Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Meminimalisir Asap Pabrik Menggunakan Teknik Penanaman Kokedama Tanaman Sansevieria di Wilayah Dusun Jetak Desa Sindangsari Devina Dzahraini; Dita Destiasti; Aisya Rahmawaty; Adhynda Maulyna Duta Mahardyka; Salma Hazar Azzahra; Thallia Salfamaura Putri Sahdan; Putri Salma Andina; Muhammad Zahran; Andy Muharry
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i1.2256

Abstract

Air pollution is not an unfamiliar phenomenon for areas surrounding industries. The Cikoneng area has a wok industry center where the production process produces air pollution fumes. The wok industry center is adjacent to residential houses so that the factory smoke produced has an impact on the health of the surrounding community. Therefore, the targets of counseling are community leaders, health cadres, youth organizations, and residents who live around the industrial area. The purpose of this empowerment activity is to increase community knowledge, awareness, and creativity towards planting Sansevieria plants with the kokedama technique to maintain environmental health around the wok industry. The material was given using the lecture method with the help of power point media and leaflets. While the practice of planting Sansevieria with kokedama technique uses lecture and simulation methods. The Wilcoxon test was used to measure the level of knowledge of participants from the pre-test and post-test results which could show a difference in results before and after providing material with asymp. Sig (2-tailed) of 0.002, it can be concluded that there is an increase in knowledge in participants who take part in counseling activities. It is hoped that the people of Jetak Hamlet can minimize air pollution generated from the wok industry process by planting Sansevieria plants.
Gambaran Manajemen Cold Chain Vaksin di Puskesmas Kota Tasikmalaya Tahun 2024 Aisya Rahmawaty; Dita Destiati; Defira Salwaa Putri Insani; Anida Rahma Junita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i3.1224

Abstract

Permasalahan munculnya PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) diakibatkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kualitas vaksin. Kualitas vaksin dapat dijaga dengan melakukan pengelolaan yaitu dengan manajemen cold chain (rantai dingin). Rantai dingin vaksin merupakan sebuah lingkungan dengan suhu yang terkontrol untuk memelihara dan mendistribusikan vaksin dalam kondisi optimal, manajemen cold chain berperan penting menjaga kualitas vaksin yang akan diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen cold chain vaksin di beberapa puskesmas di wilayah Kota Tasikmalaya 2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa setiap puskesmas sudah memiliki sarana dan prasarana dalam menerapkan manajemen cold chain vaksin. Semua vaksin disimpan dalam refrigerator yang dilengkapi dengan termometer di dalam dan di luar, serta vaksin dipisahkan antara vaksin sensitif panas dan vaksin sensitif dingin. Vaksin sensitif panas disusun dekat evaporator sedangkan vaksin sensitif dingin disusun menjadi evaporator. Pemantauan suhu vaksin dilakukan setiap dua kali sehari. Dalam pendistribusian vaksin sudah menggunakan vaccine carrier yang dilengkapi dengan cool pack. Manajemen cold chain di empat puskesmas wilayah Kota Tasikmalaya sudah sesuai dengan standar US CDC Pinkbook yang telah dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan peraturan dalam pengelolaan cold chain oleh kementerian kesehatan RI.