, argumentative, and contextual thinking abilities. The study concludes that integrating cultural studies within the Experiential Learning cycle fosters a more meaningful, contextual, and critical writing process. These findings offer significant implications for the development of writing pedagogy in higher education, particularly within English language learning contexts that emphasize critical literacy and cultural awareness.