Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kestabilan Frekuensi Tera Hertz Gelombang Kontinyu Gap Penghasil Sinyal Untuk Spektroskopi Resolusi Tinggi Nasrullah, Akbar Haqi; Ambarwati, Widya; Nabil , Farhan Muhammad; Sabtiandy , Dhandy; Chomariah, Devi Sarmilah; Silalahi , Felisia Deswita
J-Eltrik Vol 4 No 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/je.v4i1.92

Abstract

Peningkatan stabilitas daya dan frekuensi dari peralatan GaP CWTHz SG beresolusi tinggi rentang frekuensi lebar. Stabilitas daya jangka panjang menjadi di bawah 0,3% dengan menggunakan kontrol umpan balik daya pada amplifier serat. Resolusi frekuensi ditingkatkan menjadi 15 MHz dengan kontrol umpan balik frekuensi menggunakan pengukur panjang gelombang dua saluran. Nilai ini lebih dari 30 kali lebih baik daripada yang diperoleh oleh GaP THz SGs yang dipompa dengan nanose. Pada penelitian ini dirancang sebuah generator sinyal Terahertz gelombang kontinu GaP (CW-THz) berdasarkan pembangkitan frekuensi berbeda yang dapat menyetel secara otomatis dari 0,15 hingga 6,2 THz tanpa mode-hopping. Kontrol umpan balik frekuensi independen untuk seed laser dan kontrol umpan balik daya untuk penguat daya optik menghasilkan akurasi dan stabilitas yang lebih tinggi dari gelombang THz keluaran pada saat yang sama. Setelah membangun spektrometer THz dengan generator sinyal GaP CW-THz sebagai sumber cahaya, kami telah memastikan resolusi frekuensi menjadi 15 MHz dengan pengukuran lebar Doppler dari penyerapan uap air di ruang vakum, dan reproduktifitas frekuensi berada dalam 5 MHz kemudian dibandingkan dengan data frekuensi penyerapan.
Kestabilan Frekuensi Tera Hertz Gelombang Kontinyu Gap Penghasil Sinyal Untuk Spektroskopi Resolusi Tinggi Nasrullah, Akbar Haqi; Ambarwati, Widya; Nabil , Farhan Muhammad; Sabtiandy , Dhandy; Chomariah, Devi Sarmilah; Silalahi , Felisia Deswita
J-Eltrik Vol 4 No 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/je.v4i1.92

Abstract

Peningkatan stabilitas daya dan frekuensi dari peralatan GaP CWTHz SG beresolusi tinggi rentang frekuensi lebar. Stabilitas daya jangka panjang menjadi di bawah 0,3% dengan menggunakan kontrol umpan balik daya pada amplifier serat. Resolusi frekuensi ditingkatkan menjadi 15 MHz dengan kontrol umpan balik frekuensi menggunakan pengukur panjang gelombang dua saluran. Nilai ini lebih dari 30 kali lebih baik daripada yang diperoleh oleh GaP THz SGs yang dipompa dengan nanose. Pada penelitian ini dirancang sebuah generator sinyal Terahertz gelombang kontinu GaP (CW-THz) berdasarkan pembangkitan frekuensi berbeda yang dapat menyetel secara otomatis dari 0,15 hingga 6,2 THz tanpa mode-hopping. Kontrol umpan balik frekuensi independen untuk seed laser dan kontrol umpan balik daya untuk penguat daya optik menghasilkan akurasi dan stabilitas yang lebih tinggi dari gelombang THz keluaran pada saat yang sama. Setelah membangun spektrometer THz dengan generator sinyal GaP CW-THz sebagai sumber cahaya, kami telah memastikan resolusi frekuensi menjadi 15 MHz dengan pengukuran lebar Doppler dari penyerapan uap air di ruang vakum, dan reproduktifitas frekuensi berada dalam 5 MHz kemudian dibandingkan dengan data frekuensi penyerapan.
Sustainability Analysis and Development Strategy for Catfish Cultivation in Tulungagung, East Java Ambarwati, Widya; Yuliana, Ernik; Mudzakir, Abdul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 3 (2024): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.03.5

Abstract

Tulungagung Regency, located in East Java Province, is a region with significant fisheries potential, encompassing both marine capture and aquaculture. With 12,220 cultivators actively engaged in aquaculture, Tulungagung stands out as a key area for freshwater fish farming, particularly for species such as catfish, gourami, and tilapia. However, for these cultivators to succeed, it is crucial to assess the sustainability of their operations and develop effective business strategies. This research focuses on identifying the gaps in current cultivation practices and offering solutions to ensure both sustainability and profitability, especially in the catfish farming sector. Using a quantitative approach, the study surveyed 71 catfish cultivators across five prominent sub-districts in Tulungagung Regency. Data were gathered through observations and questionnaires distributed to the respondents in the January – April 2024 range. The sustainability of the catfish farming business was evaluated using a Likert scale, which assessed four key dimensions: technological, ecological, economic, and social. Additionally, a SWOT analysis was conducted to determine the most appropriate strategies for business development. The findings revealed that the combined index for the four sustainability dimensions was 72.78%, indicating that the catfish farming industry in Tulungagung Regency is relatively sustainable. The SWOT analysis positioned the business development strategy in quadrant II, suggesting a diversification approach that leverages the business's internal strengths to mitigate external threats.