Salah satu unit atau kegiatan yang menjadi penghasil limbah cair B3 adalah laboratorium dimana umumnya terdiri dari sisa-sisa bahan kimia, salah satunya adalah kromium. Pencemaran logam berat Kromium Heksavalen (Cr(VI)) merupakan masalah lingkungan serius karena sifatnya yang toksik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas adsorpsi Cr(VI) menggunakan tiga jenis adsorben berbasis bahan alam, yaitu Zeolit, Silika, dan Clay Ceramics yang diaktivasi menggunakan asam klorida (HCl). Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch pada kondisi pH 5 dengan variasi waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zeolit memiliki performa penyisihan tertinggi dengan efisiensi sebesar (56,28%), diikuti oleh Silika (54,98%) dan Clay Ceramics (53,03%) pada waktu kontak optimum 75 menit. Analisis kinetika menunjukkan bahwa laju adsorpsi pada ketiga adsorben mengikuti model Pseudo-Second Order (PSO), yang mengindikasikan bahwa laju reaksi dikontrol oleh ketersediaan situs aktif pada permukaan. Namun, hasil perhitungan nilai energi bebas Gibbs menunjukkan hasil sebesar (-16,18 kJ/mol) untuk zeolit, (-16,16 kJ/mol) untuk silika, dan (-15,85 kJ/mol) untuk Clay Ceramics, yang dikonfirmasi oleh pergeseran minor bilangan gelombang pada spektra FTIR (1084 ke 1052 cm⁻¹ pada Zeolit). Hal ini menyimpulkan bahwa mekanisme adsorpsi yang terjadi didominasi oleh fisisorpsi melalui interaksi elektrostatis dan pertukaran ion antara permukaan adsorben terprotonasi dengan anion kromat, tanpa pembentukan ikatan kovalen permanen.