Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO HASIL GRAFTING PADA BERBAGAI JUMLAH RUAS DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH Ramadhan, Fatur; Nursaman, Herman
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan bibit kakao hasil grafting pada berbagai jumlah ruas dan lama perendaman dalam ekstrak bawang merah. Dilaksanakan pada juli hingga oktober 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, Faktor pertama adalah berbagai jumlah ruas yang terdiri atas 3 taraf yaitu : 2, 3 dan 4 ruas. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah yang terdiri atas 3 taraf yaitu : kontrol, 30 dan 60 menit perendaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang entres 4 ruas memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase keberhasilan (97,78),pertambahan tinggi tanaman (8,51), jumlah daun (9,32), diameter tunas (4,49), volume akar (4,08). Lama perendaman ekstrak bawang merah 60 menit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase keberhasilan (97,78),pertambahan tinggi tanaman (8,61), jumlah daun (8,84), diameter tunas (4,18) dan volume akar (4,12). Tidak terdapat interaksi antara jumlah ruas dengan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit kakao hasil grafting.
Media Dalam Sistem Negara Totaliter: Perbandingan Pembatasan Berpendapat Ruang Digital Korea Utara dan Laos 2016 Putri, Arnis; Zahra, Maizia; Verrel, Sayyid; Tridjaja, Sisilia; Ramadhan, Fatur; Angela, Deni
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan strategi pembatasan kebebasan berpendapat digital di Korea Utara dan Laos pada tahun 2016 terhadap platform Facebook. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan melalui analisis dokumen-dokumen primer dan sekunder yang mencakup laporan Freedom House (Laporan Kebebasan di Internet 2016-2017), Reporters Without Borders (Indeks Kebebasan Pers dan laporan khusus tentang penyensoran internet di Asia), publikasi Pelapor Khusus PBB tentang Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi, serta artikel akademis dari jurnal telaah sejawat yang dipublikasikan dalam rentang 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan Korea Utara menerapkan strategi isolasi total melalui pemblokiran infrastruktur digital menyeluruh yang memutus akses ke 2,9 miliar pengguna Facebook global dan substitusi platform domestik StarCon.net.kp yang beroperasi dalam intranet tertutup Kwangmyong, sementara Laos menggunakan pendekatan selektif melalui pengawasan intensif terhadap lebih dari setengah juta pengguna Facebook domestik dan penindasan tertarget terhadap aktivis dengan hukuman mencapai 20 tahun penjara. Kedua negara efektif mempertahankan monopoli narasi digital meskipun menggunakan mekanisme berbeda, dengan Korea Utara menciptakan ketergantungan total terhadap narasi pemerintah melalui eliminasi alternatif informasi dan Laos menciptakan efek menakutkan yang mendorong sensor diri melalui penindakan teladan terhadap disiden digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa variasi strategi kontrol digital dalam rezim otoriter bergantung pada kondisi infrastruktur dan penetrasi teknologi, namun konvergen pada tujuan yang sama yakni pelanggengan kekuasaan melalui manipulasi ruang ekspresi digital.
Media Dalam Sistem Negara Totaliter: Perbandingan Pembatasan Berpendapat Ruang Digital Korea Utara dan Laos 2016 Putri, Arnis; Zahra, Maizia; Verrel, Sayyid; Tridjaja, Sisilia; Ramadhan, Fatur; Angela, Deni
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan strategi pembatasan kebebasan berpendapat digital di Korea Utara dan Laos pada tahun 2016 terhadap platform Facebook. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan melalui analisis dokumen-dokumen primer dan sekunder yang mencakup laporan Freedom House (Laporan Kebebasan di Internet 2016-2017), Reporters Without Borders (Indeks Kebebasan Pers dan laporan khusus tentang penyensoran internet di Asia), publikasi Pelapor Khusus PBB tentang Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi, serta artikel akademis dari jurnal telaah sejawat yang dipublikasikan dalam rentang 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan Korea Utara menerapkan strategi isolasi total melalui pemblokiran infrastruktur digital menyeluruh yang memutus akses ke 2,9 miliar pengguna Facebook global dan substitusi platform domestik StarCon.net.kp yang beroperasi dalam intranet tertutup Kwangmyong, sementara Laos menggunakan pendekatan selektif melalui pengawasan intensif terhadap lebih dari setengah juta pengguna Facebook domestik dan penindasan tertarget terhadap aktivis dengan hukuman mencapai 20 tahun penjara. Kedua negara efektif mempertahankan monopoli narasi digital meskipun menggunakan mekanisme berbeda, dengan Korea Utara menciptakan ketergantungan total terhadap narasi pemerintah melalui eliminasi alternatif informasi dan Laos menciptakan efek menakutkan yang mendorong sensor diri melalui penindakan teladan terhadap disiden digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa variasi strategi kontrol digital dalam rezim otoriter bergantung pada kondisi infrastruktur dan penetrasi teknologi, namun konvergen pada tujuan yang sama yakni pelanggengan kekuasaan melalui manipulasi ruang ekspresi digital.