Amirah, Charissa Myandra
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Imaginary Prisons Piranesi terhadap Bentuk Set Tangga dalam Film Seri Squid Game Amirah, Charissa Myandra; Indrajaya, Ferdinand; Kinanti, Zhevanya Bintang; Fransiska, Yessa; Yoshida, Manaka
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 2, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v2i2.6374

Abstract

Serial drama Squid Game adalah salah satu film seri yang sempat populer dan meroket pesat melalui layanan streaming Netflix. Squid Game berhasil mencuri hati para penonton melalui keunikan konsep dan alur ceritanya. Keunikan konsep dan alur cerita tersebut turut terbangun oleh keputusan artistik dalam mise en scène-nya. Mise en scène menunjuk pada tata kelola set latar beserta propertinya dalam sebuah pertunjukan teater ataupun film. Salah satu bagian mise en scène dari film tersebut yang akan menjadi perhatian dalam tulisan ini adalah bentuk dari anak tangganya. Bentuknya yang berliku dan nampak tak berujung mengingatkan penulis pada rangkaian lukisan Imaginary Prisons dari Giovanni Battista Piranesi. Bagi penulis, perancangan bentuk anak tangga dalam Squid Game merupakan warisan Piranesi dalam bentuk film seri masa kini. Hwang Dong Hyuk sendiri, sang sutradara Squid Game, sesungguhnya tidak secara langsung terinspirasi oleh Piranesi. Ia pertama-tama dipengaruhi oleh karya-karya dari M.C. Escher yang berkiblat ke Imagine Prison dari Piranesi tersebut. Pemaparan lebih lanjut  tentang warisan Piranesi dalam film seri Squid Game akan menjadi fokus dalam penulisan makalah ini. Secara sistematis, pemaparan akan disampaikan melalui beberapa tahapan. Elaborasi dan analisis tentang Imaginary Prisons dari Piranesi akan menjadi tahap awal pembahasan. Kedua, tulisan akan membahas beberapa karya dari M.C. Escher yang turut dipengaruhi Piranesi dan akhirnya turut menginspirasi perancangan bentuk set tangga dari Squid Game. Terakhir, pemaparan yang lebih konklusif untuk menunjukkan keeratan hubungan antara Imaginary Prisons dengan Squid Game akan disampaikan.
Pengaruh Imaginary Prisons Piranesi terhadap Bentuk Set Tangga dalam Film Seri Squid Game Amirah, Charissa Myandra; Indrajaya, Ferdinand; Kinanti, Zhevanya Bintang; Fransiska, Yessa; Yoshida, Manaka
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 2 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v2i2.6374

Abstract

Serial drama Squid Game adalah salah satu film seri yang sempat populer dan meroket pesat melalui layanan streaming Netflix. Squid Game berhasil mencuri hati para penonton melalui keunikan konsep dan alur ceritanya. Keunikan konsep dan alur cerita tersebut turut terbangun oleh keputusan artistik dalam mise en scène-nya. Mise en scène menunjuk pada tata kelola set latar beserta propertinya dalam sebuah pertunjukan teater ataupun film. Salah satu bagian mise en scène dari film tersebut yang akan menjadi perhatian dalam tulisan ini adalah bentuk dari anak tangganya. Bentuknya yang berliku dan nampak tak berujung mengingatkan penulis pada rangkaian lukisan Imaginary Prisons dari Giovanni Battista Piranesi. Bagi penulis, perancangan bentuk anak tangga dalam Squid Game merupakan warisan Piranesi dalam bentuk film seri masa kini. Hwang Dong Hyuk sendiri, sang sutradara Squid Game, sesungguhnya tidak secara langsung terinspirasi oleh Piranesi. Ia pertama-tama dipengaruhi oleh karya-karya dari M.C. Escher yang berkiblat ke Imagine Prison dari Piranesi tersebut. Pemaparan lebih lanjut  tentang warisan Piranesi dalam film seri Squid Game akan menjadi fokus dalam penulisan makalah ini. Secara sistematis, pemaparan akan disampaikan melalui beberapa tahapan. Elaborasi dan analisis tentang Imaginary Prisons dari Piranesi akan menjadi tahap awal pembahasan. Kedua, tulisan akan membahas beberapa karya dari M.C. Escher yang turut dipengaruhi Piranesi dan akhirnya turut menginspirasi perancangan bentuk set tangga dari Squid Game. Terakhir, pemaparan yang lebih konklusif untuk menunjukkan keeratan hubungan antara Imaginary Prisons dengan Squid Game akan disampaikan.
Visualization of Henry Manampiring’s Filosofi Teras Book Amirah, Charissa Myandra; Melini, Ellis; Indrajaya, Ferdinand; Hananto, Brian Alvin
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 18 No 2 (2025): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimart.v18i2.4195

Abstract

Generation Z faces significant emotional challenges, including anxiety, stress, and difficulty regulating emotions—issues worsened by social media pressures. While this generation is highly receptive to visual and digital learning, Henry Manampiring's Filosofi Teras offers valuable Stoic principles like acceptance and self-control, yet its textual format is less engaging for younger audiences. This final project aims to visualize Stoic concepts from the book into an audiovisual narrative format through a web-based video series. The methodology for this project draws on Robin Landa's Five Phases of Graphic Design Process theory combined with Compesi's three-step video production model. The analysis phase utilized Ricoeur’s hermeneutics to understand the meaning of the text through an act of appropriation, which then were used in the Conceptual Design phase. The design outcome consists of five 1–2-minute videos that illustrate the application of Stoic principles in daily life, aligning with the book's text. Although some philosophical considerations were used, the main focus is on the visual design experimentation. This project is expected to offer a more relevant and engaging way to convey Stoic values to Generation Z. Future research could explore developing additional episodes covering other topics within Filosofi Teras or creating audiovisual works based on other philosophical texts.   Keywords: Generation Z; Stoicism; Audiovisual narrative; Web series.